Tahun Ini Kira-Kira Perlu Minta Naik Gaji, Enggak Ya?

Siapa yang tidak ingin naik gaji? Seperti yang dilansir di media massa akhir-akhir ini, bahkan dari level bupati hingga menteri pernah mempertanyakan soal gaji ke atasannya – Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Apalagi orang-orang seperti kita, lumrah saja berharap akan kenaikan gaji di tahun yang baru ini dong?

 

Nah, bagi Anda yang memasukkan ‘gaji naik’ sebagai salah satu goal di tahun baruini, sudah siap nih dengan berbagai hal baru yang menyertai kenaikan gaji? Tanggung jawab baru, misalnya. Dengan gaji baru yang lebih tinggi, Anda harus siap bekerja lebih keras dengan tanggung jawab yang lebih besar. Siapkah Anda?

 

Tidak hanya itu, tuntutan gaya hidup juga biasanya akan lebih tinggi. Dengan gaji yang lebih tinggi, Anda dituntut berpenampilan lebih upgraded. Itu berarti mesti belanja pakaian kerja baru. Anda pun dituntut memiliki gadget yang lebih canggih lagi. Otomatis, gaji baru, pengeluaran baru, dan di akhir bulan, saldo di tabungan tetap pas-pasan. Tapiiii… apa memang mesti begitu?

 

Gaji vs Gaya Hidup

Membicarakan gaji memang tak ada habisnya. Namun satu hal yang pasti adalah jika kita belum mengubah cara berpikir kita tentang uang, maka seberapapun gaji yang kita miliki tetap tidak akan pernah cukup. Saat gaji Anda 3 juta, semuanya habis. Saat gaji naik menjadi 7 juta per bulan, eh semua habis juga.

 

Mengapa begitu? Karena ekspektasi dan gaya hidup Anda pasti ikut naik sejalan dengan penghasilan yang meningkat. Saat pendapatan 5 juta/ bulan, beli motor. Saat pendapatan naik jadi 15 juta/ bulan, beli mobil.

 

Kajian dalam ilmu psikologi finansial menyebutnya sebagai hedonic treadmill”. Anda seperti berjalan di atas treadmill. Kebahagiaan Anda tidak maju-maju karena nafsu Anda akan materi tidak pernah terpuaskan. Prinsip hedonic treadmill adalah “more is better”. Makin banyak materi yang Anda miliki, makin bagus.

 

hedonic treadmill
Mau sampai kapan mengejar nafsu materi?

 

 

Sementara gaya hidup minimalis punya prinsip yang berkebalikan “less is more”. Saat mobil Xenia sudah membantu pekerjaan kita yang mesti mobile, kenapa harus ganti jadi Ertiga? Saat makan di warung makan sederhana bersama teman sudah membuat kenyang dan bahagia, kenapa harus naik level makan di restoran mahal? “When enough is enough.”

 

Lalu, Anda yakin bahwa prinsip hidup Anda sudah cukup bersahaja. Namun kenyataannya gaji Anda memang tidak mencukupi banyak kebutuhan hidup Anda. Nah kalau begini, mungkin sudah saatnya Anda mempersiapkan diri untuk maju ke atasan meminta kenaikan gaji.

 

Minta Naik Gaji?

Mumpung sekarang masih di awal tahun, yuk telaah ulang gaji kita dan lakukan resolusi untuk pendapatan yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Sudahkah gaji kita mencukupi untuk menabung, membayar cicilan tagihan, dan biaya hidup sehari-hari?

 

Jika belum, sudah cukup layakkah kita meminta kenaikan gaji ke atasan kita? Apakah tanggung jawab kerja yang kita lakukan sudah cukup sepadan dengan kenaikan gaji tersebut?

 

Jika Anda merasa sudah cukup layak untuk mengajukan kenaikan gaji, ada baiknya Anda mengikuti tips-tips berikut ini sebagai persiapan melakukan negosiasi gaji ke atasan:

 

  • Kumpulkan Informasi

Kumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang kondisi perusahaan Anda. Jika perusahaan sedang dalam kondisi kesulitan keuangan, maka kemungkinan permintaan naik gaji sangat kecil diterima.

 

  • Kaji Ulang Kinerja
Tidur di jam kerja, kebanyakan maenan HP, datang telat pulang cepat, gimana mau minta naik gaji?
Tidur di jam kerja, kebanyakan maenan HP, datang telat pulang cepat, gimana mau minta naik gaji?

 

Kaji ulang tentang kinerja Anda selama setahun terakhir. Jika Anda memiliki kinerja yang bagus, maka perusahaan akan mempertimbangkan dengan baik saat Anda mengajukan kenaikan gaji. Begitu juga sebaliknya.

 

  • Tawaran Pekerjaan Baru

Tunda diskusi mengenai kenaikan gaji selama mungkin hingga ada tawaran pekerjaan baru. Pastikan Anda benar-benar memiliki daya tawar yang membuat perusahaan tidak ingin melepaskan sumber daya seperti Anda.

 

  • Gaji Rata-Rata

Lakukan penelitian untuk gaji rata-rata pada posisi Anda. Hal ini dimaksudkan agar tawaran Anda terasa masuk akal bagi perusahaan, sehingga mereka tertarik untuk mempertimbangkannya.

 

  • Jangan Mengancam

A big no no jika sedang menegosiasikan kenaikan gaji. Jangan pernah membuatnya terdengar seperti Anda akan meninggalkan perusahaan jika tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Ini hanya membuat atasan defensif sehingga bukan tidak mungkin mereka memilih melepaskan Anda daripada memberi kenaikan gaji.

 

 

Nah, selamat bernegosiasi dan pastikan Anda menciptakan suasana diskusi yang nyaman dengan atasan. Ikuti terus tips-tips pintar mengelola keuangan di DuitPintar.com.

 

Image credit:

  • http://danieljamesfitnessblog.com/wp-content/uploads/2013/06/TreadmillZombie.jpg
  • http://rmol.co/images/berita/normal/759915_11051518062013_bobo.jpg