Tenar di Instagram, Ini Lho Sosok Inspiratif di Balik Vera Kebaya

Kamu yang sering cari foto-foto inspirasi kebaya bisa jadi gak asing sama foto-foto dengan watermark @verakebaya. Contoh desain kebaya dari Vera Kebaya ini sering banget dicomot sebagai barang dagangan orang lain atau sekadar contoh buat dikasih ke tukang jahit.

Gak heran sih desain dari Vera Kebaya ini populer banget. Konsepnya simpel namun anggun. Cocok banget buat dipakai pesta dan bahkan buat pengantin.

Kamu yang follow akun instagram @verakebaya pasti suka banget lihat desain-desainnya yang emang jadi inspirasi kebaya hampir seluruh wanita Indonesia.

Orang di balik layar Vera Kebaya adalah Vera Anggraini, asal Medan, Sumatera Utara. Nama Vera mulai diperhitungkan sebagai desainer ternama Indonesia meski tergolong masih baru berkarier di dunia tersebut. Salah satu tonggak keberhasilannya adalah waktu mendesain kebaya untuk Raisa dan Kahiyang Ayu.

Penasaran gimana kisah sukses Vera Anggraini hingga bisa jadi langganan para artis dan pesohor lainnya? Yuk, simak ceritanya.

Emang Udah Jago Jahit Sejak Remaja

A post shared by Weddingku Group (@weddingku) on

Kebetulan ibu Vera sendiri adalah guru menjahit. Gak heran kalau Vera kecil udah akrab banget dengan dunia jahit-menjahit. Gak bisa dipungkiri faktor ini ikut bantu dia jadi tenar dan karyanya jadi inspirasi kebaya banyak orang.

Setelah lulus SMP, Vera memutuskan buat melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Teknologi Kerumahtanggaan. Sementara buat tingkat SMP, Vera memilih SMK Negeri 8 Medan. Di sana dia mengambil jurusan Tata Busana.

Selama masa pendidikan, Vera emang menonjol di bidang menjahit. Hal tersebut memberikan kesempatan baginya buat dapat beasiswa penuh.

Semasa SMK Vera juga udah menerima orderan jahitan. Dia juga menjahit baju buat dirinya sendiri karena jarang puas dengan jahitan orang lain.

Keren deh!

Lanjutkan Pendidikan

Selesai pendidikan menengah atas, Vera sebenarnya pengin lanjut sekolah mode. Namun apa daya dia harus mengalah karena adik-adiknya juga butuh kuliah. Akhirnya, perempuan kelahiran 25 Oktober 1974 ini melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang sekarang jadi Universitas Medan.

Di sana, Vera kembali mengambil jurusan Tata Busana. Di sini ia banyak dapat inspirasi kebaya buat direaliasikan. Di bangku kuliah Vera juga mulai mengasah kemampuan bisnis.

Meski punya tekad besar buat jadi entrepreneur, Vera sadar bahwa dia harus jadi karyawan dulu. Tekadnya jadi desainer sekaligus pengusaha dia mulai dengan magang ke beberapa perancang busana ternama.

Vera pengin banget magang pada desainer kondang Edward Hutabarat. Sayangnya meski diterima, Edward sering banget melancong ke luar negeri sehingga Vera gak bisa punya kesempatan banyak buat belajar.

Pada tahun 2000, seperti kebanyakan orang Medan lainnya, Vera mulai merantau ke Jakarta. Saat itu, Vera mulai magang di workshop almarhum Nelwan Anwar.

Ada cerita menarik sebelum dia berhasil magang pada perancang busana tersohor tersebut. Nelwan Anwar sempat menolak Vera. Namun, Vera ngotot belajar pada Nelwan. Dia rela gak dibayar selama magang demi menimba ilmu pada perancang busana terkenal itu. Nelwan pun menerimanya karena melihat Vera benar-benar pengin belajar.

Gak cuma pada Nelwan, Vera juga belajar pada Adjie Notonegoro. Di butik Adjie Notonegoro, Vera menjadi asisten desainer.

Berkarier Sendiri Hingga Karyanya Jadi Inspirasi Kebaya

Baru sekitar dua tahun kemudian dia memberanikan diri buat membuka usaha sendiri. Pada tahun 2003, Vera memulai usaha kebayanya dengan merekrut empat orang karyawan.

Ciri khas kebaya pesta dan pernikahan rancangan Vera Anggraini adalah desainnya yang simpel. Dia gak suka membubuhkan banyak bordiran. Vera beranggapan bahwa bordir malah melunturkan kesan klasik dari kebaya. Biar makin elegan tanpa terlalu monoton, Vera lebih memilih taburan kristal swarovski. Inspirasi kebaya ini yang banyak dipakai orang.

Oh ya, satu lagi, Vera gak menerima pemesan dalam jumlah besar. Jadi, dia bakal cuma mengerjakan kebaya berdasarkan pesanan aja. Plus, dia hampir gak pernah menjual kebaya. Misalkan pun ada, dia cuma jual kebaya lama dan jumlahnya pun sedikit banget.

Sistem kerja Vera ini bisa banget kamu contek. Kebaya yang dikerjakan per project bikin hasil rancangannya eksklusif. Hal ini tentu menaikkan nilai jual rancangan Vera.

Gak heran kalau harga kebaya bikinan Vera bisa mencapai puluhan juta. Dengar-dengar kebaya akad bikinan desainer asal Medan ini dibanderol mulai dari Rp 30 jutaan. Sementara itu, kebaya buat resepsi mulai dari Rp 40 jutaan. Kalau sekadar buat pesta, Vera mematok harga mulai dari Rp 8 jutaan.

Jadi, buat kamu yang pengin mulai usaha, apa pun itu, coba deh bikin sesuatu yang eksklusif. Bikin produk yang benar-benar beda dan gak bisa ditemukan di tempat manapun.

Klien-klien Vera kini berasal gak cuma dari Indonesia aja. Ada yang memesan dari Singapura dan Australia, bahkan ada pula yang dari Amerika Serikat. Selain itu, klien Vera pun kini kebanyakan adalah pejabat dan para artis.

Vera Anggraini sekarang udah punya 45 karyawan. Akun Instagram-nya @verakebaya diikuti sekitar 800 ribu pengguna. Bisa dibayangkan berapa omzet dia. Bisa ratusan juta rupiah tuh!

Selain karya yang emang bagus-bagus banget, Vera Anggraini juga memanfaatkan media sosial buat mendongkrak popularitasnya. Ini jadi faktor paling menentukan kenapa hasil desain Vera banyak jadi inspirasi kebaya perempuan Indonesia.

Ini pula yang bisa kamu contoh. Kamu gak mungkin bisa bersaing zaman sekarang kalau produk kamu gak dikenal luas di masyarakat. Cara paling efektif ya dengan promosi sosial media, meski konsekuensinya emang karyamu bakal dicontek orang lain.

Upaya gigih perempuan yang karyanya sering jadi inspirasi kebaya banyak orang ini jelas patut dapat acungan dua jempol.