Tanpa Sadar Ini 4 Jenis Pengeluaran yang Bisa Bikin Kamu Miskin

Artikel DuitPintar.com ini pernah ditayangkan oleh partner content kami, Suara.com.

Kalau ditanya nih, gak ada tuh orang yang mau hidup miskin. Kamu juga kan? Kata ‘miskin’ seolah jadi momok yang menyeramkan buat semua orang.

Bahkan bagi mereka yang tergolong kalangan ini pun berupaya sekuat mungkin membebaskan diri dari jerat kemiskinan.

Bahkan pemerintah getol menggelar program pemberantasan kemiskinan. Tapi ironisnya, di sisi lain, sejumlah orang kok malah seperti pengin miskin ya.

Gimana gak? Orang-orang ini dengan sadar menghambur-hamburkan duit demi gengsi. Bahkan gaji dua digit bukan jaminan untuk mereka bisa punya rumah sendiri.

[Baca: Punya Banyak Utang Gaya Apakah Kamu Salah Satuya]

Gimana mau nabung buat DP rumah, wong hampir seluruh gaji habis dipakai buat pengeluaran yang gak jelas. enis pengeluaran inilah yang pelan-pelan bukan gak mungkin membuat mereka jadi miskin.

Apa saja sih? Berikut ini 4 jenis pengeluaran yang mendekatkan kita dengan jurang kemiskinan.

1. Fanatik barang bermerek

Gimana gak mau pelan-pelan jadi miskin kamau setiap mau beli pakaian, selalu ke outlet merek terkenal. Begitu juga pas mau beli sepatu dan barang lainnya. Pokoknya harus yang bermerek.

bisa bikin kamu miskin
Gak bisa lihat barang bermerek, langsung kalap! (Louis Vuitton / liputan6)

Padahal, tahu gak, banyak produk kenamaan mancanegara yang dibikin oleh orang-orang Indonesia. Lihat saja di kawasan industri Tangerang, Bekasi, atau Sukabumi.

Perusahaan dunia bikin pabrik di sana karena upahnya murah. Jadi, sebenarnya barang bermerek yang kita beli itu buatan lokal juga. Tapi, harganya berlipat-lipat begitu diberi label A, B, atau C yang namanya sudah beken.

Selain itu, kebiasaan beli barang bermerek merambah ke barang yang sejatinya gak butuh-butuh amat diberi merek. Contohnya pakaian dalam, emangnya orang-orang bakal tahu mereknya?

Mending beli kualitas bukan merek. Banyak kok barang lokal yang kualitasnya gak kalah dengan barang branded itu tapi dengan harga jauh di bawahnya.

2. Asal gesek

Gak semua orang bisa punya kartu kredit. Buat yang udah punya kudu hati-hati menggunakannya. Kadang karena merasa punya alat bayar ini, semua yang bisa dibeli pakai kartu kredit langsung diambil.

Kan tinggal gesek. Iya belinya tinggal gesek. Bayar tagihannya yang bikin kepala cenat-cenut tujuh keliling.

bisa bikin kamu miskin
Wih senangnya yang punya kartu kredit belanja teruuus! (Belanja / cloudinary)

Makanya pikirkan dulu dengan matang sebelum beli-beli pakai kartu kredit. Dengan kartu ini kita malah bisa berhemat loh sebenarnya. Karena kartu kredit banyak menawarkan diskon atau reward dari outlet tertentu.

[Baca: kecanduan Kartu Kredit Gak Masalah Dong Kalau Bertanggungjawab]

3. Nongkrong terus

Bergaul emang penting, tapi yang namanya nongkrong tetap butuh duit kan. Nah, kalau frekuensi nongkrongnya tiap akhir pekan, bahkan tiap hari piye? Jangan mewek kalau rekening tabungan juga terus habis tergerus.

Apalagi kalau nongkrongnya di tempat yang terkenal bin mahal. Masuk udah bayar, harga minuman senilai 3 hari makan di warung padang.

4. Maksa

Demi dibilang ikut perkembangan zaman, maksain gonta-ganti gadget. Mikirnya sih mumpung bisa kredit. Begitu tagihan numpuk, baru tahu rasa.

Begitu juga maksa kredit mobil, sementara cicilan motor dan hape belum lunas. Maksa makan di restoran mewah, padahal tanggal tua.

bisa bikin kamu miskin
Keren ya bro motornya, eits, lunasi cicilan lain dulu tuh! (Pameran Motor / Okezone)

Kebiasaan yang maksa ini yang merangkum segala jenis pengeluaran yang pelan-pelan bisa bikin miskin. Apa pun yang dipaksain biasanya berakhir gak baik. Karena itu, sebisa mungkin hindari kebiasaan tersebut.

Pengeluaran yang bersifat maksa hanya akan membebani keuangan. Apalagi kalau sudah berkeluarga. Gak hanya diri sendiri yang terkena dampaknya tapi juga pasangan dan anak.

[Baca: Cara Hidup Minimalis Bukan Soal Gak Mampu Tapi Buat Hidup yang Lebih Baik]

Sebaiknya, atur pengeluaran lewat perencanaan keuangan rutin deh. Pengeluaran mesti ditekan agar jauh di bawah penghasilan. Dengan begitu, kita bisa memastikan diri jauh dari ancaman jatuh ke jurang kemiskinan.