Ternyata 4 Nasihat Orangtua Ini Gak Sepenuhnya Benar Loh

Yang namanya nasihat orangtua emang harus didengerin. Selain karena sebagai anak kita memang harus nurut sama mereka, pengalaman hidup mereka pun jauh lebih banyak dari kita. Jadi wajar kalau nasihat orangtua itu sering banyak benarnya.

Tapi, bukan berarti kita harus mengikuti semua omongan orangtua tanpa pertimbangan ya. Karena mungkin nasihat mereka kadang sudah gak relevan sama perkembangan zaman atau terlampau kolot. Jadi kita harus skeptis, tapi tetap sopan.

Emangnya ada nasihat orangtua yang gak benar? Bukannya gak benar, tapi mungkin jangan kamu telan mentah-mentah. Ini dia beberapa nasihat yang sering dilontarkan orangtua tapi gak sepenuhnya benar:

1. Kalau gak kuliah gak bakal sukses

Orangtua kita zaman dulu pastinya belum menikmati beragam fasilitas seperti kecanggihan teknologi kayak kita sekarang. Bagi mereka, duduk di bangku kuliah adalah jalan satu-satunya buat meneguk ilmu sebanyak-banyaknya dan bekal buat menjadi sukses di luar sana.

nasihat orangtua
Sarjana aja gak cukup buat modal kesuksesan, pengalaman kerja juga menentukan lho (Sarjana/Maul Asam)

Itulah kenapa orangtua suka ngotot buat nguliahin anak-anaknya. Supaya ketika dilepas di dunia kerja, kita bisa punya karir dan masa depan sukses. Perusahaan zaman dahulu juga lebih mengutamakan mereka dengan ijazah universitas. Hal itu dijadikan ukuran kemampuan seseorang untuk bekerja.

Nah, sekarang zaman udah beda. Internet bisa dipergunakan sebagai senjata untuk memperluas cakrawala ilmu. Kini kesempatan berkarir sangat luas dan gak terbatas bagi mereka yang lulus universitas saja.

Contohnya Mark Zuckerberg yang gak lulus kulliah, tapi sukses dengan Facebook. Atau Bill Gates yang sekarang jadi salah satu orang terkaya di dunia karena Microsoft-nya.

Tapi jangan salah mengartikan ya. Kuliah itu tetap penting, hanya saja kesempatan untuk mengenyamnya gak dimiliki semua orang. Jadi, buat yang belum berkesempatan kuliah, jangan khawatir gak bisa sukses ya.

2. Banyak anak banyak rezeki

Anak adalah anugerah terindah dari Tuhan. Bagi orangtua, memiliki anak adalah rezeki tak ternilai. Nah, bagaimana dengan anggapan “banyak anak banyak rezeki”? Apa benar? Realitanya gak selalu seperti itu ya.

nasihat orangtua
Belum tentu banyak anak juga diikuti dengan banyak rezeki, kalau malah kebalikannya bisa bahaya lho (bayi/berbagaire)

Anggapan ini sudah jadi budaya di Indonesia. Dengan jumlah anak banyak, orangtua berpikir suatu saat ketika anak-anaknya sudah mapan, mereka bisa memberi hasil buat orangtua. Kalau diimplementasikan ke zaman sekarang, coba pikir lagi.

Dengan harga-harga kebutuhan, biaya pendidikan, dan kesehatan yang tinggi, masih relevankah anggapan tersebut? Belum lagi kalau keadaan finansial orangtua di bawah garis kemiskinan, maka banyak anak artinya pengeluaran yang berkali lipat.

Bukan berarti punya banyak anak itu salah, tapi rencanakan jumlah anak sesuai dengan kemampuan finansialmu. Bakal gak adil buat anak lho, kalau hidup mereka nanti serba kekurangan dan gak bisa tercukupi kebutuhannya cuma gara-gara ekonomimu gak matang.

3. Investasi itu judi atau cuma beresiko rugi

nasihat orangtua
Jaman sekarang gak investasi ya merugi lah di masa depan (investasi/business review)

Hari gini investasi sudah semakin aman dan banyak dilirik sebagai alat penambah penghasilan pasif. Tapi, bagi orangtua kita, gak sedikit yang masih memandang sebelah mata investasi.

Buat mereka, yang aman itu deposito atau nabung. Padahal tahu sendiri kan bunga yang kita peroleh dari tabungan biasa dan deposito itu kecil banget.

Gak sedikit juga orangtua yang menilai investasi itu “perjudian” karena gak terukur dan gak jelas keuntungannya. Anggapan seperti ini timbul karena mereka kurang mempelajari tentang investasi sepenuhnya.

Padahal kini investasi makin banyak jenisnya, aman, mudah, dan modalnya terjangkau siapa saja. Bisa dipilih sesuai kemampuan finansial masing-masing, contohnya reksa dana yang bisa dimulai dengan dana Rp 100 ribu aja.

4. Kalau kerja itu jangan jadi kutu loncat

Loyalitas alias kesetiaan bekerja di satu perusahaan hingga puluhan tahun adalah salah satu prinsip yang juga dipegang oleh orangtua kita zaman dulu. Jangan heran kalau mereka suka mengomeli kita yang mungkin setiap tahun berpindah kerja.

Zaman dahulu perusahaan pastinya belum sebanyak dan sekreatif sekarang ya, jadi maklum lah. Sementara kini para eksekutif muda semuanya punya target untuk terus meningkatkan karier dan pendapatan. Salah satunya dengan terus mencari kesempatan yang terbaik.

Jadi “kutu loncat” dianggap orangtua sebagai pekerja yang gak setia dan gak bisa diandalkan. Padahal realitanya, zaman sekarang jadi “kutu loncat” bisa jadi malah mempercepat karier, selama jalurnya benar dan melalui proses pertimbangan terlebih dahulu.

Orangtua memang harus dihormati dan gak ada salahnya mengikuti beberapa nasihat yang emang bisa bermanfaat bagi kita. Tapi ingat, orangtua bukan berarti gak bisa salah ya. Jika memang ada yang gak benar, boleh kok dikritisi kok. Tapi tetap dengan cara yang santun.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: 6 Kebiasaan Jelek Orangtua yang Bisa Bikin Anak Tumbuh Jadi Pribadi yang Boros]

[Baca: 4 Fakta Kenapa Orangtua Lebih Memilih Tabungan Pendidikan]

[Baca: Cara Bayar Kuliah Sendiri tanpa Tergantung Duit Orang Tua]