Tol Cipali Dibuka, Yuk Kalkulasi Anggaran Kalau Mudik Lewat Situ!

Bagi yang mau mudik lebaran, pasti sudah tahu tol Cipali (Cikopo-Palimanan) sudah bisa dilintasi. Yup, jalan tol sepanjang 116,75 km itu sudah siap digunakan pemudik. Jalan tol dua lajur itu memang dikebut pengerjaannya biar bisa menampung kendaraan pemudik.

 

Sejak diresmikan pada 13 Juni lalu, pengguna jalan tol khusus golongan I dibebaskan dari tarif  tol sampai 26 Juni mendatang. Nah lewat dari tanggal itu, otomatis bayar dengan tarif berdasarkan jarak tempuh atau tergantung dari pintu keluar.

 

Setidaknya ada tujuh gerbang tol dari Cikopo sampai Palimanan dengan tarif yang bervariasi, yakni:

  • Gerbang Cikopo sebagai pintu utama,
  • Kalijati di km 98, Subang‎ (km 110),
  • Cikedung (km 138),
  • Kertajati (km 159),
  • Sumberjaya (km 175),
  • dan Palimanan (km 188).

 

Kalau masuk mulai dari Gerbang Tol Cikopo sampai Palimanan, tarifnya di kisaran Rp 96 ribu untuk kendaraan golongan I seperti sedan, minibus, jip, dan sejenisnya. Sedangkan tarif pintu tol lain terpampang jelas saat bayar tol di pintu keluar.

 

Besaran anggaran tol

Sekarang enggak perlu lagi antre di GT Cikampek kalau mau ke tol Cipali

 

 

Jika titik berangkat dari Jakarta, silakan manfaatkan tol dalam kota atau luar kota (JORR) agar lebih nyaman. Tarif tol JORR sendiri mulai dari Rp 8.500 dengan rute menuju tol Cikampek. Tentu dengan catatan mudiknya menggunakan kendaraan golongan satu.

 

Jadi pemudik yang berangkat dari JORR maupun tol dalam kota, setibanya di gerbang tol Cikarang Utama bakal mengambil kartu dan siapkan uang RP 13.500 untuk membayar di gerbang tol Cikopo.

 

Di saat bersamaan, petugas akan memberikan kartu tol baru. Bila keluar di gerbang tol Palimanan, rogohlah kocek sebesar Rp 96 ribu untuk membayar tarif tol Cipali.

 

Total besaran uang yang mesti disiapkan bila masuk dari tol dalam kota sampai keluar gerbang tol Cipali adalah sekitar Rp 118 ribu.


Beda lagi kalau berangkat dari Bandung menuju Jawa Tengah maupun Jawa Timur via Tol Cipali. Tarifnya berbeda berdasarkan dari pintu tol masuk. Lebih lengkapnya lihat tabel di bawah ini.

 

 

Gerbang Tol Tarif
Kalihurip Rp 1.000
Sadang Rp 2.000
Jatiluhur Rp 12.000
Padalarang Rp 35.500
Baros Rp 37.000
Pasteur Rp 38.000
Pasir Koja Rp 38.500
Kopo dan Moh Toha Rp 39.000
Buah Batu Rp 40.000
Cileunyi Rp 43.000

 

Kondisi Tol Cipali

Enggak semua lapisan jalan tol Cipali diaspal hot mix ya

 

 

Selain besaran tarif, hal lain yang perlu diketahui saat melintasi Tol Cipali adalah kondisi jalan agar bisa menyesuaikan gaya berkendara. Ruas tol tersebut tak seluruhnya dilapisi aspal. Dari 116 km, sepanjang 62 km lapisan jalannya menggunakan beton.

 

Karakter jalan dari beton ini pasti menimbulkan goncangan. Cuma tak usah khawatir, goncangannya tak terlalu keras mengingat kontur jalannya yang rata dan lurus sehingga tak perlu khawatir sakit perut gara-gara laju kendaraan tak stabil.

 

Sedangkan sisanya berlapis aspal hot mix yang mulus sehingga minim goncangan. Kondisi jalan ini kadang menggoda pengendara membejek gas dalam-dalam.

 

Tetap hati-hati ya! Terlebih saat ini masih ada timbunan material di pinggir jalan bekas pembangunan yang perlu diwaspadai karena berpotensi membahayakan perjalanan.

 

Setelah tahu kondisi jalan, poin lain yang mesti dicermati adalah ketersediaan infrastruktur. Namanya saja tol yang baru, masih ada beberapa sarana dan prasarana yang dalam proses pengerjaan.

 

Maka itu biar tetap nyaman melintasi tol yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo ini, perhatikan beberapa hal di bawah ini.

 

Minimnya SPBU

Pastikan dulu sebelum masuk tol Cipali bensin udah full tank

 

 

Sementara ini baru ada 4 titik SPBU yang akan beroperasi secara bertahap di tol Cipali:

 

 

Arah Palimanan Arah Cikopo
  • km 102, sudah beroperasi
  • di km 101, sudah beroperasi
  • km 166, mulai beroperasi pada 30 Juni 2015
  • di km 164, mulai beroperasi pada 7 Juli 2015

 

Selain itu, tak ada salahnya untuk mengisi penuh tangki bensin saat masih di tol Cikampek. Maksimal diisi di rest area Km 57 di mana di sana ada SPBU.

 

Rest area

Jarak ideal rest area di tol adalah di rentang jarak 20-30 km. Alasannya, jarak tempuh yang panjang menuntut kebugaran stamina pengemudi. Itulah kenapa rest area ini dibutukan agar pengemudi bisa beristirahat mengembalikan fisik prima lagi.

 

Rencananya ada delapan titik rest area, empat dengan SPBU, empat lagi rest area kecil. Semuanya ditarget untuk dapat berfungsi sepenuhnya sebelum mudik. Contohnya rest area pertama setelah masuk dari Cikopo, tepatnya di KM 86. Fasilitas yang tergolong rest area kecil ini masih dalam penyelesaian, meskipun sudah bisa digunakan.

 

Masih minim rambu dan penerangan

Ini masalah serius karena rambu dan marka itu menjadi panduan pengemudi. Sementara ini sejak tol Cipali dibuka belum sepenuhnya terpasang. Meski begitu di titik-titik rawan sudah terpasang rambu seperti mata kucing yang vital saat berkendara di malam hari.

 

Berkendara di malam hari juga mewaspadai masih minimnya penerangan. Masih ada titik-titik yang belum terpasang penerangan sehingga memaksa pengendara ekstra waspada. Hindari memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi di medan yang masih asing agar terhindar kecelakaan.

 

Satu catatan penting, sejak dibuka 15 Juni lalu, jalan tol ini sudah memakan korban kecelakaan yang merenggut korban jiwa dan luka.

 

Prediksi kemacetan

Dibukanya Tol Cipali bertujuan agar beban Jalur Pantura bisa berkurang. Meski begitu, Menteri Pekerjaan Umum Mochamad Basuki Hadimuljono memprediksi tol Cipali bisa mengurangi beban Jalur Pantura sampai 60 persen.

 

Ini bisa diartikan potensi kemacetan tetap terbuka. Selama ini gerbang tol Cikampek selalu menjadi biang kemacetan saat arus mudik.

 

Nah, dengan tol Cipali dibuka bisa jadi titik kemacetan akan bergeser. Pasalnya, kendaraan dari Jakarta nanti tidak perlu melalui Jalur Pantura Jawa Barat namun bisa langsung lewat jalan tol.

 

nyalip-bahu-tol

 Keselamatan itu nomor satu deh kalau urusan mudik begini. Jangan nyalip-nyalip bahu tol ya.

 

 

Maka itu diprediksi titik kemacetan bakal bergeser dari Jawa Barat (Jabar) ke Jawa Tengah (Jateng), khususnya di Kabupaten Brebes. Prediksi Ini menyusul lebih cepatnya pengoperasian tol Cipali di mana titik kemacetan bakal berpusat di gerbang tol Cikopo dan Palimanan karena menumpuknya antrean kendaraan. Sementara itu waspadi pula kemacetan di sekitar pintu keluar Tol Pejagan.

 

Demi menekan kemacetan, rencananya Tol Pejagan- Pemalang bakal digunakan dari exit Tol Pejagan sampai wilayah Kaligangsa sepanjang sekitar 20 km. Tol akan dibuka untuk kendaraan roda empat dengan sistem satu arah.

 

Pembukaan tol tersebut kemungkinan pada H-7 atau H-5 Lebaran. Pembukaan ini bersifat darurat demi mengurangi kepadatan di jalur pantura.

 

Meski begitu, perilaku pengemudi juga turut andil dalam menciptakan kemacetan. Bila pengemudi patuh terhadap rambu lalu lintas, bersedia diatur petugas, dan mengedepankan budaya antre, bisa jadi kemacetan dapat diminimalisir.

 

 

Jadi, sederhana kan kalau mau mudik dengan aman dan lancar? Berjanjilah pada diri sendiri untuk tertib berlalu lintas, jangan parkir di bahu tol hanya untuk selfie, atau main serobot antrean. Oh ya, jangan lupa pastikan kendaraan sehat, termasuk pengemudinya.


Selamat mudik!

 

 

 

Image credit:

  • http://static.panoramio.com/photos/large/62069518.jpg
  • http://gambar-rumah.com/attachments/kota-lain/1450395d1405436289-spbu-dan-rest-area-km-42-beserta-fasilitas-img_20140705_161848_1.jpg
  • https://blognyamitra.files.wordpress.com/2012/03/nyalip-bahu-tol.jpg