Yuk, Pahami Perbedaan Pajak, Retribusi, dan Sumbangan!

Pajak pasti udah gak asing buat kamu. Sebut aja pajak penghasilan atau pajak kendaraan kamu yang mesti dibayar selama periode tertentu. Namun, gimana kalau kamu dengar istilah “retribusi” dan “sumbangan”? Apa sih perbedaan pajak, retribusi, dan sumbangan?

Bisa jadi kedua istilah di atas cukup asing bila disandingkan dengan kata “pajak”. Padahal, selain pajak, ada kewajiban lain yang harus kamu patuhi sebagai warga negara yang baik, lho.

Kewajiban tersebut adalah retribusi dan sumbangan. Nah, biar makin paham dengan perbedaan pajak, retribusi, dan sumbangan, yuk kita bedah satu per satu pengertian dan fungsinya.

1. Pajak

perbedaan pajak retribusi dan sumbangan
Pajak wajib tapi gak ada timbal balik langsung (radarcirebon)

Pajak adalah iuran yang harus kamu bayarkan kepada negara dan ini sifatnya wajib. Bahkan, kamu bakal dikenakan sanksi bila gak bayar secara teratur.

Berdasarkan situs Pajak.go.id, pengertian pajak adalah kontribusi wajib pada negara yang harus dibayarkan oleh wajib pajak perorangan maupun pengusaha. Namun, orang maupun pengusaha tersebut gak bakal dapat kontraprestasi alias timbal balik secara langsung. Uang yang dikumpulkan bakal digunakan oleh negara buat keperluan masyarakat secara keseluruhan.

Ketentuan umum mengenai pajak diatur oleh Undang Undang Nomor 16 Tahun 2000. Berdasarkan undang-undang tersebut, wajib pajak mencakup orang maupun badan usaha, termasuk pembayaran pajak, pemotong, dan pemungut pajak.

Kesimpulannya, pajak bersifat wajib dan ada sanksi hukum, namun gak beri timbal balik secara langsung.

Pajak sendiri terbagi menjadi dua kategori besar, yaitu Pajak Pusat dan Pajak Daerah.

[Baca: Fun Facts: 5 Fakta tentang Pajak Penghasilan yang Patut Kamu Ketahui]

 

  • Pajak Pusat

 

Sesuai namanya, Pajak Pusat diatur dan dipungut oleh pemerintah pusat. Sebagian besar pajak tersebut dikelola pula oleh Direktorat Jenderal Pajak dan Kementerian Keuangan.

Buat pengadministrasian, termasuk pula buat kamu yang mau urus pajak yang berkaitan dengan pajak pusat, kamu bakal diarahkan ke kantor berikut: KPP atau Kantor Pelayanan Pajak, KP2KP atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak.

Pajak-pajak yang termasuk dalam Pajak Pusat, antara lain:

  • PPh atau Pajak Penghasilan.
  • PPN atau Pajak Pertambahan Nilai.
  • PPnBM atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah.
  • Bea materai, seperti misalnya dokumen surat berharga dan kuitansi pembayaran.
  • PBB atau Pajak Bumi dan Bangunan.

 

  • Pajak Daerah

 

Sementara itu, Pajak Daerah diatur oleh pemerintah daerah yang mencakup pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota. Buat mengurus pajak daerah, kamu biasanya bakal diarahkan ke Kantor Dinas Pendapatan Daerah ataupun kantor lainnya yang dinaungi oleh pemerintah daerah setempat.

Macam-macam pajak daerah ini mencakup Pajak Provinsi dan Pajak Kabupaten/ Kota. Adapun pembagiannya adalah sebagai berikut:

  1. Pajak provinsi, mencakup:
  • Pajak Kendaraan Bermotor
  • Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor
  • Pajak BBM (Bahan Bakar Kendaraan Bermotor)
  • Pajak Air Permukaan
  • Pajak Rokok
  1. Pajak kabupaten / kota, mencakup:
  • Pajak hotel
  • Pajak restoran
  • Pajak reklame
  • Pajak hiburan
  • Pajak parkir
  • Pajak air tanah
  • Pajak mineral bukan logam atau bebatuan
  • Pajak penerangan jalan
  • Pajak sarang burung walet
  • Pajak bumi dan bangunan (PBB) perdesaan dan perkotaan
  • Bea perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan.

Apa sih gunanya bayar pajak kalau gak ada timbal-baliknya secara langsung ke kita?

Sebagaimana udah disinggung sebelumnya, uang yang dikumpulkan dengan adanya pajak ini bakal digunakan buat kebutuhan masyarakat keseluruhan.

Berikut beberapa manfaatnya:

  • Memberikan fasilitas dan pelayanan umum, seperti jalan raya, jembatan, kantor polisi, rumah sakit, dan sekolah.
  • Subsidi buat beberapa kebutuhan paling penting masyarakat, seperti misalnya BBM.
  • Belanja pegawai hingga pembiayaan proyek pembangunan oleh pemerintah.
  • Bayar utang negara ke luar negeri.
  • Redistribusi pendapatan masyarakat yang punya kemampuan ekonomi lebih tinggi ke masyarakat dengan kemampuan pendapatan lebih rendah.

2. Retribusi

persamaan pajak retribusi dan sumbangan
Bayar buat jasa angkut sampah, itu namanya retribusi (line)

Udah jelas dengan pajak, sekarang kita beralih ke retribusi. Kalau kamu sering bayar parkir atau bayar pemungutan sampah, nah itu dia salah satu contoh retribusi.

Sama halnya dengan pajak, retribusi pun diatur oleh undang-undang yang ada di Indonesia. Pengaturan tentang retribusi ada di Undang Undang Nomor 28 Tahun 2009.

Di situ disebutkan mengenai definisi retribusi. Pungutan retribusi adalah pungutan atas jasa maupun izin yang diberikan pemerintah daerah buat kepentingan pribadi ataupun badan. Yang mengelola adalah Dispenda atau Dinas Pendapatan Daerah. Jadi, kamu bakal dapat timbal balik secara langsung atas kewajiban kamu tersebut.

Misal, kamu bayar parkir ya kamu dapat lahan parkir buat kendaraan kamu. Atau, kamu bayar pemungutan sampah maka sampah di depan rumah kamu bakal diangkut.

Retribusi sendiri mencakup retribusi jasa umum, jasa usaha, dan perizinan. Contoh retribusi jasa umum adalah retribusi buat pelayanan kesehatan hingga pelayanan pendidikan.

[Baca: Ketahui Tarif Pemakaman Umum di Jakarta, Jangan Mau Bayar Lebih Buat Calo atau Mafia]

Sementara itu, retribusi jasa usaha biasanya dipungut buat kepentingan seperti parkir dan tempat-tempat perdagangan. Kemudian, retribusi perizinan menyangkut kepentingan perizinan, seperti pendirian bangunan dan lain-lain.

3. Sumbangan

pengertian sumbangan dalam pajak
Sumbangan gak wajib tapi bermanfaat banget buat yang butuh (tribunnews)

Perbedaan pajak, retribusi, dan sumbangan adalah sumbangan sifatnya gak wajib, beda dengan pajak dan retribusi.

Yang menerima sumbangan bisa aja pemerintah. Selain pemerintah, sumbangan biasanya diminta oleh yayasan dan lembaga kemanusiaan serta lainnya. Namun, sifatnya gak memaksa.

Misalnya, Komite Sekolah melakukan penggalangan dana buat peningkatan mutu layanan pendidikan di sekolah tersebut. Nah, penggalangan dana tersebut diselenggarakan melalui cara sumbangan, bukan pungutan.

Karena sifatnya yang sukarela, sumbangan pun biasanya gak ada timbal-balik. Namun, dalam beberapa situasi, penerima sumbangan bisa aja tahu siapa pemberi sumbangan tersebut.

[Baca: Saat Bencana Alam di Indonesia Terjadi, Nyumbang Uang Lebih Baik dari Barang]

Kesimpulannya, perbedaan pajak, retribusi, dan sumbangan terletak pada manfaat, fungsi, serta dasar hukumnya.

Pajak sangat wajib kamu bayarkan dan ada sanksi hukum. Namun, gak ada timbal balik secara langsung. Retribusi pun wajib kamu bayarkan serta ada sanksi hukum, namun punya timbal balik langsung ke kamu.

Sementara itu, sumbangan sifatnya sukarela. Kamu bisa bayar ataupun gak, dan gak ada sanksi hukum bila gak menyetor sumbangan. Meski demikian, berkontribusi beri sumbangan bakal bawa dampak baik pada orang yang membutuhkannya.

Jadi, sekarang, kamu udah tahu kan pos-pos pengeluaran yang harus kamu siapkan secara rutin? Pajak, retribusi, dan sumbangan bisa kamu masukkan dalam pos pengeluaran bulanan kamu.