Tersangkut Kasus Suap Suami, Ini Perjalanan Karier Inneke Koesherawati

Inneke Koesherawati dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK. Kok bisa?

Kabarnya bintang film era 90-an ini tertangkap saat operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Inneke waktu itu sedang berada di Lapas Sukamiskin dalam rangka menjenguk suaminya, Fahmi Darmawansyah.

Ternyata di balik pertemuannya dengan sang suami, ada penyuapan terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husein. Suap yang dilakukan suami Inneke tersebut bertujuan untuk mendapat fasilitas sel mewah di Lapas Sukamiskin.

KPK pun memeriksa Inneke yang berstatus sebagai saksi. Belakangan, diketahui bahwa ternyata Inneke berperan dalam pemesanan mobil Mitsubishi Triton dan Mitsubishi Pajero Sport yang diberikan kepada Wahid Husein.

Sayang sekali ya. Padahal Inneke diketahui punya karier yang bagus sebagai artis. Malah terakhir sejak ia memutuskan buat berhijab, ia lebih sering tampil menjadi pembicara dalam beberapa acara talkshow. Ataupun peragaan busana Muslim.

Kamu pastinya penasaran gimana perjalanan karier Inneke Koesherawati hingga akhirnya tersandung kasus suap saat ini. Nih ulasannya.

Gadis Sampul yang jadi bintang film dewasa

Inneke Koesherawati
Inneke Koesherawati (baca)

Lahir pada 13 Desember 1975, Inneke Koesherawati adalah anak kelima dari enam bersaudara. Ayahnya merupakan keturunan Belanda yang tinggal di Purworejo, Jawa Tengah bersama ibunya.

Parasnya yang cantik menjadi modal buat mengikuti ajang pemilihan foto majalah. Beberapa kali ia pernah mengikuti berbagai lomba tersebut di Jakarta.

Ia pun terpilih dalam ajang Gadis Sampul 1990 yang diselenggarakan Majalah Gadis sejak tahun 1987. Dari situlah, kariernya mulai terbangun.

Diawali dengan tampil sebagai pemeran figuran dalam film “Lupus” (1990), kemudian ia mendapat tawaran lagi untuk bermain di film “Diskotik DJ” (1990).

Tawaran-tawaran bermain film pun semakin berdatangan. Gak terkecuali tawaran buat berakting di film komedi dan dewasa. Ada 15 film yang udah dibintanginya. Salah satunya adalah film dewasa yang berjudul “Gadis Metropolis” (1992).

Di film tersebut Inneke berakting sebagai Fanny. Film ini bercerita soal kehidupan tiga wanita yang hidupnya cuma hura-hura alias bersenang-senang. Singkatnya, film ini punya akhir cerita yang tragis.

Karena wajahnya sering menghiasi film dewasa, Inneke dapat predikat sebagai “bomseks” Indonesia saat itu. Selain berakting dalam film, ia juga kebanjiran tawaran bermain sinetron dan iklan.

Berhijab, menikahi pengusaha, sampai akhirnya ditangkap KPK

*Direndahkan tidak mungkin jadi sampah, disanjung tidak mungkin jadi rembulan. Maka jangan risaukan omongan orang, sebab setiap orang membacamu dengan pemahaman dan pengalaman yang berbeda.* * Teruslah melangkah selama engkau di jalan yang benar, meski terkadang kebaikan tidak selalu dihargai. Tidak usah repot-repot menjelaskan tentang dirimu, sebab yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu.* * Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi tentang siapa yang mau berbuat baik. Jika didzalimi orang jangan berpikir untuk membalas dendam, tapi berpikirlah cara membalas dengan kebaikan.* * Jangan mengeluh, teruslah berdoa dan ikhtiar. Sibukkan diri dalam kebaikan hingga keburukan lelah mengikutimu.*…… Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yg menjalaninya 🙏🙏

A post shared by Ineke Koesherawati (@inekekoes) on

Secara mengejutkan, Inneke Koesherawati mengambil keputusan besar dalam hidupnya, yaitu menutupi seluruh auratnya dengan berhijab. Bayang-bayang Inneke Koesherawati sebagai sosok artis yang seksi dan kerap berakting erotis hilang begitu melihat dirinya dalam balutan hijab kayak sekarang.

Dalam suatu wawancara, Inneke mengatakan keputusannya ini sebagai salah satu bentuk syiar kepada banyak orang. Ia berharap orang-orang merasa terdorong buat berhijab begitu melihat penampilannya.

Tawaran berakting buat tampil di sinetron bertema religi pun datang kepadanya. Mulai dari “Padamu Aku Bersimpuh” (2001), “Mutiara Hati” (2005), dan “Jalan Takwa” (2005). Selang setahun setelah berhijab, Inneke ditawari jadi Brand Ambassador kosmetik Wardah tahun 2001.

Inneke baru menikah pada tahun 2004 dengan seorang pengusaha bernama Fahmi Darmawansyah yang berstatus duda. Nama Fahmi sendiri diketahui sebagai salah satu anggota keluarga Saidah yang merupakan pemilik dari Menara Saidah di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Perjalanan rumah tangganya yang adem ayem selama lebih dari 10 tahun akhirnya terguncang saat KPK menangkap suaminya Fahmi Darmawansyah tahun 2016. KPK menjerat Fahmi terkait korupsi pengadaan alat survei monitoring di badan Keamanan Laut (Bakamla).

Dari OTT yang dilakukan KPK tersebut, uang senilai Rp 2 miliar disita sebagai barang bukti. Dan atas kasusnya ini, Fahmi pun divonis hukuman 2 tahun 8 bulan penjara.

Eeeh bukannya kapok, Fahmi ternyata masih mencoba melakukan penyuapan lagi. Kali ini yang disuap adalah Kepala Lapas Sukamiskin. Alhasil, aksinya tersebut ikut menyeret sang istri, Inneke Koesherawati sampai ditetapkan sebagai saksi.

Yang namanya melanggar hukum ya udah pasti ada konsekuensinya dong. Jadi kalau udah dihukum, ya jalanin aja bro. Sayang lagian itu duit buat beli dua mobil mewah dikasih ke Kalapas Sukamiskin. Mending dipake buat biaya anak sekolah dah. Ya gak?