Zaman Sekarang Saatnya Menambah Penghasilan Keluarga Bro, Ubah Mindset Soal Kerja Sampingan!

Pendapatan jadi pegawai atau kerja kantoran sudah bisa ditakar. Maksudnya kenaikan gaji paling minim ikut besaran inflasi. Kalau pun kenaikannya signifikan bila dapat promosi. Selebihnya, ya flat. Segitu-segitu terus saja sampai ada kebijakan baru dari kantor.

Berharap kantor berbelas kasih dengan menaikkan gaji? Wah, mimpi namanya. Zaman sekarang susah nemuin bos yang royal dalam urusan gaji. Walau pun bos ada niatan, tapi bakal dihadang sama orang keuangan. Beeuh!

Paling masuk akal adalah menciptakan sumber pemasukan baru. Singkatnya, ya cari kerja sampingan yang enggak ganggu pekerjaan kantor. Lagian, bukan hal yang tabu kok karyawan pada nyambi kerja sampingan.

Ada macam-macam kerja sampingan yang bisa dilakoni karyawan. Katakanlah ada yang menjual jajanan pasar di kantor. Contoh lainnya jualan pulsa kepada teman-teman. Atau yang lain jadi reseller hijab atau baju anak-anak. Pangsa pasarnya ya orang-orang sekantor dulu.

Kerja sampingan sejatinya bentuk inisiatif biar dapur tetap ngebul di tengah kebutuhan hidup yang makin tinggi. Bisa juga tujuannya sekadar melatih jiwa wirausaha. Atau mungkin ada tujuan lain yang bukan semata-mata mengejar materi.

Menambah Penghasilan Keluarga 1
Apa cukup cuma dari gaji utama doang? (menambah penghasilan/sharingdisini)

Tapi tetap saja keputusan kerja sampingan ini melahirkan pro dan kontra. Enggak semua orang sepaham. Bagi yang kontra, kerja sampingan itu dianggap membebani karena tak punya waktu luang lagi. Sehabis pulang kerja, eh masih urus kerjaan sampingan.

Berikutnya takut ditegur kantor. Padahal belum pasti. Itu baru perasaan situ saja kalau punya kerja sampingan melanggar peraturan perusahaan. Padahal sekarang banyak perusahaan yang memberi kebijakan selama gak mengganggu kerjaan (jam kerja).

Penghasilan tetap itu ilusi

Sekarang coba deh ubah mindset itu. Gini aja, mulai saja pertanyaan apakah kantor memberikan jaminan finansial di masa depan? Pasti susah jawabnya.

Enggak heran sih mengingat kebanyakan orang memilih jadi karyawan atau pegawai karena berharap zona nyaman. Nyaman karena tiap bulan dapat penghasilan tetap. Ini yang paling sering digembor-gemborkan.

Padahal itu ilusi. Lho kok ilusi? Dicatat besar-besar ya, punya penghasilan tetap itu bukan jaminan keamanan finansial. Sederhananya begini, silakan bandingkan penghasilan yang diperoleh dengan pengeluaran.

Pelan tapi pasti bakal jomplang. Mengapa? Karena umumnya pengeluaran enggak bakal turun. Bisa begitu lantaran dipicu inflasi. Meski berusaha menerapkan kebijakan pengetatkan ikat pinggang pun tetap sulit terhindar dari defisit.

Lha iya dong karena penghasilan tetap sementara pengeluaran terus naik. Sampai di sini masih tetap bangga jadi karyawan dengan penghasilan tetap? Terbukti punya penghasilan tetap itu tidak memberi jaminan keamanan finansial? Masih ragu melirik kerja atau usaha sampingan?

Menambah Penghasilan Keluarga 2
Kerja sampingan kan bisa juga dilakukan di rumah bro. (bekerja di rumah/papasemar)

Manfaat kerja sampingan

Jangan sepelekan karyawan yang nyambi kerja sampingan. Kalau dijembrengin ternyata banyak keuntungannya. Biar singkat, langsung saja dijabarin deh.

1. Tak takut PHK

PHK itu hantu yang menakutkan bagi karyawan/pegawai. Padahal kebijakan PHK itu suatu keniscayaan. Tidak ada satu pun perusahaan yang kebal dari kebijakan itu. Lihat saja perusahaan raksasa seperi Nokia, BlackBerry, sampai Yahoo. Sudah berapa ribu karyawan yang kena PHK. Gelombang PHK sepertinya sudah menjadi makanan sehari-hari di mana-mana.

Beda sama yang punya kerja sampingan. Mereka tak bakalan kaget dan tak menganggap PHK seperti kiamat. Pasalnya, sudah punya sekoci walau kapal besarnya sudah karam.

2. Enjoy

Ini lebih pada psikologis. Mereka yang punya kerja sampingan akan terlihat lebih enjoy. Menurut pandangan mereka, kerja sampingan itu sebatas menyalurkan minat atau hobi saja. Soal keuntungan itu efek dari kerja sampingan

Tetap menjalani status sebagai karyawan atau pegawai itu enteng dilakoni karena sekadar menjalani aktivitas rutin. Jadi terlihat lebih santai. Makin santai lagi karena tidak mengandalkan 100 persen penghasilan dari kantor.

Menambah Penghasilan Keluarga 3
Punya hobi? Jadiin duit dong! (hobi fotografi/centroone)

3. Gampang dapat pinjaman bank

Ini enaknya jadi karyawan yang punya kerja sampingan. Ketika butuh modal untuk menekuni kerja sampingan enggak perlu susah cari pinjaman sana-sini. Tinggal manfaatkan saja status pegawai tetapnya. Bank dengan senang hati mencairkan karena mengucurkan pinjaman ke karyawan enggak terlalu berisiko.

Sebenarnya lebih banyak lagi manfaat kerja atau usaha sampingan seperti bangun mentalitas berwirausaha, menambah ilmu, dan lain sebagainya. Tapi tiga manfaat yang disebut sebelumnya sudah mewakili kok betapa kerja sampingan itu jangan dipandang remeh.

Sadarlah sejak dini kalau punya usaha atau kerja sampingan itu bakal lebih memberikan JAMINAN ketimbang mengandalkan penghasilan dari kantor. Bahkan baru niatan kerja sampingan saja sudah diartikan punya pemikiran jangka panjang dan jauh ke depan!

 

Yang terkait artikel ini:

Hindari 6 Hal Ini Biar Usaha Sampingan Gagal Bangkrut

Kalau Mentok Buka Usaha Sampingan, Coba Cara Ini

Enggak Pede Resign untuk Tekuni Usaha Sampingan]

CTA Banner Standard Chartered KTA