Waduh, Harga Bahan-bahan Pokok Naik! Tenang, Bantu Suami dengan Cara Ini

“Apa?? Masa kangkung seiket lima ribu sih bang!” Dina menjerit spontan saat sedang berbelanja di tukang sayur langganannya.

“Lah, saya mah gak ambil untung banyak bu, emang udah naek semua. Sumpah!” jawab mamang sayur sambil menggosok-gosok telinganya yang sakit karena jeritan Dina tadi.

Sudah bukan hal baru kalau setiap hari raya dan akhir tahun, sembako dan bahan kebutuhan lain tiba-tiba melambung. Fenomena kayak gini biasanya sukses bikin ibu rumah tangga olahraga jantung alias dag-dig-dug.

Gimana gak, istri atau ibu adalah menteri keuangan rumah tangga yang bertugas mengatur arus pengeluaran. Jatah belanja bulanan dari suami harus bisa diatur sedemikian rupa biar gak defisit.

Sebelum meminta tambahan uang belanja bulanan, coba bantu suami dengan cara ini yuk.

1. Jangan malas ke pasar

Belanja bahan-bahan makanan sehari-hari sudah jadi salah satu tugas istri ya, baik ibu rumah tangga maupun wanita karir. Belanja ke pasar bisa dapat bahan-bahan pokok dengan harga lebih murah dibanding tukang sayur atau supermarket.

harga bahan-bahan pokok naik
Nawar boleh bu tapi jangan Afgan alias sadis ya hehehe (Pasar Tradisional / kabarbuton)

Emang sih belanja di tukang sayur jadi solusi efisiensi waktu dan tenaga, tapi kalau mau hemat biaya, ya jalan sedikit aja sekalian olahraga. Hemat, sehat pula. Cari lokasi pasar tradisional yang paling dekat dengan rumah.

Belanja di supermarket juga jadi pilihan karena nyaman dan banyak promo. Tapi kalau setiap hari, pasti bikin bengkak pengeluaran. Paling gak sesekali sempatkan belanja ke pasar tradisional dan stok bahan-bahan yang agak tahan lama disimpan.

2. Kurangin belanja konsumtif

Yang namanya perempuan, gak lepas dari belanja, belanja, dan belanja. Tapi, ini saatnya buat bisa lebih menahan nafsu belanja yang berlebihan. Apalagi kalau sampai nguras tabungan dan jatah belanja bulanan.

Bukan berarti gak boleh belanja buat kesenangan pribadi kok bu. Hanya frekuensinya saja yang harus dibatasi, mislanya dari yang tadinya seminggu sekali jadi sebulan sekali.

3. Cari penghasilan tambahan

Nah, buat kaum hawa yang sudah menikah namun tetap bekerja, uang mungkin gak terlalu jadi masalah buat belanja. Tapi gimana dengan yang jadi ibu rumah tangga saja?

harga bahan-bahan pokok naik
Nah, ini baru namanya ibu kreatif, siapa sih suaminya? Hehehe (Usaha Sendiri / Gendies)

Ini zaman serba kreatif dan banyak peluang loh. Jadi ibu rumah tangga yang ngurus suami, anak, dan rumah bukan berarti gak bisa menghasilkan uang sendiri.

Tanpa harus ninggalin rumah dan tugas sebagai IRT, banyak pekerjaan yang bisa mendatangkan uang. Contohnya saja bisnis online, cuma modal smartphone. Atau bisa juga gali talenta diri ibu deh. Yang pintar masak, gak ada salahnya coba terima pesanan catering atau kue-kue.

4. Kurang-kurangin arisan

Arisan tuh udah kayak ikonnya setiap ibu-ibu ya. Di mana ada 10 ibu-ibu ngumpul, pasti ada arisan. Tapi, sekarang arisan gak cuma didominasi oleh ibu-ibu kok. Orang kantoran juga main arisan.

Di mana ada perkumpulan atau komunitas, di situ ada yang namanya arisan. Gak heran kalau satu orang bisa aja ikut 5 bahkan sampai 10 arisan yang berbeda secara bersamaan. Waduh, bayangin deh kalau 1 arisan saja Rp 100 ribu, 5 arisan dalam sebulan sudah Rp 500 ribu. Gimana kalau lebih dari 5?

Arisan emang bisa jadi salah satu cara yang maksa kita buat nabung. Tapi kalau berlebihan, yang kejadian malah sebaliknya: bokek karena harus bayar arisan ini-itu.

5. Paksain nabung

harga bahan-bahan pokok naik
Siapa bilang celengan buat anak-anak? Orang dewasa juga boleh kok nabung di celengan! (Celengan / Blogspot)

Nabung gak harus selalu dalam nominal besar. Ibaratnya Rp 5.000 sehari juga boleh. Yang terpenting sih konsisten dan disiplin. Sebisa mungkin sisain Rp 5.000-10.000 dari uang belanja buat ditabung.

Simpan di wadah, dan kalau sudah banyak, bisa dimasukkin rekening deh. Kedengarannya sepele dan mudah ya. Tapi belum tentu bisa direalisasikan, loh. Makanya, ayo coba buktikan bu!

Intinya, di mana ada kemauan di situ pasti ada jalan kok. Jadi gak ada yang gak mungkin selama kita mau berusaha. Jangan kalah sebelum berperang ya!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Buat Suami Istri Pakai Kartu Kredit Tambahan atau Berbeda]

[Baca: Istri Kerja Buat Bantu Keuangan Keluarga Kok Masih Kurang Aja]

[Baca: Gaji Istri Lebih Gede Gak Usah Minder Bro Sikapi dengan Cara Ini]