Ternyata Segini Iuran BPJS Ketenagakerjaan Setiap Bulannya

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan didirikan buat memberikan jaminan hari tua buat para penerima upah dan bukan penerima upah.

Para peserta BPJS Ketenagakerjaan diwajibkan buat membayar iuran setiap bulannya. Iuran tersebut nantinya dapat dicairkan oleh para peserta. Namun dengan syarat peserta gak berstatus sebagai karyawan lagi atau emang sedang gak bekerja.

Saldo JHT (Jaminan Hari Tua) BPJS Ketenagakerjaan pun dapat kamu cairkan hingga 100 persen tanpa harus menunggu usia 10 tahun kepesertaan.

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 60 tahun 2015 yang berlaku sejak 1 September 2015.

Lalu yang jadi pertanyaan, berapa sih iuran BPJS Ketenagakerjaan yang harus dibayarkan setiap bulan? Karena yang kamu tahu, setiap bulan upahmu otomatis dipotong perusahaan buat membayar iuran tersebut.

Dikutip dari situs resmi BPJS Ketenagakerjaan, berikut iuran setiap bulan yang wajib dibayarkan oleh para peserta, baik penerima upah, maupun bukan penerima upah.

1. Jaminan Hari Tua (JHT)

BPJS-Ketenagakerjaan
Jaminan Hari Tua (JHT) (caraklaim)

Para peserta BPJS Ketenagakerjaan tentu udah gak asing lagi dengan fasilitas JHT atau saldo BPJS yang dapat dicairkan.

Manfaat JHT berupa uang tunai yang besarnya merupakan hasil akumulasi iuran setiap bulan dan ditambah dari hasil pengembangan (bunga).

Dikutip dari situs resmi BPJS Ketenagakerjaan, hasil pengembangan JHT selalu di atas bunga deposito Bank Pemerintah. Lumayan juga lah.

Buat bisa menikmati fasilitas ini, setiap bulannya kamu diwajibkan buat membayar iuran, seperti:

  • Penerima upah: sebesar 5,7 persen per bulan dari upah yang dilaporkan dengan pembagian 2 persen dari upah pekerja dan 3,7 persen dari perusahaan.
  • Bukan penerima upah: sebesar 2 persen per bulan dari penghasilan yang dilaporkan.
  • Pekerja migran Indonesia: sebesar Rp 105 ribu hingga Rp 600 ribu per bulan.

Standar upah berdasarkan upah pokok dan tunjangan tetap lho ya. Iuran BPJS Ketenagakerjaan harus dibayarkan paling lama tanggal 15 setiap bulannya, baik buat perusahaan maupun perorangan.

Jika terlambat bayar, maka bakal dikenakan denda 2 persen buat setiap bulan keterlambatan dari iuran yang dibayarkan.

[Baca: Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan Selain JHT yang Perlu Kamu Tahu]

2. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

BPJS-Ketenagakerjaan
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) (bpjsketenagakerjaan)

Fasilitas lain yang ditawarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan selain JHT adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

BPJS Ketenagakerjaan bakal memberikan perlindungan risiko kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan, baik di tempat kerja maupun kecelakaan menuju tempat kerja.

Iuran per bulan yang harus dibayarkan antara lain:

  • Penerima upah: 0,24 persen hingga 1,74 persen. Buat fasilitas yang bakal dibayarkan oleh pemberi kerja atau perusahaan dengan persentasi yang berbeda-beda tergantung dari besarnya risiko, seperti:
    • Tingkat risiko rendah banget, sebesar 0,24 persen dari upah.
    • Tingkat risiko rendah, sebesar 0,54 persen dari upah.
    • Tingkat risiko sedang, sebesar 0,89 persen dari upah.
    • Tingkat risiko tinggi, sebesar 1,27 persen dari upah.
    • Tingkat risiko tinggi banget, sebesar 1,74 persen dari upah.
  • Bukan penerima upah: sebesar 1 persen dari penghasilan yang dilaporkan.
  • Jasa konstruksi: mulai dari 0,21 persen yang nilainya berdasarkan nilai proyek.
  • Pekerja migran Indonesia: sebesar Rp 370 ribu.

Peserta yang membayar iuran JKK bakal mendapat benefit berupa:

  • Mendapat bantuan perawatan tanpa batas biaya sesuai dengan kebutuhan medis.
  • Mendapat santunan kematian sebanyak 48 kali dari upah yang dilaporkan karena kecelakaan kerja.
  • Mendapat bantuan beasiswa buat satu orang anak sebesar Rp 12 juta.

Buat fasilitas ini terdapat masa kedaluarsa klaim, yaitu dua tahun sejak kecelakaan terjadi. Karena itu, pastikan kamu klaim sebelum masa berlaku habis ya biar gak hangus.

[Baca: Tiap Bulan Bayar Iuran Kan? Ini Cara Mengecek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan]

3. Jaminan Kematian

BPJS-Ketenagakerjaan
Jaminan Kematian (bpjsketenagakerjaan)

Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan yang satu ini adalah memberikan uang tunai kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia yang bukan disebabkan karena kecelakaan kerja.

Untuk dapat ini, para peserta wajib membayar iuran setiap bulannya sebesar:

  • Penerima upah: 0,3 persen dari upah yang dilaporkan dan dibayarkan oleh pemberi kerja atau perusahaan.
  • Bukan penerima upah: Rp 6.800 per bulan.
  • Jasa konstruksi: mulai dari 0,21 persen yang nilainya berdasarkan nilai proyek.
  • Pekerja migran Indonesia: Rp 370 ribu.

Seperti yang dilansir dari website resmi BPJS Ketenagakerjaan, ahli waris bakal mendapatkan:

  • Bantuan dana selama 24 bulan sebesar Rp 4,8 juta yang diberikan sekaligus.
  • Mendapat biaya pemakaman Rp 3 juta.
  • Satu orang anak dari ahli waris bakal mendapatkan beasiswa Rp 12 juta.
  • Ahli waris bakal mendapatkan uang tunai Rp 36 juta.
  • Mendapat santunan sekaligus sebesar Rp 16,2 juta.

[Baca: Dana BPJS Ketenagakerjaan Bisa Dicairkan Secara Online, Ini 7 Langkahnya]

4. Jaminan Pensiun

BPJS-Ketenagakerjaan
Jaminan Pensiun (suarapemredkalbar)

Jaminan pensiun adalah jaminan sosial yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan buat mempertahankan kehidupan yang layak buat peserta atau ahli waris setelah peserta memasuki usia pensiun atau mengalami cacat.

Fasilitas yang satu ini cuma ditujukan buat pekerja penerima upah dengan membayar iuran setiap bulan sebesar 1 persen dari pekerja dan 2 persen dari perusahaan.

Menurut BPJS Ketenagakerjaan, peserta atau ahli waris bakal mendapatkan benefit berupa:

  • Mendapat uang tunai bulanan jika peserta udah memenuhi iuran minimum 15 tahun atau 180 bulan saat memasuki usia pensiun sampai meninggal dunia.
  • Ahli waris mendapat uang tunai bulanan hingga meninggal dunia atau menikah lagi.
  • Mendapat uang tunai bulanan jika peserta mengalami kecelakaan kerja hingga menyebabkan cacat total meskipun baru satu bulan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
  • Anak yang didaftarkan program pensiun akan mendapatkan bantuan uang tunai bulanan hingga usianya mencapai 23 tahun.

Itu dia iuran BPJS Ketenagakerjaan yang harus kamu bayarkan setiap bulan dan benefit yang bakal kamu dapatkan. Jadi udah gak bingung lagi kan menghitungnya?