Yang Suka Backpacking Hitung Dulu Mana yang Lebih Hemat, Sendirian atau Ikut Open Trip

Semua orang punya gaya sendiri-sendiri ketika traveling. Ada yang langsung go show atau spontan, ada pula yang pakai perencanaan matang. Yang masuk golongan go show, mungkin ingin menikmati tantangannya. Macam kafilah gitu lah.

Lain halnya yang pakai perencanaan. Golongan yang ini menilai traveling bukan sekadar masukkan baju ke koper. Traveling yang sempurna itu berangkat dari perencanaan yang perfect. Jadinya ada tahapan persiapan, riset, kalkulasi kebutuhan dana, sampai urus visa dan asuransi perjalanan kalau mau keluar negeri.

[Baca: Kenalan dengan 5 Hal yang Tak Di-cover Asuransi Perjalanan]

Begitu pun dalam urusan menentukan traveling lewat open trip atau model backpacker-an. Ini juga bagian dari perencanaan. Menjatuhkan pilihan dari dua opsi itu sangat tergantung sama kebutuhan. Jadi tak bisa pukul rata.

Ada kalanya traveling itu lebih asyik dilakukan sendiri dengan gaya backpacker-an. Kadang kala ikut open trip pun juga tak kalah asyik. Wajar pada akhirnya malah bikin bimbang.

Eh, sebelum terlalu jauh bahasnya, kenalan dulu sama gaya traveling open trip.

Open Trip atau Swadaya

Open trip itu perjalanan atau traveling yang terbuka buat siapa saja yang ingin pergi ke destinasi yang sudah ditentukan pihak agen travel. Pokoknya agen travel yang punya kekuasaan mutlak di sini.

aktivitas saat weekend
Mau nyari tiket dan akomodasi paling murah? Kunjungi travel fair!

Kekuasaan itu mencakup menentukan destinasi, waktu keberangkatan, ongkosnya, dan lain-lain. Intinya, peserta tinggal ikut saja.

Tentu ada plus minusnya pakai opsi open trip. Plusnya dulu deh. Pastinya tinggal terima beres. Enggak perlu pusing bikin rencana perjalanan, mau kemana pas tiba di destinasi, gak perlu capek cari penginapan, sampai bingung mau makan di mana.

Semua tetek bengek itu sudah dibereskan agen travel. Mereka yang membuat perjalanan dibuat seefisien dan seindah mungkin. Jadi jangan heran kalau semua peserta dikasih rundown acara dan wajib patuh. Pokoknya disiplin banget. Pas waktunya bangun dan sarapan, ya harus ikut. Kalau enggak, ditinggallah.

Enaknya lagi, ikutan open trip terbuka kemungkinan dapat kenalan baru karena traveling dengan rombongan. Jadi enggak mungkin kesepian selama perjalanan. Apalagi kalau ketemu orang yang klop dan chemistry-nya sama. Makin menjadi-jadi asyiknya.

Minusnya, duit yang dikeluarkan buat traveling open trip lebih mahal. Kan pakai jasa ‘pihak lain’ buat urus perencanaan traveling. Meski begitu, mahal atau tidaknya relatif sih. Kadang bisa jadi open trip lebih murah karena cukup bayar sekali saja di awal. Ini bisa menekan kecemasan pengeluaran membengkak pas traveling.

[Baca: 5 Destinasi di Eropa yang Ramah sama Rupiah]

Bagaimana kalau swadaya? Yang paling dirasa adalah bebas tentukan sendiri kapan berangkat, pakai apa, destinasi, waktu, dan tentu saja budget-nya. Berasa lebih murah karena enggak pakai ‘jasa agen’.

Biar enggak lama-lama mikirnya, berikut ini beberapa poin yang bisa menjadi pertimbangan mau ikutan open trip atau pergi sendirian.

kartu kredit terbaik untuk traveller
Rame-rame lebih seru, tapi sendirian pun juga gak kalah asyik

1.Destinasi

Mau traveling kemana? Apakah kota besar, pegunungan, pantai, atau kawasan pedesaan. Bila tujuannya ke kota besar, mungkin bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan agen travel. Pastinya kota besar sudah ramah sama turis. Semua informasi bisa didapat dengan mudah.

Kalau destinasinya pegunungan atau pedalaman, ada baiknya pakai agen travel. Mereka sudah menyediakan guide, transport, dan akomodasi di tujuan. Jadi bisa lebih nyaman ketimbang jalan sendiri.

2. Ajak siapa

Mau jalan sendiri, ajak teman, atau anggota keluarga, harus jadi pertimbangan juga. Kalau kebetulan traveling bareng teman yang punya passion traveling, ya mending jalan sendiri.

Beda kalau traveling sama anggota keluarga. Mungkin lebih enak pakai agen  travel yang punya jadwal pasti. Pertimbangannya, jangan samakan stamina mereka sama diri sendiri. Misalnya ajak anak yang masih kecil atau orang tua.

3. Lama traveling

Pertimbangkan juga durasi traveling. Ini juga bagian penting. Misalnya cuma libur tiga hari dan ingin jalan-jalan di banyak spot wisata di destinasi, lebih baik pakai open trip. Daripada habiskan waktu nyasar dan buta arah? Tentu bisa berhemat dari segi waktu.

kuliah di luar negeri
Destinasi berikutnya: Paris!

Cerita jadi lain kalau waktu liburnya panjang. Katakanlah dua pekan sampai sebulan. Cuma bukan berarti full sendiri. Bisa saja pakai kombinasi. Awal-awal pakai agen travel tapi selepas itu jalan sendiri.

4. Jenis traveling

Lagi traveling untuk mengisi liburan atau bulan madu? Ini turut menentukan pertimbangan. Kalau sekadar mengisi liburan, bisa saja backpacker-an  biar lebih kaya pengalaman. Honeymoon? Kadang bisa lebih murah bila jalan sendiri karena ada penawaran diskon dari hotel. Kalau mau praktis, tentu pakai open trip.

5. Risiko

Risiko mesti dicantumkan dalam pertimbangan. Misalnya saja risiko nyasar kalau jalan sendiri yang membuat pengeluaran membengkak. Risiko gagal dapat penginapan yang memadai. Termasuk juga risiko jadi korban kriminal.

Bandingan potensi risiko itu bila jalan sendiri atau ikutan open trip. Semua itu tetap harus dipikirkan masak-masak.

6. Budget

Ini paling utama. Tentukan berapa budget untuk traveling. Estimasikan dengan matang. Perlu ditekankan, tak selamanya traveling sendirian lebih murah daripada open trip. Ketika perencanaan meleset, kemungkinan pengeluaran bisa bertambah. Lebih-lebih bila destinasi yang dituju sama sekali belum dikenal.

pulihkan keuangan kamu
Kalkulasikan lama perjalanan dengan biaya yang dibutuhkan. Dari situ bisa ketauan total biaya traveling

Sedangkan ikutan open trip tak selamanya dianggap mahal. Bisa jadi agen travel itu mematok biaya lebih tinggi karena menawarkan fasilitas atau akomodasi yang nyaman.

[Baca: Budget Rp 6 Juta Bisa Pelesiran ke Maladewa]

Makin pusing? Semoga enggak ya. Sejatinya sih enggak perlu bumbu bimbang. Tinggal jawab saja pertanyaan dasarnya. “Gue mau cari apa sih dari traveling ini dengan modal segini?” So, ketahui itu dulu baru bisa putuskan mau pilih open trip atau swadaya.

Kenali dan ketahui dalam-dalam apa yang dituju dari perjalanan ini. Kemudian barulah bisa meraba-raba mana yang terbaik untuk merealisasikan perjalanan itu. Selamat traveling!

[Baca: Cara Kelola Keuangan yang Maknyus Usai Liburan]

 

Image credit:

  • http://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/garuda-indonesia-travel-fair-2015_20150406_162729.jpg
  • http://thespiritscience.net/wp-content/uploads/2015/05/baggage.jpg
  • http://www.pegipegi.com/travel/wp-content/uploads/2015/01/Foto-1-Kenapa-Perancis-Paling-Banyak-Dikunjungi-Wisatawan-Dunia-1024×512.jpg
  • http://www.maestrotourtravel.com/images/news/62147163053_nabung5.jpg