Waspada 7 Penyakit Mobil yang Kerap Muncul Usai Mudik Ini

Kalau sebelum mudik mobilmu sudah diservis, apakah perlu melakukan servis lagi usai mudik? Jawabannya adalah ya. Lebih baik bawa mobilmu ke bengkel untuk diperiksa ulang sebelum digunakan kembali untuk aktivitas sehari-hari.

Saat mudik, mobilmu pasti menempuh perjalanan yang sangat jauh, dan tak jarang juga melewati jalan yang berbatu dan berlubang kan? Nah, di sinilah pentingnya untuk melakukan servis.

Jangan salah, ada tujuh penyakit mobil yang kerap muncul usai mudik atau menempuh perjalanan jauh. Daripada penyakitnya jadi tambah parah dan menyerang komponen-komponen lainnya, lebih baik kamu bereskan dari sekarang.

Semakin parah kerusakannya, tentu makin mahal pula biaya servisnya. Gak mau kan mengalami hal itu? Makanya, yuk kita cari tahu tujuh penyakit mobil yang bisa muncul usai mudik.

1. Kopling bermasalah

Penyakit ini umumnya menimpa mobil bertransmisi manual. Beberapa posko mudik pun menyediakan jasa servis kopling. Jelas sekali bahwa masalah kopling merupakan masalah yang sering dialami pemudik.

muncul usai mudik
Buat yang belum pernah nyetir mobil manual, pedal kopling itu ada di sebelah kirinya rem (pedal/European Motor Cars)

Kopling yang bermasalah umumnya disebabkan karena gaya berkendara si pengguna mobil. Ketika jalanan macet, terutama di tanjakan, pengguna mobil terkadang malas menarik rem tangan dan menggunakan metode mengemudi setengah kopling dengan tranmisi yang berada di gigi satu.

Kebiasaan inilah yang membuat kopling cepat habis. Selain itu, kanvas kopling akan mengalami gesekan dengan berat antara flywheel dan dekrup atau cover clutch.

Lantas kalau mobilnya matic apakah terbebas dari masalah ini? Gak juga. Jika kampas kopling aus, perpindahan gigi mobil matic bakal terasa menyentak. Akan terasa pula getaran yang membuatmu gak nyaman.

Oleh karena itu, usai mudik jangan lupa cek kopling di bengkel ya. Jangan sampai dicuekin.

2. Shock breaker bocor

Bocornya shock breaker bisa diakibatkan karena gaya si pengemudi saat melewati jalanan yang rusak, muatan mobil yang kelewat batas, atau penggunaan ban yang sudah gak bagus. Oleh karena itu, kehati-hatian merupakan hal yang penting dilakukan ketika kamu mengemudi.

Namanya saja sudah “kaki-kaki,” berarti ini berfungsi untuk menopang tubuh dong. Kalau kakinya sakit, mau jalan pun susah bukan?

3. Timing belt rusak

Jika timing belt rusak, maka kamu akan mendengar suara dengungan yang sangat bising pada saat mobimu di-starter. Jangan pernah mengulur-ulur waktu untuk mengganti timing belt yang rusak.

Timing belt adalah sabuk karet bergerigi yang berfungsi untuk memutar poros camshaft. Camshaft sendiri bertujuan untuk membuka katup masuk dan katup buang. Bayangkan saja kalau komponen ini rusak, ada potensi katup mesin jadi bengkok, piston ikut rusak, dan pastinya mesin gak bakal bisa hidup.

muncul usai mudik
Kalau timing beltnya sudah rusak, komponen lain berpotensi rusak juga. Hati-hati lho (timing belt/your mechanic)

Sebelum ke bengkel, ada baiknya untuk membuka buku manual mobilmu. Beberapa mobil mengharuskan pergantian timing belt setiap 50 ribu kilometer, 80 ribu kilometer, atau 150 ribu kilometer.

4. Pengikisan ban

Yang namanya jalan jauh sudah pasti ban bakal terkikis. Makanya, perhatikan bagian ban dengan cermat. Apabila sudah kelihatan gak rata, lakukan balancing dan spooring saja.

Periksa juga tekanan angin ban. Karena jika kurang angin, ada potensi mobilmu boros BBM.

5. Pengereman gak maksimal

Bila kamu mendengar ada suara yang gak wajar muncul saat mengerem, kamu patut waspada. Segera cek bagian kolong mobil dan pastikan minyak rem gak bocor.

Ketika di bengkel, mintalah kepada mekanik untuk mengecek level minyak rem mobilmu. Apabila berkurang drastis, segera cek bagian selangnya.

6. Aki soak

Komponen yang berfungsi untuk menyimpan energi listrik mobil ini juga wajib diperiksa. Karena kalau sudah rusak atau soak, mobilmu bisa mogok mendadak atau bahkan gak bisa di-starter.

Buat yang menggunakan aki basah, jaga volume air aki dengan baik. Kerusakan bisa terjadi akibat air aki berada di bawah garis lower.

Bagi pengguna aki kering, mendeteksi kesehatan aki tentu agak lebih rumit. Namun  kamu bisa melakukan pengamatan lewat suara mobil ketika di-starter. Apabila suaranya melemah, segera bawa ke bengkel.

7. AC kotor

AC juga wajib diperiksa lho. Kenapa? Karena udara kotor yang berdebu selama perjalanan bisa mempengaruhi kondisi teknis AC.

Segera lakukan pencucian evaporator, kondensor, motor blower, dan saringan. Cek juga freon-nya, barangkali harus diisi ulang. Biaya servis AC cukup beragam, umumnya antara Rp 500 ribuan hingga Rp 950 ribuan, tergantung paket servisnya.

muncul usai mudik
Jangan salah, AC juga harus dicek lho (AC mobil/servicing your car tips)

Jangan sepelekan masalah pengisian freon lho. Freon kurang berpotensi menciptakan kebocoran oli kompresor. Apabila kompresor rusak karena kehabisan oli, biaya perawatannya bisa mencapai Rp 4 jutaan. Terbukti kan, kalau gak rajin-rajin diperiksa bisa tekor di kemudian hari?

So, sudah paham kan sama penyakit-penyakit mobil usai mudik yang harus diwaspadai. Jangan lupa bahwa ngerawat mobil gak jauh beda sama ngerawat badan.

Daripada penyakitnya menjalar ke komponen lain, lebih baik diperbaiki dari awal. Selalu ingat deh, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Selain mewaspadai tujuh penyakit ini, penting juga lho untuk mengasuransikan mobilmu. Karena usai mudik, sebagian besar dari kamu biasanya menemukan ada baret atau mungkin penyok di mobil.

Tanpa asuransi, biaya servis di bengkel body repair tentunya gak murah. Gak mau kan pengeluaranmu bengkak karena harus servis body dan mesin? Segera pilih asuransi terbaik buatmu, dan jangan lupa untuk bandingkan dulu ya.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Pengendara Mobil Bisa Makin Untung Kalau Isi BBM dengan 5 Kartu Kredit Ini]

[Baca: Mobil Terlibat Kecelakaan Pas di Kampung Halaman, Bisa Klaim Asuransi Gak Ya?]

[Baca: Buat yang Baru Punya Anak, Pilih Mobil Keluarga yang Dilengkapi Fitur-Fitur Ini]