Tantang Uang Elektronik Go-Jek dan OVO, 5 BUMN Bersatu Bikin LinkAja

Pemerintah melalui bank BUMN siap menantang dua pemain utama yang dominan di pasar pembayaran digital atau uang elektronik, Go-Pay dan Ovo lewat LinkAja.

Industri pembayaran elektronik yang kini kian berkembang pesat. Hal ini membuat lima perusahaan BUMN teratas tergerak. Telkom, Mandiri, BRI, BNI, dan BTN telah memutuskan untuk menggabungkan berbagai layanan pembayaran elektronik mereka ke dalam satu platform yang disebut LinkAja.

Pemerintah Indonesia telah meningkatkan industri pembayaran digital sehingga orang lebih banyak melakukan transaksi pembayaran tanpa uang tunai. Mengutip dari wartaekonomi.co.id, langkah yang dilakukan oleh perusahaan BUMN ini kemungkinan akan didukung oleh pemerintah Indonesia.

LinkAja dijadwalkan akan dimulai pada bulan Maret 2019, dan itu akan memungkinkan pengguna untuk melakukan pembayaran tanpa uang tunai melalui kode QR. Selain itu, platform baru ini diharapkan memungkinkan pengguna membayar tagihan, tanpa memerlukan rekening bank.

Dengan opsi untuk menambah saldo di tempat-tempat seperti toko serba ada dan ATM. Setelah meluncurkan uang elektronik dan dompet digital, bank-bank pemerintah akan bergabung ke dalam LinkAja.

Uang Elektronik Berbasis Kartu Atau QR Code

Nantinya tidak akan ada T-Bank atau QR Code yang dimiliki BRI, e-cash dan e-money milik Bank Mandiri atau Yap! dan Ketuk Uang Tunai dari BNI. hanya LinkAja yang akan berada di sana dalam bentuk server dan uang elektronik berbasis kartu atau QR Code.

Indonesia telah menjadi agresif dalam upaya tanpa uang tunai. Menurut data Morgan Stanley, Indonesia dianggap sebagai salah satu pasar Asia yang paling menarik untuk pembayaran digital.

Dengan sekitar 91 persen dari 264 juta penduduknya yang kuat memiliki ponsel, tetapi lebih mengandalkan ketergantungan pada uang tunai.