Zaman Makin Canggih, Waspadai Penipuan Online

Mudah dan murah. Keduanya merupakan alasan utama untuk berbelanja online. Namun bukan hal yang baru jika dunia online juga menjadi ladang kejahatan. Termasuk, penipuan online.

Sebelumnya, KreditAja.com telah membahas tiga hal yang patut Anda ketahui untuk mewaspadai penipuan online. Kelima poin selanjutnya, yang tak kalah penting, adalah sebagai berikut:

1.       Cara Pembayaran

Jika toko online tersebut hanya menawarkan pembayaran via transfer, maka patut Anda waspadai. Segera tinggalkan situs toko tersebut jika meminta Anda untuk menghubungi mereka terlebih dahulu untuk meminta nomor rekening pembayaran. Pasalnya, kalau rekening para pelaku penipuan online tersebut dipampang, mereka khawatir diciduk polisi.

Toko online yang ‘niat’ juga seharusnya menawarkan opsi cara pembayaran yang berbeda-beda. Namun Anda harus tetap berhati-hati jika toko online tersebut menawarkan cara pembayaran dengan kartu kredit. Jangan sembarangan memasukkan data kartu kredit Anda ke sebuah situs.

Pastikan jika URL halaman pembayaran dengan kartu kredit dimulai dengan https:// – dan bukan http:// saja.

Alternatif lain adalah menggunakan perantara pembayaran, seperti PayPal atau Doku. Perantara pembayaran ini lah yang akan memproses dana dari kartu kredit Anda ketoko online tersebut. Jadi data kartu kredit Anda tidak disalahgunakan.

Perantara pembayaran lainnya adalah melalui RekBer alias rekening bersama. Contohnya adalah RekBer yang digunakan oleh Kaskus untuk forum jual-belinya. Pembeli transfer via bank ke RekBer dan kemudian diteruskan kepada penjual.

Pembayaran via bank transfer yang juga kredibel adalah dengan menggunakan nama perusahaan dan bukan nama pribadi. Terlebih lagi, jika perusahaan tersebut sudah memiliki kode khusus untuk pembayaran di ATM. Misalnya, kode perusahaan Bhinneka.com untuk pembayaran di ATM BCA adalah 710319. Atau bayar tiket Lion Air di ATM BNI dengan kode 710110.

2.       Lokasi Fisik

Mungkin Anda masih penasaran untuk membeli suatu produk di toko online tersebut, walau hanya menyediakan cara pembayaran via transfer ke rekening dengan nama pribadi?

Coba verifikas ialamat toko offline-nya, alias toko fisiknya. Paling mudah adalah dengan mengecek alamat tersebut di mesin penelusuran. Jika alamat tersebut menunjukkan perusahaan lain, patut dicurigai.

Kalau tidak ada alamat, coba minta transaksi dengan bertemu langsung, atau yang dikenal dengan istilah COD (Cash on Delivery). Ada barang, ada uang. Situs jual-beli sebesar TokoBagus saja menganjurkan hal yang sama, supaya terhindar dari penipuan online.

3.       Jangan Mudah Percaya Gambar

Banyak pelaku penipuan online abal-abal yang memasang gambar palsu. Mereka hanya mengambil gambar-gambar di internet dan mengaku bahwa itu adalah gambar barang yang asli.

Toko online penipu yang ‘bermodal’ pun tak jarang memasang logo-logo pihak ketiga. Misalnya, logo bank, logo kartu kredit visa, logo JNE, dan sebagainya. Ini adalah upaya untuk mengecoh pengunjung agar percaya bahwa toko tersebut didukung oleh instansi-instansi tersebut.

Yang paling lucu adalah testimoni pembeli fiktif. Hampir semua toko online penipu memasang testimoni dengan gambar orang yang diambil di internet. Coba Anda klik kanan digambar testimoni tersebut dan pilih “Search Google for this image”. Cocokkan jika memang data pembeli tersebut nyata.

4.       Perhatikan Update Barang dan Promosi

Hal yang sangat mengganggu adalah ketika sering menerima sms dari nomor yang tak dikenal. Dan banyak sekali penipu melakukan cara ini untuk mempromosikan barang-barang yang mereka jual. Entah dengan mencantumkan nomor lain untuk dihubungi, atau alamat situs toko online mereka.

Jaman sekarang ada program pengirim sms massal (smsgateway server) yang disalahgunakan oleh para penipu. Jangan sekali-kali tergoda dengan sms aneh tersebut demi menghindari penipuan.

Tak hanya sms, email juga dipakai. Toko-toko online yang kredibel akan meminta persetujuan Anda terlebih dahulu jika Anda ingin mendaftarkan alamat email Anda untuk mengetahui update produk dan jasa terbaru. Jika Anda tidak pernah menyetujuinya, dan tiba-tiba Anda mendapat email promo dari toko online yang tidak Anda kenal, jangan Anda gubris.

Update lain yang perlu Anda perhatikan adalah tanggal pembaruan produk atau jasa yang ditawarkan sebuah toko online. Misalnya, sebuah toko online di Facebook jarang meng-update status barang yang ditawarkan. Ini menunjukkan toko online tersebut ‘tidak niat’ dan mungkin hanya fiktif belaka. Inilah salah satu modus penipuan online.

5.       Kesepadanan Barang dengan Nilai Uang

Lantas, bagaimana jika Anda menemukan sebuah toko online yang tidak dianjurkan sesuai poin-poin di atas? Namun, Anda benar-benar tertarik untuk membeli produk yang ditawarkannya?

Disini Anda perlu bertanya pada diri Anda sendiri. Apakah barang tersebut benar-benar Anda perlukan dan bukan hanya keinginan? Apakah barang tersebut sepadan dengan nilai uang yang beresiko raib ditelan penipu?

Rasanya, sebuah ponsel Samsung S4 yang hanya dihargai 1 juta Rupiah tidak sepadan dengan resiko kehilangan uang dengan nominal tersebut.

Khusus untuk nominal uang yang besar, Anda disarankan untuk berbelanja online disitus-situs dagang besar yang sudah terpercaya. Atau dengan toko online kecil-kecilan yang memang sudah mendapat rekomendasi pribadi Anda dan orang-orang yang Anda percaya. Jangan sampai tertipu pelaku penipuan online.

Demikian saran KreditAja.com untuk belanja online dengan aman. Apa saran Anda?