Tahun Baru Nih, Perbaiki Kesalahan dalam Membuat Anggaran Yuk!

Artikel Ini dipersembahkan oleh Mitra Perencana Keuangan

Kami Finansialku.com

tahun baru nih

Tahun baru lagi nih, ayo mulai disiplin lagi membuat dan merencanakan angaran. Emangnya penting ya? Penting dong, anggaran tuh bisa jadi alat bantu untuk mengendalikan keuangan kita.

Dengan memiliki anggaran, kitta tahu berapa dana yang dibutuhkan dan berapa yang boleh dihabiskan setiap bulan. Banyak orang kesulitan mengendalikan keuangannya karena gak memiliki anggaran bulanan yang jelas.

Tanpa anggaran, uang bisa mengalir ke mana saja dengan sembarangan, akhirnya uang seolah-olah raib. Memiliki anggaran akan membantu kita mengontrol uang dalam jangka pendek dan panjang.

Anggaran yang baik akan menjadi kendaraan kita menuju kebebasan finansial, sebaliknya, anggaran yang buruk akan membuat kondisi keuangan jalan di tempat.

Kalau gitu, mumpung masih tahun baru, simak nih kesalahan umum dalam membuat anggaran dan cara memperbaikinya.

1. Mengurangi pengeluaran

Banyak orang menganggap mengurangi pengeluaran adalah jawaban dari permasalahan keuangan. Padahal anggapan ini kurang tepat. Iya sih, mengurangi pengeluaran-pengeluaran konsumtif yang sangat berlebihan itu bagus. Tapi, menggunakan uang buat nikmatin hidup sesuai taraf kemampuan tuh wajar kok.

tahun baru nih
Kurangin pengeluaran yang nggak penting, dan pakai duitnya buat nikmati hidup. Asik kan.. (belanja/Credit.com)

Bekerja terus-menerus pasti bikin stress, akan lebih buruk lagi jika kita gak bisa menikmati hasil kerja keras kita ya. Gak perlu membabat pengeluaran bulanan sampai merasa menderita kok.

Lebih baik mencari cara untuk mendapatkan uang lebih, sehingga menikmati hidup dengan uang bukan lagi jadi masalah. Jangan berpikir untuk mencari pekerjaan tambahan karena itu akan membuat kita lebih stress.

Hidup akan dipenuhi dengan kerja, kerja, dan kerja. Kapan dong punya waktu untuk menikmati hidup? Lebih baik mencari penghasilan pasif. Mulailah berinvestasi. Ubah mindset memotong habis pengeluaran bulanan menjadi keharusan untuk mendapatkan penghasilan pasif.

2. Menyisihkan uang untuk ditabung = gagal total

Kata menyisihkan sama saja dengan menyisakan. Dalam segala aspek kehidupan yang disebut sisa pasti bukanlah prioritas. Jika kita menyisihkan uang untuk ditabung dalam anggaran, artinya menabung bukanlah prioritas.

tahun baru nih
Ingat lho, menyisihkan itu sama aja menyisakan. Yang benar ya “prioritaskan.” Prioritaskan menabung ya! (uang di celengan/Insanity Workout)

Kita gak akan pernah mendapatkan kebebasan keuangan dengan mindset seperti ini. Mengapa? Karena manusia gak pernah puas. Seberapa besar pun penghasilan, gak akan pernah cukup untuk memenuhi keinginan.

Ingat, bedakan ‘keinginan’ dengan ‘kebutuhan’. Pada akhirnya uang yang dimiliki akan dihabiskan untuk membeli barang-barang yang diinginkan. Tabungan baru akan diharapkan ada ketika berada dalam kondisi terdesak. Ketika sudah tua kita akan menyesal karena gak memiliki tabungan yang cukup.

Seharusnya menabung dijadikan prioritas utama. Dengan begitu akan mudah untuk mendapatkan kebebasan keuangan. Bayangin deh jika kita menganggap menabung sama pentingnya dengan biaya untuk membeli makanan setiap bulan.

Kita gak akan mengabaikan kebutuhan membeli makanan bukan? Jadikanlah menabung sebagai prioritas yang sama pentingnya dengan kebutuhan dasar seperti itu. Prioritaskan menabung dalam setiap anggaran bulanan maupun tahunan yang kita buat.

3. Menabung uang saja, gak cukup

Sebenarnya menabung bukanlah hal yang 100% salah. Hanya saja, menabung menjadi salah jika kita hanya mengandalkan tabungan konvensional di bank. Jangan berpikir bahwa dengan menabung uang di bank selama puluhan tahun dapat memberikan keuntungan besar.

Jika ingin mendapatkan kebebasan keuangan, sebaiknya kita berinvestasi. ‘Tabungan’ yang ada di dalam anggaran seharusnya digunakan untuk berinvestasi.

tahun baru nih
Jangan biarkan uangmu di tabungan itu mengendap alias diem gitu aja. Kamu harus punya pendapatan pasif lewat investasi (ilustrasi investasi/Clark)

Ada banyak produk investasi yang bisa kita gunakan. Kenalilah produk-produk tersebut dan pertimbangkan investasi mana yang sesuai dengan kebutuhan. Pastikan gak hanya berinvestasi di satu tempat saja. Masukkan alokasi dana untuk setiap investasi di dalam anggaran bulanan dan tahunan.

4. Menggabungkan dana darurat dengan tabungan investasi

Kebanyakan orang menganggap dana darurat, tabungan / investasi adalah hal yang sama saja. Padahal seharusnya kedua hal ini dipisahkan, baik dalam anggaran tertulis maupun eksekusinya.

Dana darurat adalah salah satu prioritas yang harus dimiliki setiap orang. Kita gak pernah tahu kapan akan jatuh sakit dan harus membayar biaya pengobatan, atau kapan mobil butuh perbaikan. Jangan sampai kita gak memiliki dana darurat ketika ada hal buruk yang tiba-tiba terjadi.

Terkadang dana darurat mengendap lama karena gak ada kejadian buruk yang terjadi. Pada prakteknya, karena merasa sudah aman sekian lama maka dana darurat seolah dapat digunakan untuk keperluan lain seperti berinvestasi. Tindakan tersebut bukanlah tindakan yang bijaksana. Dana darurat dan tabungan/investasi sudah memiliki porsinya masing-masing di dalam anggaran. Berinvestasi memang penting, tetapi dana darurat pun tidak kalah pentingnya.

5. Tidak menyediakan dana untuk asuransi

Asuransi sering dilupakan dalam pembuatan anggaran. Ada orang yang merasa gak perlu menggunakan asuransi, ada juga yang takut tertipu dengan produk-produk asuransi. Padahal asuransi adalah proteksi yang penting bagi setiap orang dalam tahap kehidupan apapun.

tahun baru nih
Hari gini nggak punya asuransi? Capek deehh.. (ilustrasi asuransi/Walletline)

Gak ada orang yang mengharapkan hal buruk terjadi dalam hidupnya, tapi kita gak pernah tahu kapan akan mendapatkan musibah. Jika gak memiliki asuransi, kita biasanya harus membayar mahal ketika terjadi musibah. Baik dalam hal kesehatan, perlindungan aset, kematian, dll. Karena itu asuransi merupakan aspek penting yang harus dimasukkan ke dalam anggaran.

Pada dasarnya gak ada asuransi yang menipu, yang ada hanyalah miskomunikasi. Umumnya akar permasalahan miskomunikasi ini adalah kurangnya pengetahuan mengenai produk asuransi. Karena itu, pelajari lebih dalam mengenai produk asuransi yang ditawarkan.

Gak ada produk asuransi yang baik atau buruk, yang ada adalah produk yang sesuai atau tidak sesuai kebutuhan. Carilah asuransi yang sesuai dengan kebutuhan kita sehingga asuransi dapat memproteksi dengan tepat.

Anggaran yang baik adalah kendaraan kita menuju kebebasan finansial. Pastikan kita memiliki anggaran setiap bulan agar keuangan dapat teratur. Jika sudah memiliki anggaran, cobalah mengkaji ulang anggaran. Jangan sampai masih terdapat kesalahan umum dalam membuat anggaran. Dengan begitu anggaran akan efektif dan dapat berfungsi dengan maksimal.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Nih, Cara Bikin Gaji 2 Digit Nggak Habis Sia-Sia]

[Baca: Ternyata 5 Sikap Ini Juga Bikin Resolusi Tahun Baru Kamu Gagal]

[Baca: Begini Nih Cara Tanam Duit Selagi Masih Usia Kepala 2 Biar Masa Tua Gak Merana]