Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Ini Bisa Menggerogoti Keuanganmu dalam Jangka Panjang

Tanpa disadari, gaya hidup bakal jadi penentu masa depan seseorang terutama soal kemapanannya. Kok jadi ada hubungan sama kemapanan? Ya iya dong, gaya hidup berkaitan banget sama pengeluaran rutin seseorang.

Misalnya, mereka yang punya gaya hidup sehat pasti punya anggaran yang berbeda sama yang hobi traveling. Buat yang peduli kesehatan, pasti ada bujet khusus untuk rutin nge-gym, beli makanan sehat, sampai medical check-up.

Sementara, orang yang hobi traveling gak menganggap pos-pos di atas penting. Mereka bakal memprioritaskan anggaran bulanan buat jalan-jalan atau membeli perlengkapan traveling, seperti ransel, kamera, dan sebagainya.

Ini sah-sah aja, sebab tiap orang punya preferensi masing-masing dalam menjalani hidup. Yang gawat, kalau gaya hidup yang diterapkan justru menggerogoti rekeningmu. Kelihatannya uang yang dikeluarkan memang kecil, tapi kalau rutin dihabiskan setiap hari, tanpa sadar nilainya pun jadi menggunung dan bahkan membebani keuanganmu di masa depan.

Nah, apa aja sih kebiasaan sehari-hari yang kelihatannya remeh, tapi berpotensi membuatmu bangkrut dalam jangka panjang? Ini dia di antaranya:

1. Merokok

menggerogoti keuanganmu dalam jangka panjang
Masih mau ngerokok? Coba deh perhitungkan dulu berapa biaya merokokmu dalam setahun. Pasti besar (patahkan rokok/Meet Doctor)

Sampai kapan pun, perokok pasti butuh duit untuk ngerokok kan? Anggap saja satu bungkus rokokmu seharga Rp 20.000 dan dalam seminggu kamu habis tiga bungkus. Pengeluaran rutinmu seminggu Rp 60.000 untuk rokok, dan sebulan bisa Rp 240 ribu. Selama setahun, kamu pun menghabiskan Rp 2,88 juta hanya untuk rokok.

Pengeluaran ini bakal terus ada selama kamu belum berhenti ngerokok. Bayangkan, kalau 20 tahun yang akan datang masih merokok, berapa juta yang bakal kamu habiskan untuk rokok? Lebih baik buat beli yang lain kan atau bayar uang sekolah anak.

2. Minum minuman beralkohol

Selain gak baik buat kesehatan, punya kegemaran minum minuman keras atau miras juga menguras kantong. Jelas, sebab minuman beralkohol gak murah, ada pajaknya pula. Belum lagi kalau minumnya di bar menengah ke atas.

Mereka yang rutin minum minuman beralkohol atau bahkan sudah kecanduan, pasti bakal nge-stock minuman ini di rumah.

Katakanlah satu botol minuman Vodka yang paling murah aja harganya sekitar Rp 300 ribu. Kalau menghabiskan satu botol untuk satu bulan, artinya mesti keluar uang Rp 3,6 juta dalam setahun. Nah, hitung sendiri ya kalau kebiasaan ini terus dilakukan sampai puluhan tahun.

3. Nge-vape

Vape ini bukan obat nyamuk ya, tapi rokok elektrik atau vapor. Fenomena rokok elektrik ini cukup heboh di tahun 2014 hingga saat ini. Bahkan beberapa perokok mengaku bahwa mereka nge-vape untuk mengurangi konsumsi nikotin.

menggerogoti keuanganmu dalam jangka panjang
Liquid yang ada di rokok elektrik itu rasanya macam-macam, buat yang baru nge-vape biasanya tergoda nyobain rasa-rasa baru (rokok elektrik/Halo Sehat)

Harga vaporizer atau alat untuk nge-vape beragam, mulai dari Rp 500 ribu hingga jutaan. Sementara itu liquid-nya berkisar mulai dari Rp 120 ribuan.

Untuk penggunaan normal, liquid akan habis kurang lebih dalam dua pekan. Jadi dalam sebulan, bisa keluar uang sekitar Rp 240 ribu. Setahun bisa Rp 2,88 juta. Itu cuma liquid-nya aja ya. Belum kalau mesti ganti vaporizer.

4. Obsesi membentuk tubuh

Peduli dengan bentuk tubuh itu bagus, tapi kalau obsesi punya tubuh sempurna? Ini bisa bikin keuanganmu merana. Contohnya terlalu rajin nge-gym karena terobsesi punya badan mirip Ade Rai, padahal aktivitas sehari-harinya cuma kerja kantoran.

Belum lagi keluar uang untuk beli suplemen otot. Suplemen-suplemen itu jelas bukan barang murah. Harga susunya berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Tablet asam amino Rp 500 ribuan, pembakar lemak pun sama harganya.

menggerogoti keuanganmu dalam jangka panjang
Mau punya badan gini dalam waktu singkat? Ya suplemennya gak murah. Mau pake steroid bisa tapi risikonya ngeri (Binaraga/Musclemecca)

Gak salah sih punya cita-cita badan berotot, namun gak perlu kan sampai beli-beli suplemen. Kamu bisa akali dengan makan sehat atau rajin konsumsi putih telur. Badan ideal, kantongmu pun aman.

5. Sering delivery makanan

Teknologi memang makin canggih. Dulu, urusan delivery atau pesan makan hanya bisa lewat telepon. Sekarang pakai ponsel pun bisa, pilihan restorannya juga makin banyak. Gak perlu repot keluar kantor buat cari makan siang deh.

Tapi tunggu dulu, semua yang namanya delivery pasti ada ongkos kirimnya. Belum lagi kadang kamu juga ngasih tips ke abang-abang yang ngantar makananmu juga bukan?

Sesekali delivery mungkin gak apa-apa kalau memang lagi malas keluar atau gak sempat beli makan sendiri. Tapi kalau tiap makan delivery, ujung-ujungnya tanpa sadar kamu pun bisa keluar ongkos kirim makanan yang jumlahnya setara dengan ongkos sekali makan.

Jadi udah tahu kan gaya hidup seperti apa yang bisa menggerogoti kantongmu dalam jangka panjang? Mumpung belum terlambat, ayo coba mulai diubah dari sekarang. Memang yang namanya kebiasaan itu pasti sulit untuk ditinggalkan ya, tapi bukan berarti gak mungkin. Kalau ada niat, pasti bisa kok. Semangat ya!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Buat yang Gajinya Rp 5 Juta, Atur Uangmu Kayak Gini Biar Gak Bokek Terus]

[Baca: Isi Ulang Pulsa Bisa Bikin Bokek Lho, Atasi dengan Hal Ini]

[Baca: Selalu Bokek di Pertengahan Bulan? Ini Kesalahanmu]