Utang Indonesia Ribuan Triliun, Ternyata Asalnya dari 5 Lembaga Ini

Punya utang pada dasarnya baik buat keuangan. Sayangnya, persepsi orang udah jelek duluan kalau bicara utang. Apalagi kalau yang dibahas utang Indonesia. Dijamin ramainya bukan main.

Khusus buat urusan utang Indonesia ini, pemerintah udah beberapa kali menyampaikan alasannya. Salah satunya utang itu buat bangun infrastruktur yang jelas aja butuh modal yang besar dan gak sanggup kalau dibiayai sendiri.

Utang Indonesia itu terbagi dua: utang dari dalam negeri dan utang dari luar negeri. Buat utang dalam negeri, asalnya dari Surat Berharga Negara (SBN) dan sukuk ritel. Sementara utang luar negeri berasal dari lembaga keuangan internasional.

Ada lima lembaga keuangan yang sejauh ini tercatat kasih utang ke Indonesia. Siapa aja mereka? Yuk simak ulasannya berikut ini.

1. International Bank for Reconstruction and Development (IBRD)

utang Indonesia
IBRD (smepost)

Lembaga internasional yang satu ini merupakan bagian dari World Bank atau Bank Dunia. World Bank yang berdiri pada 1 Juli 1944 ini emang dikenal sering jadi sumber utang Indonesia.

World Bank dibentuk buat memberi bantuan kepada negara-negara berkembang buat mengurangi kemiskinan dan merangsang pertumbuhan ekonomi.

IBRD sejauh ini telah memberi kucuran utang ke Indonesia sebesar US$ 16,8 miliar atau setara Rp 242 triliun.

2. Asian Development Bank (ADB)

Presiden ADB Nakao berjabatan dengan Presiden Jokowi (adb)

Kalau World Bank bermarkas di Washington, D.C., Amerika Serikat, lembaga yang satu ini berkantor pusat di Mandaluyong, Filipina.

Asian Development Bank atau ADB adalah salah satu bank berkelas internasional. Sebelas dua belas dengan World Bank, bank ini punya tujuan membantu negara-negara miskin dan berkembang dengan memberikan mereka utang.

Meskipun namanya ada embel-embel Asia, anggota ADB yang sejauh ini mencapai 67 negara juga terdiri dari negara non Asia. Jumlahnya ada 19. Indonesia sendiri udah jadi anggota ADB sejak 1966.

Terakhir, kucuran dana ADB buat Indonesia mencapai US$ 9,26 miliar atau Rp 133 triliun.

3. International Development Association (IDA)

utang indonesia
Presiden World Bank Jim Yong Kim (indianexpress)

Lembaga internasional berikutnya yang bertujuan membantu negara-negara berkembang dengan memberi utang adalah IDA. Lembagai ini sama seperti IBRD, bagian dari World Bank.

Tujuannya pun juga kurang lebih sama dengan IBRD, yaitu mendanai pembangunan ekonomi dan manusia di negara-negara berkembang. Beberapa yang udah dikerjakan IDA di antaranya memberi pelatihan guru, imunisasi, mendanai UKM, dan menyediakan akses air bersih.

Saat ini dana yang dikucurkan IDA ke Indonesia mencapai US$ 1,31 miliar atau Rp 18.88 triliun.

4. Islamic Development Bank (IDB)

IDB (reuters)

Bank internasional lainnya yang beri utang ke Indonesia adalah Islamic Development Bank atau IDB. Bank yang mewakili negara-negara Islam di dunia ini memberikan utang senilai US$ 941 juta atau Rp 13,56 triliun.

IDB sendiri berdiri pada tahun 1975, kantor pusatnya di Jeddah, Arab Saudi. Sebanyak 57 negara masuk sebagai anggota IDB. Salah satunya tentu aja Indonesia.

IDB sendiri punya tujuan yang sama seperti negara pemberi utang lainnya, yaitu membantu negara-negara berkembang. Cuma bedanya mereka berpedoman pada prinsip-prinsip syariah.

5. International Fund for Agricultural Development (IFAD)

IFAD (moroccoworldnews)

Selanjutnya, ada lembaga Dana Internasional buat Pengembangan Pertanian atau IFAD. Lembaga yang merupakan bagian dari PBB ini menyalurkan dana US$ 190 juta atau Rp 2,73 miliar ke Indonesia.

Dari namanya aja udah jelas kalau lembaga ini berfokus pada pembangunan pertanian di negara-negara berkembang. Krisis pangan yang terjadi di negara-negara Afrika mendorong PBB buat menciptakan lembaga ini.

Di Indonesia lembaga ini membantu pemerintah dalam memajukan wilayah pedesaan, termasuk wilayah yang dikategorikan tertinggal.

Jadi, udah tahu kan sekarang dari mana utang Indonesia berasal?

Sebagai catatan, selain lembaga internasional seperti yang di atas, Indonesia juga berutang langsung ke beberapa negara. Sebut aja Jepang, Prancis, Jerman, Korea Selatan, dan Cina.