Yakin Motor Listrik Rp 16 Jutaan Lebih Nguntungin Daripada Skutik?

Pada Juni 2017, Viar baru saja meluncurkan motor listrik terbarunya yaitu Q1 yang diklaim laris 500 unit sebulan. Tahun 2018, Garansindo pun berniat meluncurkan

Gesits. Produsen motor mengklaim kepemilikan motor ini bisa menghemat kantong konsumen. Namun apakah hal itu benar?

Kalau dilihat dari harganya, harga motor listrik memang gak jauh beda sama motor skutik biasa. Cuma lebih mahal sedikit Tapi motor ini pun gak perlu isi bensin karena sumber energinya ada di baterai yang bisa diisi ulang selama kurang lebih tiga jam.

[Baca: Adu Jago 3 Motor Matic Terbaru Seharga Rp 15 Jutaan]

Berarti beneran nguntungin dong, karena dengan membeli motor listrik yang sedikit lebih mahal, kita bisa ngehemat biaya dengan gak isi bensin? Bisa iya, bisa gak juga sih.

Nguntungin di sini kan gak hanya berkaitan sama uang, melainkan juga mengenai waktu.

So, daripada kita bertanya-tanya dan nebak-nebak melulu, yuk kita simak saja perbandingan efisiensi biaya kepemilikan Viar Q1, Suzuki Address FI, Yamaha Mio M3, dan Honda Beat Pop eSP.

1. Biaya perawatan

motor listrik

Soal biaya perawatan, Viar bisa dikatakan lebih unggul karena gak butuh ganti oli serta tuneup. Kalaupun ke bengkel paling ya cuma ganti ban atau kampas.

2. Konsumsi BBM atau energi

Sudah pasti agak susah ngebandingin Viar dengan ketiga skutik ini dalam urusan konsumsi BBM, secara Viar Q1 gak isi bensin.

Tapi patut diketahui, butuh 2 KwH untuk mengisi ulang baterai Viar sampai penuh. Adapun jarak tempuh maksimal Viar Q1, seperti yang dilaporkan oleh Viva adalah 58 kilometer.

Bila kamu adalah pengguna listrik golongan 1.300 VA, maka tarif dasar listrik PLN  rumahmu adalah Rp 1.467 per KwH. So, Rp 1.467 x 2 KwH = Rp 2.934. Apakah lebih hemat?

[Baca: Daya Listrik PLN Naik, Lakukan 7 Hal Ini Biar Tetap Hemat]

motor listrik

3. Biaya Ganti Baterai

Viar Q1 menggunakan baterai Bosch yang bisa di-charge 600 hingga 800 kali. Usia pakainya diprediksi antara satu hingga tiga tahun saja. Dan harga baterainya sampai Rp 5 juta. Tentu saja, makin sering dipakai maka masa pakainya bisa cepat habis.

Sementara itu aki skutik seperti itu juga awet antara satu hingga dua tahunan. Terbilang cukup awet, tapi semuanya balik lagi sama pemakaian. Kalau akinya adalah aki basah dan rajin diisi elektrolit, pasti awet.

Aki ketiga motor matic murah tersebut harganya pun gak jauh beda, yaitu di kisaran 220 ribuan.

Jadi walaupun gak perlu rutin ganti oli setiap bulan, sekali ganti baterai kamu bakal keluar duit besar lho. Viar juga pernah mengatakan bahwa walau baterainya mahal, kamu masih bisa membelinya dengan cara dicicil.

4. Jaringan servis

Menurut pernyataan dari Direktur Viar Motor Indonesia di Kompas, Viar memang sudah punya 600 diler dan bengkel. Tapi yang melayani servis motor listrik Viar Q1 hanya 50.

Sementara itu, jumlah bengkel motor Suzuki luar biasa banyak. Grid Oto sempat melaporkan bahwa saat ini, jumlah bengkel resmi pabrikan motor berlogo S itu naik 74 persen!

Di Jawa saja, bengkel mitra Suzuki dilaporkan sudah mencapai 165. Walaupun sulit ditemukan angka yang pasti mengenai jumlah bengkel resmi motor Suzuki, tapi gak susahlah pastinya mencari bengkel motor ini.

[Baca: Bengkel Resmi atau Bengkel Umum, Mana Pilihan yang Lebih Cerdas?]

Sementara itu, Honda memiliki 3.646 bengkel resmi dan 350 bengkel binaan. Data ini langsung diambil dari situs Astra Honda tahun 2015 lalu.

Sedangkan dari situs Yamaha, pabrikan motor berlogo garpu tala ini punya sekitar 2.552 bengkel resmi. Lumayan banyak dong pastinya.

5. Harga jual

Sampai saat ini, belum ada orang yang menjual Viar Q1 karena motor ini juga baru saja meluncur. Tapi, untuk Suzuki Address FI keluaran 2016, harganya ada di kisaran Rp 7,8 jutaan.

Sementara itu, Yamaha Mio M3 2016 harga jualnya Rp 9,8 juta, dan Honda Beat Pop eSP di Rp 11,5 juta.

Kesimpulan

Apakah punya motor listrik itu lebih nguntungin ketimbang motor skutik? Gak ada jawaban yang mutlak atas pertanyaan ini.

Pada intinya, sampai kapanpun motor listrik dengan spesifikasi seperti Viar Q1 gak bisa menggantikan peran skutik. Mengingat kecepatan maksimumnya cuma 60 km per jam, dan baterainya hanya kuat untuk jarak 58 km.

Bila memang setiap hari kamu hanya perlu berkendara dengan jarak 10 km, maka Viar Q1 mungkin jadi pilihan yang tepat. Karena kamu baru akan nge-charge motor tersebut di hari kelima atau ke-enam.

Tapi, jika setiap hari kamu berkendara dan selalu menempuh jarak 40 km, maka skutik lah pilihan yang tepat. Karena apabila kamu naik motor listrik, setiap dua hari baterai motornya harus di-charge. Makin sering nge-charge ya makin cepet tekor baterainya.

So, pilih motor listrik atau skutik biasa nih? Sudah tahu dong pilihan yang tepat.