Yuk, Saatnya Cari Tahu Gaji Dipotong Pajak Apa Aja Biar Manfaat Makin Terasa

Senangnya setiap kali terima gaji bulanan. Sudah gak sabar pengin beli ini-itu. Yah, mumpung masih muda. Menikmati hasil jerih payah itu sah-sah saja.

 

Tapi yakin deh, karyawan muda kayak kita-kita gini jarang atau bahkan gak pernah aware soal potongan-potongan gaji dan benefit dari perusahaan. Tahunya asal terima gaji saja. Melihat saldo rekening sudah bertambah, lantas leha-leha.

 

Padahal nih, mengetahui gaji kita dipotong buat apa saja itu penting agar kita bisa tahu benefit apa saja yang kita terima. Lah, gimana bisa tahu soal benefit kalau kitanya saja cuek kalau ada potongan gaji?

 

Melacak kemana saja gaji kita itu juga bagian dari keuangan yang sehat. Makanya, jangan lagi deh cuek bebek soal potongan gaji.

 

Coba kita cari tahu yuk, gaji dipotong pajak apa aja. Ini nih diantaranya:

 

1. PPh 21

Kalau kamu seorang karyawan dengan penghasilan minimal Rp 36 juta per tahun dan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), harusnya kamu sudah akrab sama yang namanya Pajak Penghasilan atau biasa disebut PPh 21. Kalau masih gak tahu juga, berarti kamu terlalu cuek.

 

Perusahaan sudah secara otomatis memotong 5% dari gaji kamu sebagai bagian dari PPh 21. Walaupun sudah dipotong oleh kantor, jangan lantas kamu bisa santai.

 

Setiap awal tahun sampai Maret, karyawan wajib banget lapor pajak alias mengisi SPT Pajak. Belum pernah mengisi SPT Pajak? Waduh, kemana aja kamu?

 

gaji dipotong pajak

Sudah gak ada lagi namanya calo pajak

 

 

Cara mengisi SPT ini ada dua: offline (formulir) atau online alias e-filling.

 

Gak usah bingung kala melihat formulir SPT Pajak. Kamu bisa minta tolong kantormu atau langsung ke www.pajak.go.id buat cari informasi.

 

Lebih praktis lagi kalau pakai e-filling. Tinggal klik https://djponline.pajak.go.id/ dan ikuti panduannya. Yang jelas, kamu harus memegang bukti potong PPh 21 yang bisa kamu minta dari HRD atau bendahara kantormu.

 

[Baca: Gaji Dipotong, Gimana Cara Menghitung PPh Tiap Bulan?]

 

 

2. BPJS Kesehatan

Perusahaan itu wajib mengikutsertakan karyawannya dalam program BPJS Kesehatan. Dan kita sebagai karyawan pun patut bersyukur. Pasalnya, benefit dari BPJS Kesehatan ini banyak banget.

 

Kalau kamu karyawan swasta, biasanya potongan jaminan kesehatan ini sebesar 4,5%. Hebatnya, karyawan cuma wajib membayar 0,5% saja, sedangkan sisanya yang 4% ditanggung kantor.


Tapi ingat juga, jangan sampai kantor telat membayar iuran. Soalnya bakal kena denda. Besaran denda biasanya 2% per bulan dari total iuran yang tertunggak.

 

[Baca: Iuran BPJS Hangus Kalau Gak Dibayar Berbulan-bulan? Masa Sih? Terus Gimana?]

 

3. BPJS Ketenagakerjaan

Satu lagi program pemerintah yang patut diapresiasi. BPJS Ketenagakerjaan ini ada buat menggantikan Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja).

 

gaji dipotong pajak

Dengan BPJS Ketenagakerjaan, bekerja pun jadi lebih tenang

 

 

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan juga gak kalah banyak! Apa aja tuh?

 

  • Jaminan Hari Tua (JHT)
  • Jaminan Kecelakaan Kerja
  • Jaminan Kematian

 

Manfaat JHT tersebut berupa uang tunai yang besarnya merupakan nilai akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya. Jadi bukan lantas bisa berbondong-bondong buat mencairkannya.

 

Dengan BPJS Ketenagakerjaan, kamu gak perlu khawatir terkena PHK. Hasil pengembangan JHT paling sedikit sebesar rata-rata bunga deposito counter rate bank pemerintah.

 

Manfaat JHT sebelum mencapai usia 56 tahun dapat diambil sebagian jika mencapai kepesertaan 10 tahun dengan ketentuan sebagai berikut:

 

  1. Diambil maksimal 10% dari total saldo sebagai persiapan usia pensiun
  2. Diambil maksimal 30% dari total saldo untuk uang perumahan

 

4. Dana Pensiun

Belum semua kantor mengikutsertakan karyawannya dalam program dana pensiun. Kalau kamu sudah ikutan, bagus banget tuh! Bisa lebih memaksimalkan Jaminan Hari Tua.

 

Kalau kamu mikir dana pensiun itu cuma monopoli pegawai negeri sipil (PNS), itu salah. Sesuai UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, pekerja swasta juga berhak dapat dana pensiun. Biasanya difasilitasi perusahaan tempat bekerja dengan mengikutsertakan karyawan ke program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

 

gaji dipotong pajak

Jaminan Hari Tua saja gak cukup, lengkapi juga dong dengan DPLK

 

 

DPLK merupakan dana pensiun yang didirikan oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa bagi masyarakat umum, baik karyawan maupun pekerja mandiri. Contoh kerjasama tersebut antara lain Bank BRI, Bank Mandiri dan Bank BNI dengan Simponi. Sedangkan dari asuransi ada Manulife, Jiwasraya, AXA, AIG Lippo dan AIA Indonesia.

 

Bagaimana tuh mekanismenya? Sama kayak sistem potongan lainnya, perusahaan akan memotong sebagian gaji karyawan ditambah kontribusi dari perusahaan.

 

Besarnya iuran dana pensiun itu berbeda-beda tergantung kebijakan kantormu. Jadi pastikan untuk bertanya sama HRD-mu.

 

[Baca: Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Belum Jamin Bebas Finansial di Usia Pensiun]

 

Nah, itu tadi sekelumit potongan-potongan yang sering nangkring di slip gajimu tapi kamu cuekin melulu. Sudah saatnya kita aware terhadap potongan gaji, agar manfaatnya bisa maksimal kita dapat.

 

 

 

Image credit:

  •  http://i40.tinypic.com/3eubs.jpg
  • http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/assets/uploads/news/12022015_115723_jamsostek%20kini%20bpjs%20ketenagakerjaan.png
  • https://aws-dist.brta.in/2016-01/original_700/0_0_1000_665_06bfb6405b082f3600e2ff252579935614ab16ec.jpg