Ternyata Ini 5 Rahasia Polytron Bisa Awet dan Mendunia, Yuk Tiru!

Memiliki usaha yang bagus dan bisa bertahan lama tentu impian semua pebisnis. Untuk itu kamu bisa belajar dari banyak merek yang udah sukses, salah satunya: Polytron.

Polytron emang produk lokal alias berasal dari Indonesia. Tapi coba kamu perhatikan deh, produk-produk elektronik mereka bisa bersaing dengan merek Jepang.

Konon kabarnya, market share dari brand yang udah berdiri di Indonesia sejak 1975 silam ini naik sebesar 24 persen pada tahun lalu. Kinerja penjualannya pun berbuah manis buat produk-produk home appliances.

Asal kamu tahu nih, produk mereka udah diekspor ke Thailand, Myanmar, Bangladesh, Srilanka, Arab Saudi, hingga Spanyol. Hebat banget! Udah mendunia.

Tertarik gak punya usaha yang bagus dan bisa laris sepanjang masa seperti Polytron? Kalau pengin, yuk cari tahu soal strategi mereka dalam mengembangkan merek.

1. Punya tiga pabrik dengan fungsi berbeda

usaha yang bagus
Gak cuma TV, Radio, barang elektronik lain juga ada (Kurniachris/Flickr)

Walaupun Polytron berhasil menguasai pasar Indonesia, ternyata brand ini berasal dari sebuah desa bernama Krapyak di Kudus, Jawa Tengah. Di wilayah itulah terdapat pabrik produk elektronik yang berada di bawah naungan PT Hartono Istana Teknologi.

Dari namanya aja kita tahu kalau perusahaan ini milik Hartono, orang terkaya di Indonesia sekaligus pemilik Djarum.

Perusahaan itu mulai beroperasi pada 1975 silam. Saat ini, Polytron udah punya tiga pabrik yang lokasinya di Jawa Tengah.

Total area pabriknya seluas 69 hektare. Jumlah karyawannya mencapai 10 ribu orang. Uniknya nih, masing-masing pabrik memiliki fungsi yang berbeda.

Pabrik pertama di Krapyak yang luasnya 109 ribu meter persegi adalah pabrik TV, handphone, AC, audio, dispenser, dan DVD player. Sementara pabrik di Sidorekso yang luasnya 130 ribu meter persegi adalah pabrik speaker. Terakhir, pabrik di Sayung yang luasnya 450 ribu meter persegi merupakan pabrik kulkas dan mesin cuci.

Dengan diversifikasi ini, proses produksinya bakal terpantau lebih baik. Gak bakal ada tumpang tindih dalam lini perakitan.

Kamu bisa menarik pelajaran lewat model bisnis ini ketika melakukan rekrutmen pegawai. Usahakan setiap orang punya tugas yang gak tumpang tindih biar kinerja bisnismu jadi lebih efisien. Lambat laun bisnismu pun bisa jadi salah satu usaha yang bagus.

2. Sesuai banget dengan pasar Indonesia

Walaupun Polytron mendunia, bukan berarti semua produknya cuma sesuai dengan standar pasar luar negeri. Polytron juga punya spesifikasi produk yang pas buat masyarakat Indonesia.

Itulah sebabnya bisnis yang mereka jalankan bisa dikatakan sebagai usaha yang bagus sepanjang masa. Karena pengin sebagus apapun produk sebuah brand, kalau dia gak bisa jadi juara di negaranya sendiri, ya sama aja bohong.

Tahun lalu, Polytron telah menciptakan sebuah smartphone Zap 6 Flaz. Mereka menargetkan penjualan itu ke para driver online. Produk itu menyajikan fitur e-compass yang diklaim bisa diandalkan buat membantu keakuratan GPS (global positioning system). Selain itu, ponsel ini juga punya sistem fast-charging, jadi pengguna gak butuh waktu lama buat isi baterai sampai penuh.

Walaupun masih kalah saing dengan produk-produk luar, tapi inovasinya patut diacungi jempol. Mereka udah mencoba bikin produk yang bisa jadi solusi masyarakat Indonesia.

Selain ponsel, mungkin kamu juga harus tahu soal AC Neuva Ice milik Polytron. AC ini merupakan produk premium yang didesain khusus buat negara-negara iklim tropis. AC tersebut dibekali teknologi high efficiency cooling engine yang dipastikan bisa mengubah suhu jadi 18 derajat celcius cuma dalam waktu tujuh menit.

Bisa dikatakan, AC ini 40 persen lebih dingin daripada AC di pasaran. AC-nya juga diklaim 60 persen lebih hemat daya listrik.

3. Harga terjangkau dan punya ciri khas yang gak dimiliki produk lain

usaha yang bagus
Tertarik nyoba smartphone Polytron? (Michael Aditya D Herlambang/Flickr)

Tadi kita bicara soal AC dan ponsel, sekarang kita bakal ulas kualitas produk Polytron lainnya.

Semua tentu tahu, radio atau speaker Polytron jelas harganya lebih murah ketimbang merek lain. Ya iyalah, wong ini produk lokal.

Tapi jangan salah, soal kualitas bisa diadu. Suara dari produk audio dari radio atau televisi Polytron terbilang cukup kuat. Bahkan cenderung lebih bassy ketimbang produk Jepang yang mendominasi pasar. Banyak orang Indonesia yang emang suka dengan suara-suara bassy dan menggelegar buat audio.

Kalau fitur mantap ditambah harga yang murah, tentu aja asyik bukan? So, gak salah kalau Polytron bisa jadi contoh usaha yang bagus.

4. Gak pernah berhenti berinovasi

Salah besar kalau sebuah merek itu gak pengin berinovasi. Inovasi Polytron pun dilakukan tanpa henti.

Belakangan ini mereka dikabarkan tengah mencoba memasarkan smart speaker yang terintegrasi dengan smartphone. Jadi, jika kamu memutar aplikasi musik, otomatis bisa langsung terhubung ke speaker pintar itu.

Buat menghubungkannya, mereka cuma bakal meminta pengguna ponsel buat memasang aplikasi. Praktis kan?

Gak perlu lagi deh nabung lama buat beli speaker sekelas Harman Kardon, Bosse, atau Jabra. Suaranya Polytron juga kuat kok.

5. 50 persen bahan baku domestik

usaha yang bagus
Tape Polytron (Maruli 86/Flickr)

Sebagai perusahaan elektronik, tentu aja gak semua bahan baku produk Polytron berasal dari dalam negeri. Ada beberapa komponen yang emang harus diimpor karena di sini gak ada.

Tapi dengan kebijakan seperti ini, pemilik bisnis tentu bisa menekan biaya produksi dengan lebih efisien. Nilai jual produknya juga bisa jauh lebih murah.

Selain itu, mereka juga gak bakal tergantung sama barang impor. Coba jika bahan bakunya impor semua, pasti bakal terpengaruh sama kondisi pasar global deh. Dolar naik, biaya produksi naik, maka harga jualnya juga harus naik kalau gak mau rugi bandar.

Itulah lima cara Polytron tumbuh jadi sebuah usaha yang bagus sepanjang masa dan akhirnya sukses mendunia. Tertarik menciptakan merek yang populer seperti Polytron? Terapkan aja lima strategi ini.