Ubah Ulos Jadi Pakaian Modern, Ini Kisah Rezki Rangkuti Raih Omzet Puluhan Juta

Kain batik udah sangat umum dipakai sehari-hari, pun begitu kain tenun dari Indonesia Timur yang sedang hits banget. Namun, kain khas Batak atau yang kerap dikenal ulos terbilang masih belum sepopuler dengan kain-kain yang udah disebutkan tadi.

Selama ini, kebanyakan orang cuma tahu kain khas Batak ulos tersebut digunakan buat acara tertentu aja. Bahkan, gak sedikit mereka yang berasal dari suku Batak beranggapan seperti itu.

Desain baju dari ulos terbilang belum familiar, khususnya untuk sehari-hari. Apalagi, jika dijadikan beragam aksesori lain. Ini yang dilihat putra Batak yang lahir dan besar di Padang bernama Rezki Rangkuti.

Putra Batak yang besar di lingkungan Minang

Rezki Rangkuti ubah kain batak ulos jadi modern (MoneySmart/Helda Sihombing)
Rezki Rangkuti ubah kain batak ulos jadi modern (MoneySmart/Helda Sihombing)

Marga Rangkuti yang dimiliki Rezki merupakan marga dari suku Batak Mandailing. Dia mengungkapkan, lahir dan besar di lingkungan Minang.

Pasalnya, pria yang dulu bekerja sebagai reporter televisi nasional tersebut berasal dari daerah bernama Rao di Kabupaten Pasaman, Sumatera Utara. Nama daerah itu yang diadopsi Rezki menjadi nama brand fashion yang dimilikinya.

Rezki awalnya berniat berbisnis busana dari ulos karena koleksi kain tersebut di rumahnya yang gak terpakai. Udah lumrah dalam suku Batak bila satu keluarga menyimpan banyak ulos.

Sebab, ulos tersebut biasanya cuma digunakan pada saat acara penting aja. Contoh, mulai dari pernikahan, pemakaman, atau acara adat lain.

Ulos-ulos tersebut biasanya saling diberikan. Biasanya, ulos yang diberikan haruslah baru, bukan yang udah disimpan di rumah. Gak heran jika koleksi ulos di satu rumah bisa cukup banyak. Plus, jika akhirnya malah cuma jadi koleksi di lemari aja.

Ini yang mendorong Rezki memakai kain ulos biar gak terbengkalai. Kain khas Batak ini bisa dikenal seperti halnya kain-kain khas dari daerah lain yang udah lebih dulu terkenal. Gak cuma oleh orang Batak aja, tapi juga semua kalangan.

Mulai bikin brand sendiri dari kain khas Batak

Rezki Rangkuti ubah kain batak ulos jadi modern (MoneySmart/Helda Sihombing)
Rezki Rangkuti ubah kain batak ulos jadi modern (MoneySmart/Helda Sihombing)

Rezki memaparkan, yang membuatnya semakin tertarik memberdayakan ulos karena sang teman yang berasal dari Yogyakarta suka banget sama ulos.

Saat mereka sedang di Kota Medan, temannya itu membeli cukup banyak ulos buat dijadikan gorden. Gak mau kalah, dia membeli ulos lebih banyak saat temannya beli lima buah.

“Dia beli lima, aku beli tujuh,” kata dia.

Setelah itu, Rezki masih rajin beli ulos. Tapi, merasa sayang bila ulos dijadikan gorden, dia terpikir mengolah kain-kain ulos tersebut menjadi pakaian.

Dia pun membawa kain tersebut ke penjahit serta desain dari dia sendiri. Ukurannya pun saat itu masih disesuaikan dengan ukuran tubuhnya.

Saat Rezki mengenakan pakaian dari kain khas Batak tersebut ke kantor dan tempat lain, teman-temannya banyak yang bertanya. Dia pun mencoba mengunggah foto-foto pakaian tersebut di Instagram, dan ternyata laku.

“Bahkan, saat itu ada yang berani menawar Rp 770 ribu, padahal udah pernah aku pakai,” ungkapnya.

Sebelumnya, sekitar tahun 2016, Rezki udah mulai mencoba jualan pakaian dari kain ulos di Instagram. Namun, saat itu dia masih membawa pakaian dari pengrajin tenun di kampung. Jadi, dia belum punya brand sendiri.

Baru sekitar 2017 Rezki mulai mengenalkan brand @raomenstyle dengan desain dari dirinya sendiri. Dia mulai bikin brand-tag, paper-bag, dan mengantarkan kain ulos tersebut ke konvensi, bukan lagi penjahit.

Memanfaatkan program dukungan dari pemerintah

Rezki Rangkuti ubah kain batak ulos jadi modern (MoneySmart/Helda Sihombing)
Rezki Rangkuti ubah kain batak ulos jadi modern (MoneySmart/Helda Sihombing)

Yang unik, Rezki gak sekadar mengandalkan Instagram aja. Sadar memiliki produk unik dan masih jarang kompetitor, dia memanfaatkan setiap program yang diberikan pemerintah.

Dia pun rutin mendaftarkan diri ikut seleksi buat berbagai bazar dari pemerintah. Salah satu yang berhasil diperolehnya, stand di gedung-gedung pemerintah dan bahkan mal besar kayak Sarinah, Grand Indonesia, dan Kota Kasablanka.

Yang cukup unik, stand @raomenstyle saat mengikuti salah satu bazar ternyata berada bersebelahan dengan stand Ivan Gunawan.

Pria lulusan Universitas Andalas Padang tersebut tentu gak menyia-nyiakan momen tersebut. Dia proaktif terhadap pengunjung sehingga pengunjung yang mampir di stand Ivan sehingga mereka ngeh dengan produk Rezki.

Selain hadir di berbagai bazar dan festival, Rezki dengan @raomenstyle-nya udah diundang mengikuti beberapa fashion show.

Pakaian rancangannya juga udah sering dipakai beberapa acara besar. Salah satunya, wartawan ternama Jason Tedjasukmana saat peluncuran Google Street View Danau Toba, beberapa bulan lalu.

Secara singkat, Rezki benar-benar menggabungkan kekuatan online dan offline. Di media sosial, Rezki menggunakan Instagram Ads dan sesekali bekerja sama dengan influencer yang cocok.

Sementara di ranah offline, dia secara rutin mendaftarkan diri ke bazar, festival, dan memanfaatkan tawaran fashion show.

Omzet puluhan juta dan cita-cita mengenalkan ulos ke berbagai kalangan

Rezki Rangkuti ubah kain batak ulos jadi modern (MoneySmart/Helda Sihombing)
Rezki Rangkuti ubah kain batak ulos jadi modern (MoneySmart/Helda Sihombing)

Brand @raomenstyle yang ditangani Rezki kini bisa menghasilkan omzet sampai Rp 16 juta per pekan. Padahal, outlet-nya baru dibuka di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, sekitar Agustus 2017. Jika ditotal, dia bisa meraih omzet sampai Rp 64 juta per bulan.

Rezki mengungkapkan, dirinya gak cuma mau pakaian dari kain khas Batak tersebut dikenakan oleh orang Batak aja. Rezki justru ingin kain yang dijadikan pakaian dan aksesori itu dipakai pula oleh orang-orang dari seluruh Indonesia, bahkan hingga luar negeri.

So far pasar ulos bagus, gak mengecewakan,” ungkapnya optimis mengembangkan kain khas Batak ini.

Karena itu, sampai sekarang Rezki masih terus berinovasi buat dapat desain yang semakin menarik.

Saat ini, @raomenstyle lebih banyak menyediakan pakaian pria. Namun, Rezki gak menutup kemungkinan menghadirkan pakaian wanita. Terbukti, dia sudah menyediakan beberapa pakaian wanita berbahan ulos di outlet-nya.

Dia juga memberi range harga cukup terjangkau. Berbagai desain baju dari ulos yang dihadirkannya mulai dari Rp 150 ribu sampai Rp 400 ribuan.

Kamu yang penasaran sama pakaian-pakaian formal dan casual dari kain khas Batak tersebut bisa datang langsung ke outlet @raomenstyle di Mal Kota Kasablanka Lantai LG di Beranda Nusantara, Sarinah Department Store Lantai 4, dan SOGO Central Park Lantai 2.

Outlet ini juga dapat ditemukan di Grand Indonesia tepatnya di Alun-Alun Indonesia.

Sukses terus buat Rezki Rangkuti, dan semoga bisnis kain khas Batak banyak dipakai masyarakat! (Editor: Chaerunnisa)