Tips Tokcer Nawar Barang Bekas Berkualitas di Jakarta

Barang bekas gak selamanya jadi pilihan kedua. Bila bekas tapi masih bagus, kenapa gak? Pasti harganya lebih miring daripada yang baru. Yang penting kan fungsinya.

Apalagi jika tinggal di Jakarta. Banyak tempat jual barang bekas berkualitas di ibu kota yang sayang untuk dilewatkan.

Tempat-tempat itu sudah lama terkenal sebagai tempat berburu barang bekas yang masih layak pakai. Sangat layak bahkan.

Warga luar DKI pun mungkin pernah mendengar kemasyhuran lokasi-lokasi tersebut. Berikut ini beberapa tempat menjual barang bekas berkualitas di Jakarta:

1. Taman Puring

Di Jakarta Selatan, ada Taman Puring yang sering jadi rujukan orang yang hendak cari sepatu bekas berkualitas. Dari sneaker sampai bot ala koboi ada di sini. Mau cari sepatu futsal dan lari? Ada juga.

Selain sepatu bekas, ada yang berstatus KW alias asli tapi palsu. Namun kualitas sepatu-sepatu KW di sini bisa dibilang super atau mendekati aslinya. Baju, jaket, dan celana juga dijual di taman yang aslinya pasar ini.

Lokasi:

Jalan Kyai Maja, Kramat Pela
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (dekat Stasiun Kebayoran Baru)

2. Jalan Surabaya

Buat yang cari barang antik berkualitas, bisa ke jalan di Jakarta Pusat ini. Dari gramofon jadul sampai guci antik yang bisa bikin rumah tambah cantik, ada di sini.

Jalan Surabaya letaknya di tengah kawasan elite, jauh dari kesan kumuh meski yang dijual adalah barang-barang dari masa lampau. Buat yang mau dekorasi rumah, kantor, atau warung, bisa deh berburu di sini.

Daripada beli di gerai gemerlap yang jual barang antik padahal sebenarnya barang baru yang direkayasa sehingga tampak antik. Harganya bisa jadi lebih mahal, dan gak punya nilai sejarah.

Lokasi:

Jalan Surabaya, Menteng
Jakarta Pusat (dekat Stasiun Cikini)

[Baca: 5 Ide Dekorasi Rumah yang Unik dan Artistik dengan Barang Bekas!]

3. Jembatan Item

barang bekas
Mau buka usaha warung jus, coba cari blender bekas di Jembatan Item. Mungkin masih ada yang bagus mesinnya (asiknews)

Dari hape bekas sampai kipas angin dan printer bekas, ada di pasar ini. Namanya pasar Jembatan Item, tapi gak bakal ketemu kalau nyari jembatan yang warnanya hitam.

Lokasi pasar loak ini berada di sepanjang trotoar jalan di daerah Jatinegara. Lapak pedagang gak terkonsentrasi di satu tempat, melainkan tersebar. Tapi semuanya masih di sekitar Jatinegara.

Tiap hari ada lapak di sini, terutama pada pagi hingga sore hari. Namun lapak bakal lebih ramai saat Sabtu-Minggu.

Mesti benar-benar jeli kalau mau beli di pasar loak serba ada di sini, karena beberapa barang dijual dengan kondisi apa adanya. Kadang ada yang perlu perbaikan.

Saat sore hingga malam hari juga mesti waspada, karena penerangan yang sangat-sangat minim. Bisa-bisa kena zonk karena gak teliti lihat barang.

Lokasi:

Jembatan Item, Rawabunga
Jatinegara, Jakarta Timur (dekat Stasiun Jatinegara)

4. Pasar Senen (Pasar Poncol)

Sempat dilanda kebakaran, Pasar Senen gak kehilangan pamor sebagai lokasi favorit berburu barang bekas berkualitas. Komoditas utama pasar ini adalah garmen alias baju dan celana. Jas dan gaun, bahkan daleman, juga dijual di sini.

Kalau beruntung, kita bisa dapetin jaket atau kaos second original bermerek dengan harga miring di sini. Biasanya pedagang kulakan dengan cara membeli borongan alias gak memilah satu per satu.

Buat konsumen yang tahu merek, bakal seneng kalau nemu pedagang yang jual barang bermerek dengan harga murah, meski bekas. Kalau belanja di sini, bisa sekalian borong kue-kue yang juga banyak dijual di lapak sekitar pasar.

Lokasi:

Jalan Kali Baru Barat, Bungur,
Senen, Jakarta Pusat (dekat Stasiun Pasar Senen)

barang bekas
Abis beli barang fashion di Pasar Senen, disarankan cuci dulu dengan air panas. Buat menghindari hal-hal yang gak diinginkan, misalnya panu, kadas, dan kurap (sindonews)

5. Kwitang

Lokasi pasar barang bekas ini cuma selemparan batu dari Pasar Senen. Tapi kebanyakan barang bekas yang dijual di kawasan Kwitang adalah buku.

Sebenarnya dulu pelapak buku bekas di Kwitang tersebar di sepanjang trotoar jalan. Tapi kemudian mereka dipindahkan masuk ke area Pasar Senen, meski masih ada beberapa yang nekat bertahan.

Buat yang cari buku bekas, bisa deh ke sini. Apalagi bila kamu kolektor buku. Syukur-syukur bisa nemu buku langka, misalnya karya Pramoedya Ananta Toer, yang harganya bisa sama dengan harga smartphone Xiaomi terbaru.

Lokasi:

Jalan Kwitang Raya, Kwitang,
Senen, Jakarta Pusat (dekat Stasiun Senen)

Empat lokasi di atas hanyalah contoh dari banyak pasar barang bekas berkualitas lain di Jakarta. Berbeda dengan beli di lapak barang baru, perlu keahlian khusus untuk menawar harga di lapak-lapak loak tersebut.

Kan rugi juga kalau nemu barang bekas berkualitas, tapi gak jago nawar. Akhirnya dapet harga yang hampir sama dengan harga barang barunya. Mending beli yang baru kalau begitu.

[Baca: 4 Cara Mendapatkan Uang dengan Cepat dari Barang Bekas]

Tapi tenang, di bawah ini ada beberapa tips tokcer nawar barang bekas berkualitas di Jakarta. Siapa tahu kamu sedang membutuhkan:

1. Bandingkan dengan harga di online

Kini semuanya serba online. Bahkan toko online khusus barang bekas pun ada. Bila kamu berniat berburu barang bekas di lapak offline, gak ada salahnya cek harga dulu di lapak online.

Kalau ada barang yang sedang dicari, harga itu bisa dijadikan patokan. Saat nawar nanti, paling gak harganya samalah dengan di lapak online. Kalaupun lebih mahal, mungkin Rp 10.000-20.000 masih masuk akal.

Hitung-hitung buat ongkos kirimlah. Kalau beli online kan nanti harus bayar ongkir juga, kecuali lagi ada promo gratis ongkir.

2. Keliling dulu

barang bekas
Kalau mau berburu ke Taman Puring, sebaiknya gak bawa mobil, karena parkirnya selalu ramai (tempo.co)

Di pasar-pasar itu, gak hanya ada satu-dua lapak. Lapaknya bisa puluhan sampai ratusan. Jadi, jangan malas keliling dulu untuk mendapat barang dengan penawaran terbaik.

Kecenderungannya adalah barang di lapak terdepan (dekat dengan pintu masuk atau titik kunjungan pembeli) harganya lebih mahal daripada yang di dalam. Salah satu penyebabnya mungkin lapak yang di dalam lebih sulit bersaing. Makanya pasang harga lebih miring.

Adapun yang di depan lebih gampang ditemuin calon pembeli. Hal ini bisa jadi pemicu sebab yang lain, misalnya iuran lebih gede karena posisinya lebih strategis. Beban iuran itulah yang bikin harga barang lebih mahal.

3. Nawar setengah harga dari yang ditawarkan

Gak usah takut kalau nawar di lapak barang bekas. Terutama bila gak punya patokan harga barang yang diincar. Langsung tembak setengah dari harga, lalu lihat respons si pedagang.

Kalau langsung bermuka kecut dan kzl alias kesel, berarti kayaknya emang kebangetan nawarnya. Tapi kalau masih mau melayani, berarti harganya gak jauh dari kisaran itu. Langsung kejar deh. Mungkin nanti dapetnya tiga per empat dari harga yang dipatok si penjual.

Harga pasaran barang bekas memang susah ditebak. Jadi, gak ada salahnya nembak harga. Daripada kena tembak karena gak tahu harga yang layak.

4. Sabar, jangan kelihatan butuh banget

Entah bagaimana, pedagang barang bekas bisa tahu calon pembeli yang ngebet mau dapetin barang yang ditawar. Mungkin saat calon pembeli lihat-lihat barang, matanya bersinar-sinar atau gimana.

Yang pasti, mesti sabar kalau mau nawar. Kalau buru-buru dan terus mendesak si pelapak, bisa ditebak kitalah yang lebih butuh.

Woles aja saat nawar. Kalau kita patok harga sekian gak dikasih, tinggalkan dulu. Siapa tahu baru selangkah pergi terus dipanggil dan dia setuju dengan harga yang kita tawar.

Bilapun gak dipanggil, mungkin kita nemu barang sama di tempat lain tapi harganya lebih miring. Intinya adalah jangan terlalu kelihatan bahwa kita lagi butuh.

5. Kongkalikong dengan temen

Kalau bareng temen, kongkalikonglah. Minta temen bilang “kayaknya di sana tadi lebih murah” dengan kenceng, biar kedengeran. Penjualnya pasti ngerasa terdesak.

Dia pasti gak mau kita lari ke tempat “tadi” yang katanya “lebih murah” itu. Ingat ya, harus meyakinkan kalau mau kongkalikong.

Jangan sambil cengengesan. Selain itu, pastikan si pedagang dengar ketika kamu menjalankan aksi itu.

Itulah sekelumit penjelasan soal barang bekas berkualitas yang bisa diburu dengan harga murah lewat trik menawar. Boleh kok kalau mau dicoba, gratis. Tapi semoga pedagang gak baca tulisan ini ya, biar gak ketahuan nanti kalau trik-trik di atas dipraktikkan.

[Baca: 7 Barang Bekas Artis Ini Dijual Hingga Miliaran Rupiah, Ada Permen Karet!]