Tiga Pertimbangan Kenapa Pilih Daycare daripada Pengasuh Anak

Di era yang sudah serba modern, ibu bekerja pastinya bukan hal aneh. Tapi, permasalahan yang kerap muncul masih itu-itu saja. Yaitu, dilema working moms untuk menyerahkan pengasuhan anak kepada orang lain selama mereka bekerja.

 

Sudah menjadi kodrat seorang ibu untuk memperhatikan dan memprioritaskan tumbuh kembang anak. Tapi ini bukan berarti perempuan gak punya hak yang sama untuk berkarya di dunia profesionalisme.

 

Solusi yang ditawarkan seiring kemajuan zaman pun semakin beragam dan membantu meringankan beban para working moms. Babysitter dan daycare adalah diantaranya.

 

Sebagai contoh, Rina, seorang ibu dari dua anak berusia 3,5 dan 2 tahun. Rina dan suami sama-sama bekerja.

 

Sebelumnya, mereka memakai jasa pengasuh anak selama 2 tahun. Selama 2 tahun tersebut, mereka gonta-ganti pengasuh hingga 4 kali, padahal semuanya diambil dari yayasan penyalur yang cukup ternama.

 

Hingga akhirnya setahun lalu, Rina ketemu dengan teman semasa kuliah dulu yang telah menjadi owner sebuah daycare. Rina dan suaminya pun mulai mengenal daycare. Gak terasa, sudah setahun pasangan pekerja keras itu mengalihkan pengasuhan kedua anaknya ke daycare.

 

[Baca :Gadget untuk Anak Jangan Cuma Beli Ponsel Mahal Dong Coba 3 Alat Pemantau Keselamatan Anak Ini]

 

 

Berikut adalah pertimbangan Rina dan suami dalam memutuskan untuk memilih daycare:

 

1. Dari Segi Biaya

Bujet Rina dan suami dalam setahun:

= Rp 2,5 juta x 12 bulan

= Rp 30 juta

 

Waktu pilih pengasuh, biaya yang dikeluarkan oleh Rina dan suami dalam setahun:

 

– Biaya admin sebagai garansi selama setahun: Rp 2 juta

– Gaji pengasuh per bulan: Rp 2 juta

– Bayar THR per tahun: Rp 2 juta

– Uang makan per bulan: Rp 300 ribu

– Biaya lain-lain (kebutuhan medis, jajan, dsb.) per bulan: Rp 100 ribu

 

= Rp 2 juta + (Rp 2 juta x 12 bulan) + Rp 2 juta + (Rp 300 ribu x 12 bulan) + (Rp 100 ribu  x 12 bulan)

= Rp 2 juta + Rp 24 juta + Rp 2 juta + Rp 3,6 juta + Rp 1,2 juta

= Rp 32.800.000

 

Artinya, selama dua tahun sebelumnya, Rina dan suami jadi nombok Rp 2,8 juta dari bujet mereka.

 

kenapa pilih daycare

 

Segala sesuatu di dunia ini pakai uang, tapi jangan itung-itungan ya buat anak

 

 

Dibandingkan dengan daycare yang mereka pilih selama setahun ini, rincian biaya menjadi:

 

– uran bulanan: Rp 2 juta

– Uang aktivitas per ganti tahun ajaran: Rp 3 juta

– Biaya lain-lain (uang terima kasih ke tenaga pendidik, uang jalan-jalan anak sesekali, dsb.) per tahun: Rp 1,5 juta

 

= (Rp 2 juta x 12 bulan) + Rp 3 juta + Rp 1,5 juta

= Rp 24 juta + Rp 3 juta + Rp 1,5 juta

= Rp 28,5 juta

 

Artinya, sejak kedua anak mereka masuk daycare, Rina dan suami justru menghemat Rp 1,5 juta dari bujet asli.

 

[Baca : Preschool Anak 1 Tahun dan Selanjutnya Bukan Cuma Status Mampu Bayar]

 

 

2. Dari Segi Kelebihan dan Kekurangan

Oke, Rina dan suami memang jadi bisa lebih hemat sejak kedua anak mereka masuk daycare. Tapi yang namanya orangtua, biaya bukan segalanya jika dibandingkan dengan kualitas hidup sang buah hati.

 

Maka selain biaya, Rina dan suami menimbang-nimbang lagi kelebihan dan kekurangan masing-masing pengasuh dan daycare.

 

kenapa pilih daycare

Cek and ricek dulu dengan seksama ya moms apa saja yang bisa diperoleh dengan nitipin anak ke daycare

 

Kelebihan dan Kekurangan Pengasuh :

 

Kelebihan Kekurangan
  • Fokus pengasuhan anak maksimal, karena semua perhatian pengasuh gak kebagi-bagi.
  • Kalau moms sakit dan gak bisa kerja, pengasuh masih bisa bantu menjaga anak.
  • Waktu kerja pengasuh lebih fleksibel.
  • Pola asuh anak bisa disesuaikan dengan keinginan orangtua.
  • Anak gak gampang sakit karena mendapat perhatian khusus.
  • Anak bisa request menu makanan yang mereka suka lho.
  • Pola asuh anak bisa sesukanya (lemah pengawasan)
  • Pola asuh bisa bikin anak kurang mandiri dan bersosialisasi. Apalagi kalau pengasuhnya malas ngajak anak main di luar.
  • Anak bisa jadi lebih egois atau manja karena sering dilayani loh moms!
  • Anak gampang bosan, apalagi kalau pengasuh gak kreatif.
  • Pengasuh belum tentu memiliki kemampuan mendidik anak.
  • Hubungan anak dengan pengasuh bisa jadi lebih dekat dibanding ke moms.

 

Kelebihan dan Kekurangan Daycare

 

Kelebihan Kekurangan
  • Memiliki tenaga pendidik khusus anak seperti guru pre-school
  • Anak bisa belajar bersosialisasi dan berkomunikasi dengan teman-teman seusianya, orang dewasa lainnya dan lingkungan sekitar.
  • Belajar mandiri karena terbiasa ngerjain sendiri semua kebutuhannya. Seperti makan, mengambil baju ganti, antre untuk mandi dll.
  • Kegiatan anak terjadwal dan anak belajar disiplin untuk melaksanakannya
  • Menu makan yang disediakan, sangat diperhatikan nilai gizinya
  • Kegiatan anak lebih bervariasi
  • Bertemu dengan anak seusianya setiap hari bisa bikin anak meniru perilaku loh! Gimana kalau yang ditiru perilaku buruk?
  • Berinteraksi fisik dengan anak lain juga bisa bikin anak mudah terinfeksi penyakit
  • Kalau anak sakit, biasanya daycare menyarankan anak istirahat di rumah aja.
  • Waktu kurang fleksibel, sehingga moms yang harus menyesuaikan.

Mengambil Keputusan Akhir

 

Selain pertimbangan di atas, ada satu hal yang gak kalah penting. Rina capek menghadapi gonta-ganti pengasuh anak. Emang sih, dicariin sama yayasan. Tapi tetap saja bikin beban mental.

 

Daycare memang ada kelemahan. Namun justru setelah mengetahui kelemahan-kelemahan daycare itulah Rina dan suami jadi bisa mengakali.

 

Misalnya, gimana kalau anak sakit karena ketularan anak-anak lain?

 

kenapa pilih daycare

Anak adalah anugerah terindah, pastikan mereka mendapatkan hanya yang terbaik

 

Rina dan suami pun melakukan riset dalam memilih daycare, yakni:

 

– Tenaganya harus punya keahlian penanganan medis dasar

– Dokter anak harus ada dalam radius 3 km dari lokasi daycare

– Bisa janjian dengan orangtua ngasih obat atau vitamin ke anak (tentunya harus disediakan oleh Rina dan suami)

 

Kenapa pilih daycare? Bagi Rina dan suami, daycare lebih menguntungkan. Namun, setelah menimbang-nimbang dari kedua segi di atas.

 

Silahkan moms pilih yang paling terbaik menurut kondisi dan kebutuhan saja. Yang baik untuk A belum tentu baik juga buat B, iya kan moms?

 

[Baca : Mendidik Anak untuk Disiplin Gak Perlu Boros Loh]

 

 

Anak itu anugerah terindah dari Tuhan. Sudah jadi tugas dan tanggungjawab kita untuk menjaga dan merawat mereka sebaik-baiknya. So, berikan hanya yang terbaik untuk si buah hati ya moms!

 

 

 

Image Credit :

  • http://kreativa.co.id/wp-content/uploads/2015/09/uang-rupiah.jpg
  • http://media.viva.co.id/thumbs2/2012/08/21/168191_lovely-sunshine_663_498.jpg
  • http://media.viva.co.id/thumbs2/2012/08/23/168293_daycare_663_498.jpg