Waspada! Ini 10 Entitas Investasi Bodong yang Dihentikan OJK

Investasi amat penting supaya kamu bisa merasakan kebebasan finansial di masa depan. Namun, untuk terjun ke dunia investasi, kamu wajib berhati-hati. Pasalnya, banyak penyedia jasa investasi bodong yang menawarkan jasa investasi dengan imbal hasil menggiurkan.

Oleh karena itu, kamu patut menjadikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai rujukan untuk mengetahui legal atau tidaknya suatu penawaran investasi. OJK selalu mengawasi pergerakan perusahaan-perusahaan jasa investasi yang disinyalir ilegal.

Seperti baru-baru ini, Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menemukan penawaran produk atau kegiatan usaha dari 10 entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin pihak berwenang atau ilegal. Karena dinilai berpotensi merugikan masyarakat, OJK menghentikan operasi 10 perusahaan tersebut.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Otoritas Jasa Keuangan (@ojkindonesia) on

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing, mengatakan, 10 entitas penyedia jasa investasi bodong tersebut bervariasi bentuk usahanya, mulai dari pialang berjangka hingga jual beli emas digital. Bahkan, ujarnya, ada perusahaan yang sebelumnya sudah dihentikan kembali beroperasi.

“Nomor 3 dan 4 penjelmaan dar perusahaan yg dihentikan, kontennya sama,” ucapnya.

Lantas, entitas usaha apa saja yang jadi sorotan OJK tersebut? Berikut ini daftarnya.

 

  1. PT Investasi Asia Future, melakukan kegiatan usaha pialang berjangka tanpa memiliki izin.
  1. PT Reksa Visitindo Indonesia, melakukan kegiatan usaha pialang berjangka tanpa memiliki izin.
  1. PT Indotama Future, melakukan kegiatan usaha pialang berjangka tanpa memiliki izin.
  2. PT Recycle Tronic, melakukan kegiatan usaha pialang berjangka tanpa memiliki izin.
  3. MIA Fintech FX, melakukan kegiatan usaha pialang berjangka tanpa memiliki izin.
  4. PT Berlian Internasional Teknologi, melakukan kegiatan usaha penjualan produk secara multi level marketing (MLM) tanpa izin.
  5. PT Dobel Network Internasional (Saverion), melakukan kegiatan usaha penjualan produk secara multi level marketing(MLM) tanpa izin.
  6. PT Aurum Karya Indonesia, melakukan kegiatan usaha penjualan emas dengan sistem digital.
  7. Zain Tour and Travel, melakukan kegiatan usaha travel perjalanan ibadah tanpa izin.
  8. Undianwhatsapp2018.blogspot/PT.WhatsappIndonesia, melakukan penipuan dengan modus undian berhadiah.

Tongam menegaskan, penawaran dari 10 investasi ilegal tersebut sangat berbahaya bagi masyarakat. Selain itu, aktivitas mereka berpotensi mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan.

Hal itu disebabkan karena para pelaku memanfaatkan kurangnya pemahaman sebagian masyarakat terhadap investasi dengan menawarkan imbal hasil atau keuntungan yang tidak wajar.

“Satgas telah melakukan analisis terhadap kegiatan usaha entitas tersebut dan berdasarkan aturan hukum yang berlaku menyatakan bahwa entitas tersebut harus menghentikan kegiatannya” kata Tongam dalam keterangan resminya.

Investasi bodong ini menyasar siapa saja, baik public figur atau mereka yang berduit banyak macam artis, sampai para investor pemula yang rata-rata tertarik untuk ikut lantaran dana awal yang rata-rata tidak terlalu besar.

Sementara itu, Satgas Waspada Investasi meminta kepada masyarakat selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya. Jangan terjerat investasi bodong hanya karena tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima.