Teman Pengin Nebeng Utang Kartu Kredit, Jangan Mau Kalau Dia Belum…

“Gesek punya loe dulu yak. Ntar abis gajian gue lunasin!”

Pernah alami adegan begini? Tetiba teman kepengen nebeng kartu kredit buat beresin transaksinya. Kira-kira dengan senang hati mengiyakan request-nya atau cari alasan ini itu biar lolos dengan selamat?

Sebenarnya hal yang lumrah dalam pergaulan. Tolong-menolong biasa. Makanya ada istilah “that’s what friends are for.” Tapi tunggu dulu. Kali ini minta tolongnya gesekin kartu kredit buat beresin transaksi dia.

Tentu jadi dilema. Ditolak bisa jadi bahan pergunjingan di belakang, diiyakan sama aja ngundang risiko. Masalahnya kartu kredit itu urusannya utang sama bank. Bank mana mau tahu siapa yang bikin transaksinya.

Terus gimana dong nyikapin sama teman yang pengin nebeng utang kartu kredit?  Oke, enakan dibedah aja biar jadi ilmu baru kalau besok-besok alamin kejadian seperti ini.

1.Belum bayar utang sebelumnya

Kalau doi punya riwayat belum lunasin utang sebelumnya, ini enak banget buat katakan tidak. Alibi paling kuat untuk menolak request pakai kartu kredit buat beresin transaksinya.

utang kartu kredit
Hayooo yang namanya utang dibayar dong! (Teman Ngutang / ytimg)

Tentu aja ngomongnya full friendly. Singgung aja utangnya yang dulu belum beres, kok sekarang pengen nambah lagi. Kalau teman yang bener-bener teman, pasti ngerti banget. Beda yang sekadar temenan.

Selain itu, ini jadi momen paling pas buat mengingatkan utangnya yang lalu. Ketika dia ternyata menggampangkan riwayat utang yang lalu, cukup sudah jadi peringatan kalau berikutnya bakal bermasalah lagi.

2. Uang kontan

Bukannya mau ngerti kesusahan doi, tapi ini menyangkut duit. Udah banyak cerita suatu hubungan bisa rusak gara-gara duit. Tentu enggak mau menambah daftar panjang cerita itu lagi kan?

Boleh-boleh saja teman berniat nebeng pakai kartu kredit. Tapi sebelumnya tanyakan dulu apakah punya uang kontan senilai transaksi yang dimintai tolong itu.

Misalnya saja ingin manfaatkan aji mumpung beli barang tertentu yang kebetulan ada diskonan bila menggunakan kartu kredit. Silakan gesek, tapi dia punya duit kontan senilai harga barang yang dibeli itu dan langsung kasih sebelum transaksi dibuat. Jadi di sini, kartu kredit cuma sekadar alat saja dan si doi sebenarnya pegang duit cash.

3. Niat bayar tapi lewat jatuh tempo

Sebaiknya kasih senyum paling manis aja kalau bilang bakal dibayar tapi ternyata tanggalnya lewat jatuh tempo tagihan kartu kredit. Rugi di sini tapi untung di situ dong!

utang kartu kredit
Gesek kartu kredit emang enak, tapi jangan lupa bayar ya! (Kartu Kredit / Blogspot)

Kalau pinjam model beginian sama saja menambah pos pengeluaran diri sendiri. Talangi dulu transaksi dia tapi bayarnya belum pasti. Masalah bakal bertambah kalau ternyata enggak pegang duit buat talangin. Siap-siap kena denda bunga!

4. Belum punya penghasilan

Kalau doi enggak punya penghasilan, mau bayar pakai apa? Lebih baik bilang enggak punya kartu kredit. Atau bisa juga ngeles limitnya udah lewat. Paling kuat alibinya, udah digunting.

Membiarkan teman yang enggak punya penghasilan nebeng kartu kredit sama aja menggali lubang kuburan diri sendiri. Lebih parah lagi kalau ternyata transaksi yang minta dibayarin dulu itu lebih kuat konsumtifnya! Wah, alamat jantungan pas jatuh tempo nih.

5. Kasih jaminan barang yang nilainya lebih dari besaran transaksi

‘Boleh pakai kartu kredit gue, tapi jaminannya apa?’ Enggak masalah kan jawab begitu pas doi merengek pengen nebeng kartu kredit. Ini bukan soal jadi teman kok perhitungan banget, tapi lebih menjaga sikap profesional dalam urusan pinjam-meminjam.

Kemudian, jangan artikan pula opsi ini sebagai bentuk ketidakpercayaan atau merendahkan reputasi si doi. Justru dengan adanya jaminan barang berharga, si doi menunjukkan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap utangnya.

6. Enggak ada perjanjian tertulis

Manusia itu gudangnya lupa. Sebagai pemilik kartu kredit pasti ingat momen meminjamkan ke doi. Tapi si doi, belum tentu ingat. Itulah kenapa perlu perjanjian tertulis.

Isinya enggak usah rumit. Cukup dia bikin pengakuan telah pinjam duit sekian pakai kartu kredit dan janji dilunasi di tanggal sekian. Bubuhkan tanda tangan dia. Kalau perlu pakai saksi pihak ketiga biar lebih afdol. Selesai!

utang kartu kredit
Teman sih tean, tapi kalau soal utang bikin perjanjian jelas deh! (Berjabat Tangan / WordPress)

Cukup kan pertimbangan apa saja yang mesti dipikirkan ketika terjebak dalam adegan teman pengen nebeng kartu kredit. Tentu saja masing-masing opsi itu tergantung dengan situasionalnya.

Lagi pula ada alternatif lain yang bisa ditempuh. Misalnya talangi dulu transaksi teman tanpa gunakan kartu kredit alias bayar kontan. Kalau mau lebih aman, sebaiknya berikan talangan yang nilainya di bawah transaksi itu.

Konkretnya gini. Ketika nilai  transaksinya Rp 1 juta, kasih dia opsi boleh pinjam senilai Rp 500 ribu.

Pada intinya sih, hindari dulu niat teman nebeng kartu kredit. Bukan perkara enggak percaya, tapi jadilah orang yang safety player bila menyangkut utang.

Berikutnya yang enggak kalah penting pula, jangan pernah menguji kemampuan keuangan diri sendiri dengan meminjamkan uang yang sebenarnya enggak sanggup dipinjamkan.

 

 

Yang terkait artikel ini:

4 Alasan Sebaiknya Enggak Pinjamkan Uang ke Orang Lain

Boleh Berbuat Baik sama Teman tapi Hati-hati Dimanfaatkan

Biasa Bayar Tagihan Minimum Kartu Kredit Sama Saja Undang Celaka