Tergoda Cicilan Mobil Murah? Simulasikan Dulu Kemampuan Finansial

Kepikiran kredit mobil murah? Mungkin itu yang terlintas di kepala mengingat rentang harga paling banter Rp 100 juta memang cukup menggoda untuk memboyongnya. Apalagi punya mobil saat ini sudah seperti keharusan mengingat aktivitas dan mobilitas yang makin meninggi.

Mobil murah seolah jadi jawaban. Pasalnya, kendaraan ini layak dipilih bagi yang lebih mengutamakan fungsi daripada prestise. Bisa nampung anak istri, adem, murah, dan gampang perawatan. Itu bisa jadi alasan kuat membeli mobil murah.

Kenapa mobil yang disebut juga Low Cost Green Car (LCGC) ini bisa murah? Karena pemerintah menghapus PPnBM (pajak pertambahan nilai barang mewah) yang tadinya 10%. Insentif itu jadi ganjaran bagi pabrikan yang sukses memproduksi mobil yang irit BBM (minimal 20 km/liter) dan mengandung lebih banyak komponen lokal.

Cuma apakah embel-embel murah itu membuat kita langsung memboyongnya? Sebentar, jangan buru-buru memutuskan.

Meski murah dan gaji bulanan ‘sanggup’ mengatasi cicilan kredit per bulannya, tapi tetap harus diingat pos-pos pengeluaran lain yang bakal kena ‘penyesuaian’ setelah ambil kredit mobil murah. Biar tak tercekik di tengah-tengah masa kredit, sebaiknya perhatikan dulu uraian berikut ini.

Kebutuhan

Apakah sekarang sudah saatnya punya mobil? Bisa jadi kalau dihadapkan pada pertanyaan ini langsung jawab iya. Kehadiran mobil akan membuat mobilitas sehari-hari menjadi lebih mudah. Terus yang utama, naik mobil kemana-mana itu lebih nyaman karena tak perlu tergantung dengan transportasi umum.

Pilih mobil murah baru atau seken

Sekarang ini sudah banyak mobil murah berstatus seken. Pastinya ada selisih harga yang lumayan dibanding dengan mobil baru. Cuma yang perlu ditekankan, membeli mobil murah bekas mesti mengalokasikan biaya rekondisi. Beda dengan mobil murah baru yang tinggal tancap gas saja. Soal ini, keputusan ada di tangan Anda.

Kenali kemampuan keuangan

Ini jadi hal yang utama karena kemampuan keuangan jadi dasar keputusan mengambil kredit mobil murah. Perhitungkan dengan cermat pos-pos pengeluaran bulanan. Kemudian, lihat apakah ada ruang dari pengeluaran itu yang bisa dialokasikan untuk cicilan mobil murah.

Selain itu, perhatikan juga dampak dari kehadiran mobil murah di garasi rumah yang mempengaruhi pos pengeluaran bulanan. Sebut saja biaya perawatan servis, BBM, parkir, dan lain sebagainya. Jangan sampai kehadiran mobil murah bukannya bikin hepi malah merugikan perekonomian diri sendiri.

Bikin simulasi

Nah, biar lebih jelas lagi, ada baiknya bikin simulasi alokasi pendapatan yang ideal untuk memboyong mobil murah. Simulasi ini diperlukan untuk mengukur kemampuan keuangan agar mobil murah tidak merongrong perekonomian. Daftar pos pengeluaran ideal itu dibagi sebagai berikut:

– Amal : <10%

– Utang/cicilan: <30%

– Investasi/tabungan: 10-20%

– Living cost: <60%

– Rekreasi dan hiburan: <10%

Katakanlah simulasi ini dibuat oleh Andre yang baru saja dapat promosi sebagai asisten manager di sebuah perusahaan telekomunikasi. Kebetulan dia punya cicilan apartemen di pusat kota dan memperkerjakan seorang pembantu rumah tangga. Penghasilan bulannya Rp 13 juta per bulan.

Dia lantas melirik Datsun GO+ varian tertinggi. Lantaran status mobil murah, disarankan banget untuk minum BBM RON 92 atau setara Pertamax. Kenapa pakai bensin non subsidi? Ya karena itu menjadi bahan bakar yang sangat direkomendasikan.

Rata-rata Andre menempuh perjalanan 30 km karena mobilitas yang tinggi dari beban pekerjaannya. Lalu asumsikan saja dari kondisi itu dia membutuhkan BBM 100 liter per bulan.

Oke, langsung bikin simulasi pos-pos pengeluaran ketika belum mengambil cicilan mobil.

– Gaji: Rp 13 juta

– Amal: Rp 1 juta

– Asuransi: Rp 700 ribu

– Saving: Rp 1,3 juta

– Living cost: Rp 5 juta

– Rekreasi: Rp 1 juta

– Hiburan: Rp 1 juta

– Cicilan apartemen: Rp 3 juta

Ketika punya mobil murah yang cicilan perbulan anggap saja Rp 1,7 juta, maka beban cicilan perbulannya bertambah menjadi 4,7 juta (cicilan apartemen ditambah cicilan mobil). Besaran itu diasumsikan hanya punya dua cicilan saja ya. Kalau lebih, pastinya lebih besar lagi.

Lewat simulasi ini bakal diketahui pos-pos mana saja yang mesti dikurangi agar cicilan itu bisa dipenuhi. Paling logis adalah mengurangi pos pengeluaran hiburan dan rekreasi. Cuma dampaknya selama masa kredit mesti puasa dulu jalan-jalan sama cari hiburan.

Langkah menghilangkan alokasi hiburan dan rekreasi lebih logis karena jangan sampai biaya untuk menutup cicilan diambil dari asuransi dan tabungan. Maklumlah, dua pos pengeluaran itu sebagai ‘benteng’ dari ketidakpastian risiko di masa depan.

Setidaknya cara sederhana ini bisa membantu untuk mengambil keputusan apakah siap beli mobil murah atau ditunda dulu. Hanya dengan gaji di kisaran Rp 13 juta yang didapat Andre, terhitung cukup ideal untuk membeli mobil murah.