Ternyata Ini Nih Kesalahan Seputar Investasi di Saat Kamu Berusia 20-an

Berinvestasi itu kayak main catur. Jika salah langkah, bakal kena skak mat dan kalah.

Begitu pula dengan pemainnya. Makin berpengalaman, makin besar kans untuk menyikat lawan.

Makanya, risiko investasi buat orang-orang yang belia lebih besar ketimbang yang sudah lama makan asam-garam dunia investasi. Meski begitu, berbeda dengan catur, investasi bukanlah pertandingan satu lawan satu.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi investasi. Lagi putus cinta, misalnya, bisa saja bikin keliru ambil langkah investasi. Jadi, kita-kita yang usianya masih 20-an pun bisa juga meraup keuntungan dari investasi.

Masalah yang sering menerpa investor muda adalah nafsu untuk mendapat dana sebesar-besarnya dalam waktu sesingkat-singkatnya. Nafsu ini malah bisa membuat kita terjebak investasi palsu.

Sebagai investor muda, kita mesti sadar bahwa ada banyak orang yang levelnya di atas kita. Kita bisa melihat bagaimana mereka melakukan investasi, termasuk mempelajari kesalahan mereka agar gak kita ulangi.

kesalahan seputar investasi
Namanya kesalahan ya diperbaiki bukan malah diratapi (Tulisan Kesalahan / Investmedan)

Berikut ini 5 kesalahan seputar investasi saat berusia 20-an, mari kita simak bersama:

1. Malu bertanya

Pepatah malu bertanya, sesat di jalan berlaku di mana-mana. Seperti dikatakan sebelumnya, banyaknya investor berpengalaman di luar sana bisa dijadikan cermin sekaligus buku pintar.

Pelajari kesalahannya dan jangan lupa bertanya. Bukan hanya investor senior, kita pun tak seharusnya malu bertanya ke rekan sebaya dan orang tua di rumah. Misalnya, minta nasihat orang tua mau investasi emas atau deposito.

Baca informasi di Internet memang bisa jadi pilihan, tapi gak semua yang ada di Internet itu benar. Lebih baik tanyakan langsung ke pakarnya agar mendapat jawaban yang lebih pasti.

2. Terlalu muluk-muluk

Punya target itu harus. Namun target itu semestinya yang realistis. Apalagi target dalam investasi.

kesalahan seputar investasi
Mimpi tuh jangan keseringan, realistis dong apalagi soal investasi (Karyawan Bermimpi / Malesbanget)

Mumpung usia masih 20-an, banyak waktu untuk belajar investasi ke depan. Untuk permulaan, pasang target yang mudah dulu.

Contohnya dalam setahun harus untung minimal 5 persen. Kalau investasi per bulan Rp 500.000, keuntungan 5 persen setahun berarti Rp 300.000. Lumayanlah buat permulaan, dibanding bunga tabungan.

Setelah merasa target terpenuhi terus, baru naikkan target sedikit demi sedikit. Harus disesuaikan antara target dan rata-rata imbal hasil jenis investasi yang dijalankan. Imbal hasil reksadana misalnya, bisa lebih besar ketimbang emas atau deposito.

3. Berasa seperti nabung I 

Investasi berbeda dengan menabung, yang besar-kecilnya nilai bunga dipengaruhi jumlah dana yang disimpan. Tapi ada lho yang berpikiran bahwa makin banyak setor dana investasi, makin besar imbal hasil yang didapat.

Pikiran naif seperti ini sering ada di benak kaum muda karena kurangnya pengetahuan investasi. Dalam investasi, ada risiko yang mengancam. Makin tinggi potensi imbal hasil, makin gede risikonya.

kesalahan seputar investasi
Kalau mau hidup tenang ya diam aja, investasi pasti ada resiko doong, kan hasilnya besar (Jalan Di Atas Tali / csdnews)

Investasi saham, contohnya. Dalam hitungan hari, kita bisa jadi jutawan saat saham yang kita punya laku dijual dengan harga tinggi. Namun, sebaliknya, kita bisa bangkrut saat harga saham itu tiarap dan gak laku.

4. Berasa seperti nabung II

Ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Saat nabung, kita bebas tarik dana untuk keperluan apa saja.

Kalau investasi, beda. Jika terlalu sering ambil-ambil dana yang ditanam, imbal hasil bakal makin tipis.

Sebab, imbal hasil dipengaruhi besar-kecilnya dana investasi. Untung investasi gak kenal produk ATM ya. Kalau ada kartu ATM-nya dan sering dipakai, kapan bisa untung.

5. Bingung ketika dapat untung

Saat investasi mulai memperlihatkan hasilnya, jangan sampai malah bingung mau ngapain. Konsultasikan dengan orang lain, terutama yang tahu soal investasi itu.

Mungkin dana diambil sebagian lalu diinvestasikan ke instrumen lain. Misalnya dari reksadana melebarkan sayap ke investasi emas.

kesalahan seputar investasi
Pahami tentan g investasi biar hasilnya nambah terus bukannya malah buntung ya (Investasi / Jabarmerdeka)

Ini penting agar dana bisa lebih dikembangkan. Juga menghindari risiko jika terlalu banyak menyimpan dana di satu instrumen investasi.

Prinsipnya, investasi gak kenal usia. Malah, lebih dini memulainya lebih bagus. Yang berniat pensiun kerja di usia muda, investasi sangat disarankan.

Tenang, gak perlu modal sampai berjuta-juta untuk memulai investasi. Banyak investasi ramah pemula, tinggal kita pilih mana yang paling pas dengan kondisi keuangan dan target masa depan.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Waspada dengan 7 Penipuan Berkedok Investasi Berikut Ini!]

[Baca: Belajar Investasi di Reksa Dana untuk Pemula: Gak Ribet, Gak Bikin Pusing]

[Baca: Pilih Mana Nih, Menabung Saham atau Investasi Reksa Dana? Simak Untung-Ruginya Yuk]

[Baca: Buat Para Pemula, Baca 5 Panduan Berinvestasi Ini Ya!]