Tanpa Asuransi Mobil Kena Banjir, Dompet Juga Bisa Ikut Tenggelam

Musim hujan identik sama banjir. Tapi tak ada yang bisa memprediksi kapan datangnya. Alhasil, banjir selalu datang secara tiba-tiba. Tanpa permisi, banjir dengan cepat bisa merendam barang-barang berharga, termasuk mobil kesayangan. Apesnya lagi, tak ada waktu buat memindahkannya.

 

Kalau yang sudah ter-cover asuransi mungkin tenang-tenang saja. Cuma ingat ya, banjir bisa ditanggung asuransi sepanjang ada klausulnya. Meski sudah diasuransikan, tapi kalau klausul jaminan perluasan banjir tak diaktifkan, ya percuma saja!

 

Coba hitung deh berapa rupiah yang mesti dikeluarkan gara-gara mobil terendam banjir? Jelas, angkanya tak sedikit. Bukan hanya mesin dan transmisi saja yang kena, bahkan interior mobil bisa rusak parah gara-gara banjir. [Baca: 5 Mobil Mewah Keok Kena Banjir]

 

Berikut ini kerusakan yang umum terjadi kalau mobil jadi korban banjir.

 

Kerusakan Mesin

Water hammer paling sering dialami mobil yang nekat menerabas banjir. Atau bisa juga menghidupkan mobil secara paksa saat terendam. Water hammer adalah situasi di mana ruang bakar terkontaminasi air. Sistem kerja pada piston yang mengkompres udara dan bahan bakar tercampur air.

 

Masalahnya, air itu tak dapat dikompres sehingga membuat piston berlubang atau bengkok. Perbaikannya lumayan mahal sampai puluhan juta rupiah. Misalnya saja mobil jenis Toyota Avanza bisa kena Rp 20 jutaan. Bahkan dalam beberapa kasus, pemilik mobil memilih opsi engine swap alias ganti mesin saja karena nanggung lantaran kondisi mesin sulit balik ke semula.

 

 

Water Hammer Mobil Kena Banjir
Water Hammer Mobil Kena Banjir

 

Belum lagi harus menguras oli, pengecekan sistem pendinginan, transmisi, dan lain sebagainya. Tuh berapa duit lagi yang mesti keluar?

 

Kerusakan di bodi mobil

Air itu musuhnya logam. Artinya, bodi mobil rentan berkarat saat terendam banjir. Air akan masuk ke dalam celah-celah mobil yang sulit dijangkau. Banjir itu air kotor yang bisa jadi mengandung bahan kimiawi atau zat asam yang mempercepat korosi mobil. Kalau sudah begini, mau tak mau mesti dibawa ke salon mobil. Biayanya bisa di atas sejutaan. Itu pun belum menjamin bodi mobil terbebaskan dari sisa-sisa air. Alhasil, biasanya mobil yang terendam banjir umurnya lebih pendek.

 

Kerusakan di sektor sistem kelistrikan

Komponen kelistrikan paling rentan bila terkena banjir. Sebut saja rusak di ECU (Electronic Control Unit) yang jadi otak mobil, aki, kabel-kabel, motor stater, dinamo, dan lain sebagainya. Kalau sudah begini, mau tak mau mesti dilakukan urut kabel dan pengecekan menyeluruh. Bahaya jika ada kabel yang korslet karena bisa memicu kebakaran.

 

Sebagai contoh Toyota Avanza di mana posisi ECU-nya di dalam kabin. Jika banjir sampai masuk ruang kabin maka ECU berpotensi bermasalah. Ciri-ciri ECU kena air itu bila mesin mobil sulit distarter.

 

ECU Electronic Control Unit
ECU (Electronic Control Unit) adalah otak listrik mobil.

 

Biaya servisnya tergantung level kerusakan tapi bisa jadi mesti siapkan budget jutaan rupiah. Lebih-lebih kalau ECU yang kena harganya sangat mahal. Buat mobil-mobil buatan Jepang, harga ECU mulai dari Rp 7-12 jutaan. Anggaran perbaikan bakal makin membengkak kalau ada penggantian komponen lain seperti dinamo ampere, motor stater, dan lain-lain.

 

Kerusakan di interior mobil

Interior mobil jadi sektor yang paling sulit dikembalikan 100 persen seperti sedia kala jika mobil terendam banjir. Dashboard, jok, plafon, doortrim, karpet, dan lainnya bakal rusak parah. Meskipun dikeringkan tetap saja meninggalkan bekas mengingat banjir adalah air kotor.

 

Akan ada bercak-bercak air mongering di seluruh interior mobil. Biaya pembersihannya lumayan besar. Kalau kondisi ringan paling banter Rp 1,5 jutaan. Kalau parah bisa kena Rp 3 jutaan.

 

Paling apes kalau mesti ada penggantian yang tentunya menuntut dana lebih besar lagi. Bukan sekadar mahal tapi komponen interior mobil termasuk yang sulit didapat. Kalau pun bisa mesti pesan dulu ke bengkel resmi.

 

Kerusakan di sektor kolong mobil

Sektor kolong seperti kaki-kaki mobil sudah pasti yang wajib dicek dulu. Misalnya saja bearing roda, rem, kopling. Air yang masuk ke komponen itu bakal mempercepat keausan komponen. Kopling yang terendam bisa menyebabkan karat dan membuat perpindahan gigi jadi selip.

 

Begitu pun dengan rem. Kotoran lumpur dari banjir bisa menghambat kerja sistem rem. Seal dan piston rem cepat rusak sehingga bisa membuat ban terkunci. Anggarannya jelas tak murah bila harus mengganti komponen. Belum lagi kalau pakai komponen orisinal.

 

Mungkin seluruh kerusakan itu tak terjadi sekaligus. Paling terlihat kerusakan itu pada mesin, interior, maupun kaki-kaki.

 

Mobil kelelep banjir
Mobil kelelep banjir, miris…

 

Lain halnya bodi di mana terjadinya karat membutuhkan waktu lama akibat reaksi kimia besi dan air. Bisa saja setelah tiga bulan baru muncul karat. Mobil yang sudah dilindungi lapisan antikarat pun tak menjamin bebas keropos bila pernah terendam banjir.

 

Maka itu, pemeriksaan mobil yang terkena banjir sangat melelahkan. Jadi kerugian bukan semata-mata nilai rupiah yang mesti disiapkan untuk perbaikan.

 

Lama pengerjaan perbaikan mobil sekali lagi tergantung dari level kerusakannya. Bisa ada yang seminggu sampai tiga bulan lamanya.

 

Rata-rata mobil korban banjir yang kondisi perbaikannya sampai 60 persen, sebut saja Toyota Avanza, bisa menghabiskan dana Rp 50 jutaan. Itu belum termasuk ongkos kerja!

 

Saking besarnya biaya perbaikan, banyak pemilik yang memilih menjual mobil yang jadi korban banjir. Mereka paham betul harga jualnya jatuh. Itu risiko tambahan yang ditanggung kalau mobil terendam banjir.

 

Dijual murah, diperbaiki kelewat mahal! Sudah kebayang kan kerugian yang ditanggung kalau mobil jadi korban banjir?

 

Nah, kerugian ini tak bakalan ditanggung sendiri kalau mobil diasuransi dengan klausul jaminan perluasan banjir. Maka itu, cek seksama apakah klausul banjir itu dijadikan satu dengan asuransi yang dipilih atau terpisah. Kebijakan ini tergantung dari penyelenggara asuransi.

 

Informasi detailnya bisa ditanyakan langsung ke petugas asuransi. Termasuk juga besaran prosentasi polis asuransi dengan jaminan perluasan banjir. Misalnya saja perluasan risiko banjir asuransi All Risk besarannya 0,35 persen dari harga mobil. Sementara Total Lost Only (TLO) di kisaran 0,13 persen dari harga mobil.

 

mobil terabas banjir
Mobil yang nekad menerabas banjir enggak akan diterima oleh pihak asuransi.

 

Cuma jangan senang dulu meski mobil sudah ada asuransi banjir. Pelajari klausul dalam polis asuransi kondisi apa saja yang ditanggung asuransi saat mobil kebanjiran.

 

Biasanya dalam polis itu disebutkan ganti rugi batal diberikan kalau kerusakan akibat banjir diperparah pemilik. Misalnya memaksakan diri menerobos banjir atau nekat menyalakan mesin meski sudah terendam banjir.

 

Pihak asuransi akan menganggap kita sengaja cari ‘penyakit’. Maka itu, klausul dalam polis asuransi tentang pertanggungan banjir ini sifatnya ‘kaku’. Asuransi hanya akan mau mengganti kalau mobil terbukti terkena musibah banjir dalam kondisi yang rinciannya disebut dalam polis.

 

Pilihan paling aman adalah melakukan upaya mengurangi dampak akibat banjir. Apa saja yang bisa dilakukan?

 

  • Hubungi call center dan informasikan kondisi terkini mobil dan tinggi genangan
  • Jangan nyalakan mesin jika genangan makin meninggi
  • Minta bantuan derek mobil untuk evakuasi kendaraan kalau sedang di jalan
  • Dokumentasikan kendaraan yang terendam banjir sebagai bukti
  • Cari informasi bengkel rekanan asuransi terdekat
  • Siapkan dokumen untuk pengajuan klaim
  • Sesegera mungkin melapor ke asuransi agar klaim diproses sehingga laporan tak kadaluarsa.



Kejadian banjir yang melanda Jakarta tiap tahun memang memprihatinkan. Ini mungkin bisa menjadi pertimbangan untuk mengasuransikan kendaraan kesayangan.

 

 

Image credit:

  • http://www.otomotifnet.com/otoweb/images/image/tips/Mobil/12%20December%2009/minggu%204/kerusakanakibatbanjirwaterhammer-Arseen.jpg
  • http://www.paketbbm.com/wp-content/uploads/2015/02/Ingin-Tau-Merawat-Ecu-Mobil-Yang-Benar.jpg
  • http://3.bp.blogspot.com/-kcA2QO2higk/UQQIIbR1QyI/AAAAAAAAF5M/6I9g6anwGZM/s1600/mobil+banjir.jpg
  • http://cdn.mobilwow.co.id/images/news/content/94a2a3059f33b7eda3a7cbac4dbe1ddb.jpg