Tips Menentukan Biaya Pernikahan

Pernikahan adalah salah satu momen sakral dan paling berkesan dalam kehidupan manusia. Setiap pribadi ingin melakukan sesuatu yang fenomenal dan berkesan dalam momen pernikahan. Maklum saja, setiap pribadi di muka bumi selalu mengharapkan pernikahan sebagai momen satu-satunya dalam kehidupan. Tapi bagaimana dengan biaya pernikahan?

Adalah sebuah hal lumrah jika biaya pernikahan direncanakan dengan matang oleh pasangan. Pria dan wanita sama-sama punya hak plus kewajiban yang sama untuk berkontribusi dalam pernihakah. Mengapa? Jelas karena pernikahan itu merupakan kolaborasi dari pasangan tersebut. Jadi, apa saja yang perlu disiapkan agar biaya pernikahan dapat teratasi jauh-jauh hari?

1. Tentukan konsep pernikahan

Sebagai langkah awal, pasangan harus berdiskusi tentang konsep pernikahan. Ini penting karena pasangan itulah yang memegang peran akan dibawa ke mana salah satu event tersakral dalam kehidupan mereka. Apakah konsepnya tradisional, internasional, casual atau impian akan menentukan besaran biaya yang diperlukan.

Jika tak bisa menentukan dan gagal mencapai kata sepakat berdua, ada baiknya berdiskusi dengan masing-masing orang tua. Bagaimanapun mereka adalah orang-orang yang berperan penting dalam momen seumur hidup itu.

Selain itu, konsep acara perkawinan yang kompleks, total jumlah undangan, dan waktu berhari-hari jelas akan menambah biaya pernikahan menjadi berlipat. Kalau memang biaya tersedia, semuanya tak masalah.

Patut dipikirkan juga penggunaan layanan wedding organizer (WO) untuk membuat konsep acara berjalan dengan lancar, sesuai dengan yang dimaui pasangan. Penggunaan jasa WO dengan benar dan tepat akan justru mempermudah jalannya acara dan bukan tak mungkin membuat efisien pembiayaan.

2. Mulai menabung berdua

Kalau konsep pernikahan telah ditentukan, pasangan harus mulai menyisihkan penghasilan per bulan. Seberapa besar, tergantung dari kemampuan dari pasangan tersebut. Tenggat waktu pernikahan juga menentukan besaran biaya yang harus disisihan per bulan. Ada baiknya jika pasangan yang akan menikah itu membuat rekening terpisah dan menjamin besaran rekening itu tak bakal berkurang setiap bulan.

3. Tentukan porsi pembiayaan

Maksud porsi pembiayaan di sini adalah antara pasangan dan orang tua. Ada kalanya orang tua masih ingin berkontribusi memberikan sebagian bantuan pembiayaan pernikahan putra-putrinya, karena momen itu adalah momen terakhir orang tua mengantarkan anaknya menjadi pribadi yang mandiri.

Pembagian secara transparan dan adil yang diketahui semua pihak akan lebih baik, jika semua pihak menginginkan. Jadi, setiap pihak mendapatkan porsi pembiayaan yang adil, yakni sekitar 25% untuk pria, wanita, dan kedua orang tua. Bagi sebagian kultur masyarakat, diskusi porsi pembiayaan pernikahan ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menyinggung perasaan sejumlah pihak.

4. Rencanakan detail konsep pernikahan

Tahap selanjutnya adalah melakukan detail konsep pernikahan. Sebagai contoh, apakah pernikahan itu akan dilakukan di gedung, di lingkungan tempat tinggal atau di tempat lain yang dinilai memiliki nilai historis, akan menentukan besaran biaya.

Selain itu, jumlah tamu undangan juga pasti akan berbanding lurus dengan biaya yang akan dikeluarkan. Belum lagi jika tempat perkawinan yang harus dicapai dengan moda transportasi tertentu, pasangan dan keluarga harus memikirkan kemudahan tamu-tamunya mencapai tempat resepsi pernikahan.

Menyewa bus atau minibus yang ditempatkan di sebuah tempat pada jam-jam tertentu adalah pilihan bijak yang pasti akan direspons dengan baik oleh para tamu yang tak memiliki alat transportasi yang memadai. Tentu saja hal itu harus dipikirkan pasangan dan keluarganya karena itu akan menambah besaran pembiayaan.

5. Awas, biaya tak terduga…

Slot biaya tak terduga sebesar 10% dari total biaya pernikahan praktis diperlukan. Semisal ada hal kecil dan di luar perkiraan, seperti tambahan akomodasi bagi keluarga bisa diambilkan dari pos ini.

6. Kontrol setiap saat

Ada baiknya pasangan melakukan ricek setiap bulan. Pembukuan mutlak diperlukan dan semuanya harus terdata rapi agar pembiayaan pernikahan itu tepat, sesuai dengan yang direncanakan.

Di lain pihak, pernikahan dianggap layak jika memiliki anggaran rata-rata Rp 200 juta. Menurut Tung Desem Waringin dalam bukunya, Financial Revolution, dana sebanyak itu akan terkumpul selama 10 tahun lewat investasi 40% gaji per bulan dengan tingkat suku 7%. Namun, layak atau tidak, pasangan yang bersangkutan yang berhak menentukan, beserta kedua orang tuanya.

Yang pasti tahapan setiap pasangan akan berbeda. Dengan bantuan enam langkah di atas diharapkan setiap pasangan dapat menentukan perhitungan logis untuk merencanakan pembiayaan pernikahan secara tepat dan mandiri. Terus kunjungi KreditAja.com untuk mendapatkan informasi teraktual untuk tips-tips keuangan berikutnya.