Ternyata Ini 10 Alasan yang Membuat Karyawan Betah Bekerja di Sebuah Perusahaan

Artikel Ini dipersembahkan oleh Mitra Perencana Keuangan

Kami Finansialku.com

logo finansialku

Gak semuanya selalu tentang uang. Demikian juga halnya ketika membicarakan alasan yang membuat seseorang betah bekerja di sebuah perusahaan.

Seseorang bisa merasa betah bekerja di sebuah perusahaan karena gaji yang lumayan besar. Namun itu bukanlah alasan satu-satunya.

Semisal, anak-anak muda (generasi milenial) lebih merasa enjoy bekerja di perusahaan start-up. Kenapa? Karena suasana kerja yang berbeda dengan perusahaan dengan gaya korporat.

[Baca: Simak 5 Keuntungan Buat Kamu yang Bekerja Sesuai Passion]

Perusahaan start-up seperti Google, Facebook atau Hubspot adalah beberapa di antaranya yang banyak diincar.

Berikut ini 11 alasan yang membuat seorang karyawan betah bekerja di sebuah perusahaan:

1. Gaji / Finansial

Pastinya gak munafik, gaji adalah pertimbangan pertama yang membuat seorang karyawan betah bekerja di sebuah perusahaan. Terkadang seorang karyawan merasa gak bisa keluar kerja, karena alasan gaji.

karyawan betah bekerja
Masa sih kerja bukan karena gajinya hehehe (Atasan Memberi Uang / Tstatic)

2. Bonus

Nah selain gaji ada juga faktor keuangan lainnya seperti bonus, tunjangan, asuransi, dana pensiun dan manfaat keuangan lainnya yang disediakan.

3. Fasilitas

Setiap perusahaan biasanya memiliki kebijakan yang berbeda dalam memberikan fasilitas bagi karyawannya. Ada perusahaan yang menyediakan fasilitas seperti kendaraan atau tempat tinggal dan lain sebagainya.

4. Suasana / Lingkungan Kerja

Suasana kerja yang sifatnya kekeluargaan merupakan hal penting dalam tempat kerja. Suasana kerja yang mendukung, kompak, bersahabat dan menyenangkan menjadi salah satu pertimbangan seorang karyawan betah bekerja.

5. Bos yang Baik

Memiliki bos yang baik, mengerti dan memahami bawahan juga menjadi pertimbangan oleh karyawan. Salah satu syarat bos yang baik adalah bos yang memiliki gaya kepemimpinan (leadership) yang keren dan memiliki visi yang kuat.

[Baca: Gini Nih Cara Jadi Atasan yang Baik]

6. Jenjang karir

Jenjang karir yang jelas juga menjadi pertimbangan juga bagi seorang karyawan. Karyawan tentunya ingin memiliki karir, karena karir akan mempengaruhi masa depan finansialnya. Orang-orang di kota besar, cenderung memilih pekerjaan yang menawarkan program pengembangan karir.

7. Fleksibilitas Waktu

Tempat kerja yang mampu memberikan fleksibilitas waktu, tentu saja akan membuat karyawannya lebih betah bekerja.

karyawan betah bekerja
Kerja sambil selonjor sama ngopi syedaaap! (Karyawati / Kompas)

8. Kesempatan untuk Belajar

Memiliki kesempatan untuk belajar, mengembangkan diri dan mendapat bimbingan (mentoring) dari senior atau sistem kerja di perusahaan juga gak kalah penting. Karyawan merasa mendapat benefit dan diperhatikan dengan fasilitas yang satu ini.

9. Budaya Perusahaan dan Politik

Budaya perusahaan dan politik yang ada di perusahaan juga menjadi pertimbangan seorang karyawan. Kerja bakal gak menyenangkan jika sering terjadi konflik karena masalah politik perusahaan dan budaya kerja yang buruk.

10. Tantangan dan Workload

Seseorang saat bekerja juga memerlukan tantangan dan penyesuaian beban kerja (workload). Di perusahaan-perusahaan besar, biasanya memiliki divisi yang mengevaluasi bobot kerja masing-masing jabatan.

Biasanya bobot pekerjaan dibuat gak terlalu mudah dan gak terlalu sulit. Pekerjaan yang terlalu mudah, seringkali membuat pekerjanya cepat bosan. Pekerjaan yang terlalu sulit, seringkali membuat pekerjanya gak bisa memenuhi target.

Intinya sih, faktor penting yang dicari oleh seorang karyawan adalah keamanan lalu  kenyamanan. Keamanan yang dimaksud adalah keamanan dalam hal finansial dan karir. Perusahaan dan manajemen perlu menyadari hal tersebut, karena karyawan yang merasa gak aman akan cemas dan gak dapat bekerja secara maksimal (produktifitas berkurang).

[Baca: 8 Alasan Kenapa Kita Susah Menemukan Karier yang Pas]

Kecemasan yang paling sering dialami oleh karyawan adalah kecemasan mengenai masa depan keuangan. Mereka bakal merasa khawatir apakah bisa melunasi rumah, kredit kendaraan, membiayai kuliah anak. Kecemasan mengenai dana hari tua dan masalah keuangan lainnya.

karyawan betah bekerja
Duh nenek sama kakek mesara banget sih hehehe (Lansia / Isigood)

Hal tersebut bukanlah hal yang aneh, karena banyak dari kita gak pernah mendapatkan edukasi keuangan. Oleh sebab itu perusahaan perlu memberikan training atau seminar mengenai cara mengelola keuangan individu dan keluarga.