Ternyata Kesalahan- kesalahan Ini Nih yang Bikin Niat Mau Hemat Malah Jadi Boros

Artikel Ini dipersembahkan oleh Mitra Perencana Keuangan

Kami Finansialku.com

logo finansialku

 

Setiap orang pasti selalu berusaha untuk hidup hemat, dengan caranya sendiri-sendiri. Sayangnya seringkali niat hemat malah jadi boros, karena kita kurang cermat dalam pelaksanaannya.

 

Kamu pernah dong mengalami hal tersebut, maunya berhemat malah keluar uang lebih banyak.

 

[Baca: Antara Hemat dan Pelit Pahami Dulu Deh  Biar Gak Ngatain Teman Pelit]

 

 

Kali ini Finansialku memiliki beberapa daftar hal-hal yang bikin niat mau hemat malah jadi boros (mengeluarkan uang lebih banyak). Semoga jadi gak boros lagi ya.

 

1. Beli Lebih Banyak Biar Dapat Diskon

Salah satu strategi pemilik toko untuk memikat pelanggan adalah dengan program diskon untuk pembelian dalam jumlah besar. Penawaran-penawarannya mulai dari beli 2 dapat 3, beli 2 diskon 10%, diskon 50% untuk pembelian barang kedua dan lainnya.

 

Gak jarang kita membeli buah-buahan, sayur-mayur atau daging dalam jumlah besar tetapi malah basi?

 

niat mau hemat

Yang sayur, yang sayur, menyehatkan loh, jangan kayak Sinchan ya gak doyan sayur hehehe

 

 

Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah, orang berasumsi akan lebih hemat jika membeli dalam jumlah besar, sayangnya tidak demikian. Alih-alih ingin berhemat, malah pengeluaran bertambah besar (alias boros).

 

2. Menunda-Nunda Masa Perbaikan

Kita juga sering meremehkan perawatan atau permasalahan kecil, seperti saat harus ganti oli mobil atau memperbaiki lampu yang putus, kita masih malas-malasan. Atap rumah bocor malah cuek dan lainnya.

 

Nah, akibat malas dan menunda pekerjaan malah bikin kita jadi boros. Semisal, tiba-tiba mobil jadi mogok, peralatan listrik lainnya menjadi ikutan rusak atau bocor jadi lebih besar. Disadari atau gak, malas atau menunda bisa membuat kita menjadi lebih boros.

 

3. Beli Lebih Sering Biar Dapat Diskon

Permasalahan ketiga, adalah penawaran beli lebih sering biar dapat diskon. Contohnya, setiap hari selasa, beli 1 gratis 1 tiket bioskop atau diskon 50% untuk semua makanan, setelah jam 20.00.

 

Pembeli yang kurang cermat, sering terjebak dengan promo tersebut. Tadinya sebulan sekali ke bioskop, gara-gara promo jadi lebih sering nonton bioskop.

 

niat mau hemat

Wow nonton kok pake kacamata item sih mbaksis, masbro hehehe

 

 

Yang biasanya jarang-jarang makan di rumah makan, karena diskon jadi lebih sering keluar makan. Niatnya mau dapat untung karena ada promo, malah jadi buntung.

 

[Baca: Lebih Baik Masak Makanan Sendiri di Rumah atau Beli Mana yang Lebih Hemat]

 

 

4. Beli Barang dengan Kualitas Jelek

Menurut kamu mana yang lebih boros? Beli barang murah dengan daya tahan 1 – 2 tahun, kalau rusak ganti atau beli barang lebih mahal dengan daya tahan lebih dari 2 tahun?

 

Terkadang kita dihadapkan opsi di atas, pilih opsi pertama atau kedua? Sebenarnya gak ada yang benar atau salah, tergantung pada jenis produknya. Contoh, jika kita membeli sepatu olahraga, mungkin opsi 2 lebih hemat.

 

5. Pilih Makanan yang Kurang Sehat

Apakah kamu sering mengkonsumsi makanan yang enak, murah tetapi kurang sehat? Sebenarnya hal tersebut bukan hidup hemat, jika sampai berdampak pada kesehatan, biaya berobatnya bisa jadi lebih mahal.

 

Walaupun sudah ada asuransi kesehatan seperti BPJS Kesehatan, kita tetap harus menjaga kesehatan ya.

 

6. Pilih Asuransi yang Preminya Paling Kecil

Beberapa kali kami menemui, orang-orang yang membeli asuransi seperti membeli makanan. Mereka membeli asuransi dengan premi yang paling kecil. Apa salahnya membeli asuransi dengan premi yang kecil?

 

niat mau hemat

Hari esok gak ada yang tahu, kan kita bukan mama Loreng hehehe

 

 

Sebenarnya asuransi adalah produk untuk proteksi atau menjaga kita jika terjadi sesuatu. Iealnya belilah asuransi yang uang pertanggungannya sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai kita kekurangan proteksi atau kelebihan proteksi. Sesuaikan juga premi asuransi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

 

7. Menyimpan Barang-Barang yang Gak Terpakai

Ada loh orang-orang yang selalu menyimpan barang-barang yang sudah gak terpakai, karena adanya kenangan masa lalu, mengoleksi dan lainnya. Padahal, jika barang-barang tersebut dijual kita bisa mendapatkan uang tambahan.

 

8. Membeli Terburu-Buru Biar Dapat Diskon

Pernah terburu-buru membeli barang, hanya karena penawaran diskon? Contoh beli sekarang, senin harga sudah naik. Kemudian setelah membeli produk tersebut, kita merasa kecewa. Terkadang membeli sesuatu karena diskon adalah tindakan yang boros.

 

9. Menunda Liburan dan Istirahat

Banyak orang menunda liburan dan waktu istirahat untuk menghemat uang atau malas. Sesudahnya kita merasa stres dan penat dengan rutinitas harian akhirnya malah sakit. Liburan dan istirahat adalah hal yang penting sebagai cara untuk menurunkan tingkat stres seseorang.

 

[Baca; Gunain Aplikasi Kencan Online Buat Cari Pasangan Bisa Menghemat Kantong Loh Gak Percaya]

 

 

10. Kebanyakan Menabung

Tahu gak kalau kebanyakkan menabung ternyata gak baik untuk kesehatan keuangan kita? Loh kok bisa? Karena uang yang  ditabung sebenarnya gak terlalu menghasilkan.

 

niat mau hemat

Bang bing bung nyok kita nabung

 

 

Tabungan memang perlu, tetapi jumlahnya secukupnya untuk transaksi bulanan dan dana darurat saja. Pikirkan investasi juga untuk mewujudkan tujuan-tujuan keuangan kita.

 

 

Wah ternyata banyak juga ya tantangan-tantangan untuk hidup hemat. Terkadang apa yang kita pikir dapat menghemat pengeluaran, malah membuat kita jadi boros. Kita memang perlu menjadi konsumen yang kritis dan kreatif.

 

 

 

Image Credit

  • http://3.bp.blogspot.com/-d8Xz4QrGNvU/UXvFhgY3w7I/AAAAAAAAJOk/lIzrR1-JGk4/s1600/sayuran.jpg
  • http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/thumbnails/945929/big/050094600_1438693535-medium_news-flash-ternyata-87-persen-penduduk-indonesia-belum-pernah-nonton-bioskop-bc7d6c.png
  • http://masrifai.com/wp-content/uploads/2016/03/pengertian-klaim-asuransi.png
  • http://ehloo.com/wp-content/uploads/2015/10/nabung.jpg