Yakin Gak Banyak Utang? Cek Dulu 5 Ciri Ini

Bila udah terlalu banyak utang, kamu bisa segera mendeteksinya dengan memperhatikan sejumlah “sinyal”.

Yap! Kamu harusnya segera waspada kalau udah masuk ke “zona merah utang”. Saat itu biasanya kamu bakal dihantui oleh utang kapan pun dan di mana pun.

Biar kamu bisa segera atasi jeratan setan bernama utang ini, yuk introspeksi diri bila udah mengalami lima hal ini.

1. Bergantung pada kartu kredit dan utang

banyak utang
Terlalu bergantung pada kartu kredit (kumparan)

Bergantung yang disebutkan di sini maksudnya adalah kamu udah gak bisa hidup tanpa kartu kredit maupun utang.

Kamu perlu kartu kredit buat menutupi pengeluaran bulanan kamu. Padahal kamu mestinya bayar segala pengeluaran bulanan tersebut emang harus dari pos penghasilan, bukan utang.

Karena udah terlalu banyak utang, sering kali gaji kamu benar-benar tiris. Akhirnya, kamu perlu ngutang lagi deh buat membiayai beberapa kebutuhan bulanan kamu. Duh!

[Baca: Punya Banyak Utang tapi Gaya, Apakah Kamu Salah Satunya?]

2. Jumlah utang melebihi batas 30 persen

banyak hutang
Lihat tagihan bikin tertekan (Hellosehat)

Kalau utang udah melebihi batas 30 persen dari jumlah penghasilan kamu, harusnya ini udah jadi kartu merah.

Idealnya, jumlah cicilan utang kamu gak melebihi angka 30 persen. Lebih dari itu, kamu mesti mengambil dana buat bayar utang dari pos lainnya, misalnya biaya entertainment dan bahkan biaya hidup.

Jangan sampai deh gara-gara bayar utang, kamu gak bisa ngapa-ngapain lagi. Muka muram, masa depan pun suram.

3. Bayar tagihan dengan pembayaran minimum

pusing banyak hutang
Bayar tagihan kartu kredit selalu minimum, kapan kelarnya? (okezone)

Tanda berikut yang patut kamu waspadai adalah saat di mana kamu cuma bisa bayar minimum tagihan kartu kredit kamu.

Kalau kamu udah sampai tahap ini, apalagi terjadi selama beberapa bulan, segera deh cari cara buat selesaikan tagihan tersebut.

Misalnya, kamu bisa ambil sebagian dana dari pos hiburan. Cara lain adalah jual barang yang gak kamu perlukan, atau cari penghasilan tambahan.

[Baca: 6 Kebiasaan Menyepelekan Keuangan Ini Bakal Menimbunmu dalam Tumpukan Utang]

4. Gali lubang tutup lubang

cara melunasi hutang yang bertumpuk
Pinjam lagi, pinjam lagi (inspirasi)

Istilah ini sering digunakan saat kamu harus bayar utang dengan utang lainnya.

Misalnya, kamu punya banyak utang kartu kredit. Akhirnya, kamu ambil jalan pintas dengan cara ajukan KTA. Di lain waktu, kamu mesti bayar utang kepada teman dengan ambil dana dari cash advance kartu kredit.

Ingat! Cara ini sebenarnya gak menyelesaikan utang-utang kamu. Malah jumlah utang kamu makin bertambah karena bunganya yang bisa jadi lebih tinggi. Selain itu, cara tersebut sebenarnya cuma menunda pembayaran aja.

5. Gak punya tabungan sama sekali

bebas dari hutang
Gak punya tabungan sama sekali (jadimandiri)

Gimana mau nabung kalau banyak utang? Buat menghidupi kebutuhan sehari-hari aja pas-pasan banget.

Rekening kamu selalu kosong dan bahkan minus di akhir bulan. Jika kamu udah sampai di tahap ini, kamu mesti segera perbaiki diri ya.

[Baca: Kerja Sudah Lebih dari 5 Tahun, Kok Gak Punya Tabungan Alias Zonk Sih!]

Kita gak tahu apa yang bisa terjadi di hari esok. Misalnya aja kamu atau anggota keluarga kamu jatuh sakit. Atau kadang kamu butuh dana buat perbaikan kendaraan dan lainnya. Kamu tentu butuh dana darurat, bukan?

Lagipula jalan masih panjang, kamu pasti punya rencana-rencana masa depan yang pengin dan harus kamu wujudkan. Misalnya, kamu pasti pengin punya rumah, kendaraan, dan sebagainya.

Buat gapai segala impian tersebut, salah satu syaratnya kamu perlu bebas dari utang, khususnya utang konsumtif.

Yuk segera perbaiki kesalahan-kesalahan yang udah terjadi yang bikin kamu terlalu banyak utang!