Tradisi Bagi-Bagi Uang Lebaran Keluarga. Berapa yang Harus Disiapkan?

Memberikan uang THR atau uang Lebaran pada sanak saudara yang belum berpenghasilan sudah jadi tradisi di Indonesia. Biasanya, tradisi ini membuat momen kumpul keluarga besar menjadi lebih hangat dan meriah.

Pembagian uang saat Lebaran biasanya dilakukan pada hari pertama setelah momen sungkeman. Anak kecil yang diberi mulai dari yang memiliki hubungan kekerabatan, saudara jauh, hingga tetangga dekat.

Kamu yang sudah berpenghasilan mungkin sudah menyisihkan sebagian uang THR untuk dibagi-bagikan pada sanak saudara nanti. Tapi, tahu gak sih sebetulnya berapa banyak uang Lebaran yang pantas diberikan?

Walaupun sudah jadi tradisi, pada dasarnya uang Lebaran adalah hadiah sehingga sebetulnya tak ada nominal pasti yang perlu diikuti. Meskipun begitu, ada beberapa hal yang bisa kamu jadikan pertimbangan saat menentukan jumlah uang yang ingin kamu berikan. Berikut ulasannya.

Memberikan sesuai usia anak

Uang Lebaran
(Image: BpGuide)

Usia adalah satu faktor yang sering digunakan untuk menentukan besaran uang yang diberikan. Hal ini juga diamini oleh perencana keuangan, Mike Rini Sutikno. Dilansir dari Liputan6, menurut Mike, pemberian ‘salam tempel’ Lebaran sebaiknya disesuaikan dengan usia anak. Anak yang kecil mendapatkan uang lebih sedikit daribada anak yang lebih besar.

Menurut Sosiolog Musni Umar, sebaiknya anak-anak yang masih kecil atau anak SD tidak diberikan uang dengan jumlah terlalu besar. Hal ini dikarenakan anak-anak belum bisa bertanggung jawab penuh pada uang yang diterima. Lagipula, bagi anak-anak, jumlah lembaran yang diterima lebih penting daripada nominalnya.

Bagi anak-anak yang sudah beranjak remaja, kamu bisa memberikan besaran yang lebih besar, terutama jika mereka memiliki kekerabatan yang dekat denganmu. Jumlah uang untuk anak SMP atau SMA bisa mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 100 ribu. Sedangkan untuk saudara yang telah berkuliah minimal Rp 50 ribu sudah layak untuk menjadi uang Lebaran.

Jika melihat usia anak, angka-angka di atas tentu hanya sebagai gambaran. Hal yang perlu diperhatikan adalah memberikan uang sedikit lebih banyak pada anak di usia yang lebih dewasa dibandingkan anak yang masih SD atau usia belum sekolah.

Mengganti uang dengan barang

Uang Lebaran
(Image: iprice)

Jika ingin menyeragamkan amplop Lebaran, kamu bisa menyiasatinya dengan mengganti uang menjadi barang sebagai hadiah. Barang yang kamu berikan bisa berupa alat ibadah, seperti tasbih yang lucu atau unik, atau bisa juga berupa paket makanan kecil seperti coklat.

Salah satu tujuan pembagian ‘salam tempel’ Lebaran adalah menggembirakan suasana Lebaran. Jadi bukan nominal uang semata yang perlu diperhatikan tapi dampak pemberian ‘hadiah’ tersebut yang lebih penting.

THR untuk orangtua

uang lebaran
(Image: idntimes)

Lebaran juga jadi momen yang tepat untuk membahagiakan orangtua atau kerabat yang sudah lanjut usia seperti kakek atau nenek kita. Anggaplah ini waktu yang baik untuk membalas kebaikan orangtua, paman, bibi, dan keluarga lain.

Pemberian uang untuk orangtua juga tak bisa disamaratakan. Jika tujuanmu memberi adalah untuk menggembirakan kamu bisa mengombinasikan uang dengan barang seperti pakaian baru atau perangkat ibadah.

Tapi, jika ada tujuan lain seperti meringankan beban keluarga yang kurang mampu, kamu bisa hanya memberikan uang dengan nominal lebih besar atau memberikan kombinasi uang dan barang yang memang sedang mereka butuhkan.

Perhatikan kondisi keuanganmu

Sebelum menyisihkan uang THR untuk dibagikan, pastikan kamu telah membuat alokasi anggaran uang THR dengan baik. Dengan begitu kamu bisa memperkirakan berapa total uang yang ditujukan khusus untuk uang ‘salam tempel’.

Sekalipun niatmu baik, kamu tetap harus memperhatikan kondisi keuanganmu. Jika kamu sudah membuat anggaran sekian persen untuk uang Lebaran, sebaiknya jangan melanggar anggaran yang telah kamu buat jika tak mau menyesal nantinya.

Saat Lebaran ada banyak pos pengeluaran yang dibutuhkan mulai dari biaya mudik hingga cicilan utang (jika ada). Sekali lagi, uang Lebaran adalah bentuk hadiah sehingga jika ternyata kamu tak memiliki dana yang cukup untuk memenuhi pos pengeluaran ini, sebaiknya tak perlu memaksakan diri.

Untuk tetap menggembirakan keluarga di kampung halaman, kamu bisa menggantikan ‘salam tempel’ dengan kreasi camilan unik yang kamu buat sendiri untuk mereka.

Jadi, berapa uang ‘salam tempel’ yang perlu kamu berikan untuk sanak saudara? Silakan menggunakan acuan di atas tapi jangan lupa tetap memperhatikan kondisi keuanganmu sendiri yah.