Waspada 5 Barang Ini Harganya Bakal Naik Jelang Lebaran

Menjelang Lebaran, selalu saja ada kenaikan harga barang. Gejolak harga ini terutama menimpa bahan pangan.

Makanya, kita semestinya belajar dari pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya ketika hendak masuk bulan puasa. Barang yang yang harganya naik biasanya ya itu-itu saja.

Karena itu, kita bisa mengantisipasi dengan mendaftar barang-barang tersebut. Tapi itu saja tidak cukup. Demi menjaga keuangan, kita harus bisa menyiasati keadaan ini dengan menerapkan strategi keuangan yang mumpuni.

Berikut ini sejumlah barang yang harganya kemungkinan besar naik jelang Lebaran:

1. Bahan pokok

Harga bahan pokok seperti beras, gula, minyak, dan daging acap kali naik menjelang Lebaran. Pemerintah sudah mengerahkan segenap upaya untuk mencegah kenaikan, tapi belum berbuah hasil nyata.

Harganya Bakal Naik Jelang Lebaran
Sembako sudah pasti naik harganya (Bahan Pokok/BP)

Harga eceran tertinggi (HET) pun sudah diterapkan dengan sanksi yang menyertai kalau ada pedagang atau distributor yang melanggar. Kita sebagai masyarakat harus ikut memantau penerapan aturan ini.

Bila menemukan pelanggaran, kita bisa melapor. Hubungi saja dinas perdagangan atau kantor Bulog setempat. Yang rugi kita sendiri kalau harganya naik gak terkendali, lho.

2. Sirup

Komoditas ini memang bahan pangan utama. Tapi Lebaran belum lengkap rasanya kalau gak ada sirup.

Masalahnya, beberapa produsen menangkap fenomena ini demi menaikkan profit. Walhasil, harga sirup buatan mereka pun naik.

Mengingat sirup bisa tahan lama, mending beli minuman manis ini sejak jauh hari sebelum masa puasa. Simpan di tempat yang aman, lalu keluarkan begitu dibutuhkan selama Ramadan dan Lebaran.

3. Kue kering dan biskuit

Bersama sirup, kue kering dan biskuit adalah hal tak terpisahkan dari Lebaran. Tapi ya sama masalahnya. Harganya mendadak naik saat mendekati Lebaran.

harganya bakal naik jelang lebaran
Beli kue kering aja dari sekarang buat suguhan tamu saat Lebaran (Kue kering/Harian Terbit)

Namun tenang, kita bisa menyiasati hal ini dengan membuat sendiri kue-kue di rumah. Daripada nongkrong gak jelas menjelang berbuka, mending bikin adonan kue.

Siapa tahu kue-kue yang sudah dibuat gak hanya laris dimakan sekeluarga, tapi juga bisa dijual. Lumayan buat tambah-tambah THR. Atau mau banting setir buka bisnis kue sekalian?

4. Parsel

Begitu menjelang Idul Fitri, toko-toko retail modern gak bakal lupa memajang bingkisan untuk dijual. Isinya macam-macam, dari kue sampai permen lolipop.

Tapi sudah bukan rahasia, harga parsel ini jauh lebih mahal dibanding bila kita membeli satuan. Apa lagi penyebab kenaikan harga ini kalau bukan faktor kemasan.

Bila kita hendak memberikan parsel Lebaran, mending beli saja satuan barang yang akan diberikan. Keranjang banyak dijual di pasar-pasar. Lalu tinggal rangkai deh jadi parsel. Pasti bakal lebih hemat.

5. Gadget

Seakan gak mau kalah, harga gadget pun naik ketika Lebaran di depan mata. Mungkin ada kecenderungan orang pengin gadget baru habis dapet THR.

harganya bakal naik jelang lebaran
Butuh banget beli gadget? Kalau gak butuh-butuh amat tabung aja duitnya (smartphone/Forbes)

Jadilah harga smartphone sampai pernak-perniknya naik. Kita sebaiknya gak menuruti hawa nafsu beli gadget baru. Apalagi jika tujuannya adalah buat pamer.

Mending duit THR diolah jadi sarana investasi demi masa depan keuangan yang lebih berseri.

Lima poin di atas hanyalah contoh barang yang harganya biasa naik menjelang Lebaran. Komoditas lainnya mungkin ada.

Namun intinya adalah kita mesti mengambil langkah sebelum harga barang-barang itu naik drastis. Mending beli sejak jauh hari.

Selain itu, manfaatkan program diskon yang ditawarkan produsen baik online maupun offline. Toko retail seperti Indomaret dan Alfamart pun sering bikin program diskon kok.

Atau kalau belanja di supermarket, bisa pakai kartu kredit yang punya program kerja sama. Misalnya pakai kartu kredit Bank Mega buat belanja di Carrefour.

Diskon 10 persen berguna banget buat kantong. Coba kalau habis Rp 1 juta, Berarti ada diskon Rp 100 ribu. Lumayan banget buat tambah-tambah tabungan.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Trik Sukses Diskon Belanja Online dengan Kartu Kredit]

[Baca: Bisnis yang Tetap Laku Setelah Ramadan? Katering Jawabannya]

[Baca: Jelang Ramadan, Manfaatkan 5 Situs Fintech Ini untuk Beramal]