Tabungan Masa Depan Adalah Pahlawan, Lebay Tapi Ada Benarnya Loh!

Bang..bing..bung..yuuuk..kita nabung…. Lirik lagu anak dari tahun 1990-an itu sepertinya akan selalu relevan biar zaman terus berkembang.

Ajakan menabung akan terus dilontarkan oleh mereka yang sadar bahwa tabungan itu penting sekali. Di tengah masyarakat yang kebanyakan hidup konsumtif, gaji seberapa pun bukan jaminan hidup makmur jika tanpa tabungan.

Tabunganku pahlawanku. Begitu kata orang-orang yang sudah punya pengalaman terselamatkan hidupnya oleh tabungan.

Memang sih terdengar lebay, tapi ada benarnya juga lho. Tabungan masa depan bisa menyelamatkan kita dari ancaman terjerat utang segudang.

Penyelamat Hidup

Bayangkan, jika tiba-tiba kita kena pemutusan hubungan kerja (PHK), sementara tabungan nol. Apa yang bisa kita lakukan?

[Baca: Kalau Perusahaan Menawarkan Pensiun Dini, Kira-kira Gimana Ya?]

Iya, betul, ada pesangon dan lain-lain. Tapi, cukupkah uang itu untuk bertahan hidup sembari menunggu pekerjaan baru? Pada saat inilah tabungan mengambil peran penting.

tabungan masa depan
Kebayang dong kalau PHK datang tiba-tiba tapi tabungan nihil?

Uang tabungan bisa jadi tambahan untuk sekadar menyambung hidup. Bahkan, dana cadangan dari rekening di bank ini bisa dimanfaatkan untuk membuka usaha.

Siapa tahu, malah bisa lebih sukses dengan menjadi majikan atas diri sendiri dengan pemasukan gak terbatas. Ketimbang ikut orang lain dengan gaji yang sudah ditetapkan?

Jika gak ada tabungan, apesnya kita malah terjerumus ke jurang utang. Awalnya memang utang sekian juta saja. Tapi, dengan adanya bunga dan tak ada pemasukan rutin, utang itu bisa berkembang lebih besar.

Untuk Investasi

Dana tabungan pun bisa dialokasikan sebagian untuk berinvestasi. Jadi, bakal ada dua pemasukan: gaji dan return alias imbal hasil investasi.

Gak harus berutang untuk berinvestasi jika ada tabungan. Sebab, investasi gak selamanya menghasilkan keuntungan. Bisa saja investasi berujung tekor.

Kalau investasi dari utang tapi merugi, itu namanya sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah gagal investasinya, eh, masih harus bayar utang.

Karena itulah sebelum berinvestasi kita harus punya rencana matang dulu. Lha yang sudah punya rencana saja juga bisa merugi.

[Baca: Buat Para Pemula, Baca 5 Panduan Berinvestasi Ini Ya!]

tabungan masa depan
Yuk, mulai deh lebih cermat menabung. Recehan juga berguna loh

Disiplin Menabung

Memang, bunga dari tabungan gak begitu besar. Tapi, melihat fungsinya, tabungan amatlah penting untuk dipunyai.

Toh, tabungan sejatinya gak termasuk instrumen investasi. Layanan dari bank yang bisa disebut investasi adalah deposito.

Deposito mirip-mirip dengan tabungan. Kita simpan dana di bank, lalu beroleh bunga dari simpanan tersebut.

Bedanya, deposito ada periode di mana kita diharuskan menyimpan dana sejumlah tertentu dan gak boleh diutak-atik. Periode ini dinamakan kontrak. Selain itu, bunga deposito lebih gede ketimbang tabungan biasa.

[Baca: Investasi Deposito Bank Pasti Untung, Asal Gak Main-main Soal 4 Hal Ini]

Yang sering jadi ganjalan adalah soal kedisiplinan menabung. Boleh saja gaji selangit. Tapi, tiap bulan duit itu sering lewat begitu saja tanpa ada yang nyangkut di rekening.

Menabung memang memerlukan niat yang kuat. Niat ini bisa dibangun antara lain dengan menyusun rencana keuangan tiap bulan.

Dalam rencana itu kita atur deh. Berapa buat pengeluaran, berapa yang ditabung, berapa buat investasi, dan lain-lain.

Dengan begitu, kita punya panduan untuk menjaga kedisplinan menabung. Tapi ingat, rencana itu gak berguna kalau gak kita jalankan.

Nah, buat yang memang susah menabung, gak perlu khawatir. Hampir semua bank punya layanan tabungan rencana.

tabungan masa depan
Tabungan gak cuma berfungsi buat dana darurat, tapi juga segudang keperluan

Tabungan rencana adalah tabungan yang dananya dikumpulkan untuk tujuan tertentu. Misalnya berencana beli sepeda motor tahun depan, atau bahkan pendidikan anak kelak. Bisa deh pakai tabungan rencana.

[Baca: 4 Fakta Kenapa Orangtua Lebih Memilih Tabungan Pendidikan]

Lewat tabungan rencana, kita akan “dipaksa” menabung tiap bulan. Mekanismenya, kita harus punya satu rekening dulu di suatu bank.

Nantinya, di bank itu dibuka rekening lain yang memuat tabungan rencana. Nah, dana tabungan rencana akan otomatis diambil dari rekening utama tiap bulan.

Jadi, gak perlu khawatir lupa nabung. Apalagi, ada konsekuensinya kalau terjadi gagal debet dari rekening utama, yaitu kena denda. Karena itulah rekening utama harus dipastikan selalu cukup untuk debet otomatis per bulan.

Gak ada alasan lagi buat mereka yang ngaku susah nabung. Selalu ada cara untuk disiplin menabung. Lagian, taruhannya gak main-main lho kalau gak punya tabungan: hidup terancam.

Anak kecil saja sudah banyak yang rajin menabung. Masak, kita yang sudah dewasa kalah oleh mereka?

[Baca: Nabung Masih Sebatas Niat? Simak Nih Trik Menabung Uang untuk Si Boros]

 

Image credit:

  • https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2016/02/05/34/1082971/kspi-beberkan-faktor-utama-marak-phk-pAg.jpg
  • http://finansiala.com/wp-content/uploads/2015/04/Menabung-Itu-Ternyata-Mudah.jpg
  • http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/1064850/big/003883800_1448343692-budgeting.jpg