Waspada! 5 Modus Investasi Bodong Ini Bikin Rugi Artis Miliaran Rupiah

Penjahat mengincar siapa saja, tak peduli korbannya adalah artis ternama. Pelaku kejahatan investasi adalah salah satunya. Beberapa artis bahkan terpaksa hidup repot akibat tertipu investasi bodong.

Namanya duit, memang sering kali membuat mata gelap. Mendapat tawaran investasi dengan imbal hasil yang menggiurkan, para artis itu pun tergoda menanamkan duit hasil kerja kerasnya.

Kerugian mereka tidak main-main. Bahkan ada yang sampai Rp 8 miliar lebih! Itu duit semua, bukan daun atau tumpukan tisu lho.

Investasi bodong itu menggunakan pelbagai modus untuk memperdaya korban. Mari kita simak bersama bagaimana para selebriti itu bisa sampai tertipu investasi agar bisa memetik pelajaran darinya.

1. Memanfaatkan kedekatan

Ayah dan anak, Addie M.S. dan Kevin Aprilio, tertipu investasi bodong hingga Rp 8,5 miliar. Investasi itu bermula pada 2015. Korbannya pun bukan hanya mereka, tapi juga banyak lainnya.

Kevin bahkan sampai menjual beberapa asetnya untuk mengganti kerugian beberapa orang yang ia ajak berinvestasi bersama. Dia mengaku tertipu karena orang yang menawarkan investasi itu sudah kenal dekat dengan keluarganya.

Modus ini juga dialami penyanyi religi Sulis. Dia merugi hingga Rp 400 juta karena tertipu oleh pengurus fans club-nya. Merasa sudah kenal, dia percaya saja kepadanya ketika ditawari berinvestasi.

Bahkan sama seperti Kevin, dia mengajak orang lain kenalannya untuk ikut menanamkan duit. Tak dinyana, investasi itu bodong dan dia pun mesti menempuh jalur hukum untuk menyelesaikannya.

2. Menawarkan tren

investasi-bodong
Investasi juga ada aturannya, bukan asal setor dana (detik.com)

Lain lagi dengan Hengky Kurniawan. Artis sekaligus politikus ini tertipu investasi bisnis rental taksi online.

Awalnya, dia memang berniat buka usaha rental taksi online yang memang sedang nge-tren. Oleh sopirnya, dia dikenalkan dengan seseorang yang mengaku menjalankan bisnis pool taksi online.

Dia mengumpulkan pemilik mobil yang hendak menyewakan mobil itu, lalu mengoperasikannya sebagai angkutan sewa online. Hengky dijanjikan imbal hasil dari tarif sewa mobil tersebut.

Tapi ternyata mobilnya malah digadaikan. Tak tanggung-tanggung, lima unit mobil lenyap. Hengky sempat menyelamatkan dua unit mobilnya, tapi tiga lainnya telanjur tergadai sehingga dia mesti menebusnya bersama pihak leasing.

3. Memanfaatkan komunitas

Sebagai artis, Annisa Bahar punya komunitas satu lingkungan kerja. Kelompok sosialita itu mestinya jadi ajang silaturahmi, tapi ternyata dimanfaatkan juga oleh penipu investasi bodong.

Annisa dan koleganya ditawari investasi batu bara oleh rekan yang juga artis, Sandy Tumiwa. Namun ternyata investasi itu tak menghasilkan apa pun, kecuali kerugian.

Akhirnya, Sandy dilaporkan ke polisi. Mantan istri Tessa Kaunang itu pun divonis dua tahun penjara akibat perbuatannya.

4. MLM

investasi-bodong
Sudah banyak korban investasi Ponzi, jangan ikut-ikutan (cryptonewsmonitor.com)

Modus ini mungkin yang paling banyak korbannya. MLM alias multi-level marketing sebenarnya bukan bisnis ilegal. Tapi bisnis investasi ini jadi masalah ketika dilakukan dengan skema Ponzi.

Itulah modus investasi bodong yang makan korban Rizal Djibran dan beberapa artis lainnya. Rizal awalnya diiming-imingi keuntungan investasi tisu hingga 1 persen per hari untuk setiap Rp 1 juta yang diinvestasikan.

Merasa bakal mendapat untung besar, dia pun tertarik. Tapi ternyata iming-iming itu pepesan kosong belaka. Dia pun tertipu hingga miliaran rupiah.

5. Iming-iming sektor basah

investasi-bodong
Dulu mungkin bisnis minyak tokcer, tapi sekarang sepertinya agak susah (tempo.co)

Terakhir, ada artis Cynthiara Alona yang pernah tertipu investasi bodong dengan iming-iming imbal hasil besar dari sektor “basah”. Sektor ini dikenal gurih dalam soal menghasilkan rupiah, yakni perminyakan dan kontraktor.

Untungnya Cynthiara belum menyetorkan seluruh duit yang diminta. Meski begitu, dia tetap menderita kerugian hingga Rp 750 juta. Dia pun mesti bolak-balik berurusan dengan hukum guna menyelesaikan kasus penipuan itu.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberi nasihat, waspadalah jika ada yang menawarkan investasi dengan imbal hasil tak masuk akal. OJK menyebutkan orang gampang tertipu investasi bodong karena merasa ingin cepat kaya.

Dalam investasi berlaku rumus sederhana: makin tinggi potensi keuntungan, makin besar risikonya. Maka, jika ada yang menawarkan imbal hasil besar dengan risiko kecil atau bahkan tak ada, kita patut waspada. Pengalaman para artis itu bisa kita jadikan pelajaran agar tak gampang tertipu tawaran investasi.