Terbilang Baru, Ini Kiat Sukses SinemArt Jadi Raja Sinetron Masa Kini

SinemArt saat ini menjadi salah satu rumah produksi yang sukses dengan sinetronnya. Dahulu sinetron emang dikuasai oleh rumah produksi Manoj Punjabi dan Raam Punjabi. Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan gaya menonton masyarakat, sinetron kini dikuasai oleh rumah produksi SinemArt.

SinemArt adalah rumah produksi yang udah berdiri sejak tahun 2003. Pendirinya adalah Leo Sutanto dan beberapa rekan lain. Dulunya Leo Sutanto memang pemegang Indika Entertainment. Namun, semakin berjayanya SinemArt, dia kini lebih fokus pada rumah produksi yang kini merajai penonton tersebut.

Bersama Heru Hendriarto, dan Lala Hamid, Leo Sutanto emang lebih dikenal sosoknya di dunia layar perak Tanah Air. Berkarier hampir 25 tahun lamanya, Leo akhirnya dengan keinginan membuat cerita-cerita yang inspirasional, akhirnya terbentuklah SinemArt.

Udah banyak penghargaan diperoleh oleh SinemArt. Mulai dari Panasonic Award, Festival Film Bandung, hingga Silet Awards. Rumah produksi yang bermarkas di Jakarta tersebut meski baru mampu mengalahkan rumah produksi yang lebih senior.

Dari sinetron-sinetronnya yang tayang saat ini, SinemArt emang udah banyak merangkul nama-nama besar di panggung hiburan Tanah Air. Nama seperti Natasha Wilona, Cassandra Lee sampai Marshanda juga berada di bawah naungan rumah produksi SinemArt.

Gak cuma bintang-bintang baru, pesinetron sinetron seperti Dude Herlino, Asmiranda, Nana Mirdad hingga Rionaldo Stokhorst juga masih bertahan di bawah rumah produksi SinemArt. Gak heran sih, banyak sinetron rumah produksi ini masih banyak bertengger di stasiun televisi swasta.

Apa sih resep rumah produksi yang membawahi sinetron fenomenal “Ganteng-Ganteng Serigala” ini? Nah, MoneySmart.id udah merangkum beberapa cara jitu SinemArt berikut ini:

1. Terapkan gaya baru yaitu sinetron harian

“Cinta Suci” salah satu sinetron besutan rumah produksi ini, (Instagram/@sinemart_ph).

Lewat sinetron “Liontin” (2005) yang diperankan oleh Nana dan Naysila Mirdad, SinemArt bisa dibilang sebagai pelopor. Yap! Rumah produksi tersebut membuat sinetron yang tayang setiap hari.

Sejak sinetron tersebut, PH (production house) lain pun latah mengikuti gaya baru tersebut. Yang dulunya per episode sinetron hadir seminggu sekali kini jadi setiap hari.

2. SinemArt hadir dengan cerita kekinian

Sinetron “Orang Ketiga” salah satu sinetron yang bertabur bintang, (Instagram/@sinemart_ph).

SinemArt sepertinya sangat jeli melihat tren. Maka dari itu, cerita-cerita sinetron produksi SinemArt hampir selalu kekinian.

Kini target penonton anak muda jadi lebih banyak. Melihat peluang tersebut, SinemArt pun hadir dengan beragam sinetron yang ceritanya “anak muda banget”. Contoh “Anak Jalanan, Anak Sekolahan”, dan banyak sinetron remaja lainnya.

Dengan formula cerita yang sangat anak muda ini, malah SinemArt berhasil memperkenalkan banyak bintang baru yang akhirnya jadi idola remaja.

3. Kerja sama dengan pemain muda dan terkenal

Sinetron “Dosa” salah satu sinetron yang juga banyak dibintangi oleh pesinetron baru, (Instagram/@sinemart_ph).

Gak cuma menghadirkan cerita remaja, rumah produksi yang kini pindah ke SCTV tersebut pun menggandeng pemain muda dan terkenal. Gak jarang pula, bintang-bintang muda yang terkenal seantero Indonesia lahir dari sana.

Contoh beberapa artis SinemArt, antara lain Natasha Wilona, Rizky Nazar, Citra Kirana, Irish Bella, dan Giorgino Abraham. Nama-nama pemain muda tersebut kini sangat dikenal masyarakat khususnya para remaja.

4. Terapkan sistem kerja baru

SinemArt juga berlakukan hari libur buat pemain dan kru sinetron, (Ilustrasi/Shutterstock).

Ini dia yang bikin SinemArt berbeda dari rumah produksi lainnya. Sistem kerja rumah produksi sinetron kejar-tayang biasanya bakal sangat menghabiskan waktu.

Shooting bisa dari pagi sampai pagi lagi. Akan tetapi, manajemen SinemArt menerapkan libur di hari Minggu. Bahkan, hari Sabtu Minggu bisa libur.

5. Terjun ke dunia film

SinemArt juga perlahan mencicipi dunia perfilman Tanah Air, (Ilustrasi/Shutterstock).

Gak puas cuma menggeluti dunia sinetron, rumah produksi ini juga menjajal dunia perfilman Indonesia. Dari situ pula, pundi-pundi rumah produksi ini makin bertambah karena film-film mereka juga cukup sukses.

Cukup banyak film produksi SinemArt ternyata sukses di pasaran dan raih penghargaan pula. Sebut saja, “Mendadak Dangdut” yang dapat penghargaan dari Indonesian Movie Awards 2007. Kemudian ada film “Ketika Cinta Bertasbih” yang diadaptasi dari novel Habiburrahman El Shirazy. Film tersebut sukses menyedot perhatian penonton saat itu dan jadi perbincangan.

Dengan strategi yang udah disebutkan di atas, gak heran deh kalau rumah produksi ini mampu menyaingi PH lainnya yang udah lebih senior. Nah, cara-cara di atas bisa lho kamu tiru buat bisnis yang sedang kamu rintis. (Editor: Mahardian Prawira).