Wajib Bermain Angka dalam Ilustrasi Sebelum Putuskan Kredit Kendaraan

Siapa takut punya mobil meski gaji pas-pasan! Kredit mobil bikin orang berani terima tantangan itu. Mereka yang penghasilannya biasa-biasa saja bisa bawa pulang mobil baru kok. Sudah jamak sekarang orang bisa wara-wiri dengan mobil gara-gara kemudahan kredit kendaraan.

Cuma kadang niat kredit mobil itu mentok di uang muka (down payment). Mentok karena Bank Indonesia kasih batasan besaran pembiayaan maksimal 70 persen dari harga mobil. Sisa 30 persen itu mesti ditanggung sendiri dalam bentuk uang muka. Sudah begitu masih ada deretan tambahan biaya lain lagi seperti provisi, fidusia, asuransi, angsuran pertama, dan lain-lain.

Kalau berasa berat menggenapkan uang muka, tak perlu cemas batal beli mobil. Ada caranya kok untuk menekan besaran uang muka. Cobalah cara berikut ini.

1. Minta diskon harga dari dealer atau penjual

2. Negosiasi dengan leasing atau bank

3. Pelunasan uang muka dengan cara dicicil

Kalau uang muka sudah tak masalah, barulah pelajari syarat-syaratnya. Rata-rata hampir sama kok syaratnya kalau minjam ke bank. Toh, kredit kendaraan itu juga sama dengan mengutang ke pihak lain yang bersedia ‘lunasi’ dulu kendaraan dan kita berutang ke pihak lain itu.

Secara umum, persiapan kredit kendaraan itu antara lain

1. Siapkan dokumen identitas diri, slip gaji, dan lain-lain

2. Uang muka yang besarannya minimum 30%

3. Tentukan masa jangka waktu kredit antara setahun atau maksimal 5 tahun

4. Usia saat kredit selesai maksimum 64 tahun

5. Pastikan besaran cicilan tak melebihi 40 persen dari penghasilan

 

Saking ingin cepat-cepat dan enggak mau ribet, malah jadi ketipu dan rugi banyak!
Saking ingin cepat-cepat dan enggak mau ribet, malah jadi ketipu dan rugi banyak!

Begitu semua persiapan sudah terpenuhi, barulah memilah-milah leasing atau bank untuk mengajukan kredit kendaraan. Ada baiknya dalam pemilihan itu ditentukan diri sendiri, bukan karena dari pihak showroom atau pun orang lain.

Bikin simulasi kredit kendaraan bermotor

Pesan pertama sebelum ambil kredit kendaraan, AKRABI DULU ANGKA-ANGKAnya. Maksudnya adalah biar paham dengan detail berapa banyak duit yang mesti dikeluarkan selama berutang untuk beli kendaraan. Cara mulai mengakrabi angka-angka ya dengan membuat ilustrasi kredit kendaraan.

Hasil simulasi jadi bahan evaluasi untuk menentukan kredit kendaraan apakah sesuai dengan tingkat kesanggupan keuangan kita. Bukan sekadar kesanggupan dalam melunasi cicilan tiap bulannya, tapi juga sanggup memenuhi persyaratan uang muka.

Berikutnya adalah himpun data-data berikut ini untuk menghitung simulasi:

1.  Harga kendaraan

2. Besaran bunga leasing

3. Biaya asuransi

4. Biaya administrasi

5. Biaya fidusia

6. Jangka waktu kredit

7. Uang muka

 

Kelihatannya memang ribet untuk menimbang-nimbang banyak hal. Maunya cepat aja. Tapi lebih baik pusing di awal daripada ujung-ujungnya merugi.
Kelihatannya memang ribet untuk menimbang-nimbang banyak hal. Maunya cepat aja. Tapi lebih baik pusing di awal daripada ujung-ujungnya merugi.

 

Langsung saja studi kasus di mana harga kendaraan yang diincar Rp 150 juta, masa kredit tiga tahun, dan bunga kredit 10% per tahun. Mari dihitung.

Uang muka = 30% dari harga mobil

= Rp 150.000.000 X 30%

= Rp 50.000.000

Besaran kredit (pokok utang) = Harga mobil –  uang muka

= Rp 150.000.000 – Rp 50.000.000

= Rp 100.000.000

Besaran bunga = Pokok utang X (bunga X masa kredit) / 100

= Rp 100.000.000 X (10 X 3 tahun) /100

= Rp 30 juta

Total utang = Rp 100.000.000 + Rp 30.000.000

= Rp 130.000.000

Angsuran per bulan = Rp 130.000.000/36 bulan

= Rp 3.610.000

Lalu apa saja komponen pembayaran pertamanya?

Uang muka Rp. 50.000.000
Angsuran bulanan Rp. 3.610.000
Biaya asuransi Rp. 5.000.000
Biaya administrasi Rp. 500.000
Biaya fidusia Rp. 500.000
Total Rp. 59.361.000

Total pembayaran pertamanya adalah Rp 59.361.000 dengan sisa angsuran 35 bulan lagi karena satu bulan dibayar pertama. Oh ya, soal biaya asuransi bisa dinegosiasikan tergantung dari pilihan produk dan perusahaan asuransi. Biaya yang disebut di atas sekadar contoh saja.

 

Uang muka tinggi, pokok kredit otomatis jadi rendah.
Uang muka tinggi, pokok kredit otomatis jadi rendah.

 

Dengan adanya simulasi ini, maka gampang untuk mengutak-atik angka itu sesuai dengan kapasitas keuangan. Misalnya saja bila angsuran dinilai masih memberatkan, jalan keluarnya adalah menaikkan uang muka.

Uang muka yang tinggi secara otomatis bakal mengurangi pokok utang kredit. 

Intinya, uang muka dan angsuran itu berbanding terbalik. Jika salah satunya dinaikkan, maka yang lain turun.

Contohnya, uang mukanya Rp 100 juta maka pokok utangnya tinggal Rp 50 juta. Besaran utang Rp 50 juta itu dengan sendirinya bakal menurunkan angsuran bulanan.

Meski sudah mendapatkan nilai angsuran dan uang muka dari simulasi ini, jangan buru-buru memutuskan. Cek lagi apakah masih punya utang kredit lainnya.

Sebut saja apakah ada tanggungan KPR atau kartu kredit. Lantas bagaimana pengaruhnya jika ditambah dengan utang kredit kendaraan terhadap kondisi keuangan keluarga?

Bila ternyata beban utang itu melebihi 40% dari penghasilan bulanan, sebaiknya tunda dulu mengambil kredit kendaraan. Opsi lainnya adalah mengurangi utang kartu kredit sehingga kewajiban cicilan kredit kendaraan bisa ter-cover. Atau bisa pula dengan menabung terlebih dulu agar uang mukanya lebih besar ketimbang pokok utang.

Tips kredit kendaraan

1. Carilah penawaran dengan suku bunga terendah

2. Sumber pembiayaan yang tepat (leasing/bank)

3. Pilih asuransi yang sesuai dengan profil risiko kita

4. Perhatikan juga biaya yang timbul setelah punya kendaraan (servis)

5. Hindari mencari pinjaman lagi untuk membayar uang muka

Akhirnya keputusan beli kendaraan itu sebaiknya tergantung dari berapa penghasilan yang bisa disisihkan untuk membayar total utang. Jangan mengambil keputusan karena aji mumpung harga kendaraan lagi didiskon, paket kemudahan kredit, atau malah rayuan teman.

So, tetap dahului pertimbangan rasional sebelum ambil kredit kendaraan!