Supaya Gak Jatuh Tertimpa Tangga, Buruan Lakukan 5 Hal Ini Saat Batal Menikah

Pertama-tama, kami ucapkan turut berduka cita karena kamu batal menikah. Tapi jangan sampai larut dalam kesedihan, karena kamu masih bisa menyelamatkan beberapa hal dari insiden ini.

Orang bisa batal menikah karena beragam alasan. Dari calon suami atau istri ketahuan selingkuh sampai tiba-tiba undur diri lantaran merasa gak yakin.

Apa pun itu, batal menikah adalah pengalaman buruk. Amit-amit, jangan sampai deh mendapat pengalaman ini.

Tapi kalau sudah terlanjur terjebak dalam situasi ini, apa mau dikata. Sedih pasti. Tapi kesedihan itu gak boleh membuat kita lupa segalanya.

Calon pasangan boleh hilang. Tapi, kalau sampai sedih keterusan, bukan hanya si doi yang hilang. Tapi juga duit yang udah disiapkan untuk menggelar hajatan besar perkawinan.

Nah, ketika sudah fix batal menikah, segera saja ambil langkah selanjutnya. Buru-buru lakukan lima hal ini agar kerugian mental gak diikuti sama kerugian materi:

1. Menghubungi vendor-vendor yang digunakan

saat batal menikah
Kamu aja sana mas yang batalin semuanya, aku lelah, hiks, hiks! (Pasangan / femina)

Buka lagi daftar vendor yang sudah dihubungi dan deal diajak kerja sama. Lalu, telepon satu per satu untuk memberitahukan kabar buruk itu.

Kita mungkin saja masih bisa membatalkan perjanjian dengan mereka. Paling tidak hanya uang persekot alias DP yang hangus.

Itu mending, daripada kita mesti bayar seluruh jasa tapi gak berguna. Makanya, jangan tunda-tunda menghubungi vendor. Apalagi bila kabar batal menikah itu hanya beberapa hari menjelang hari-H.

2. Kumpulkan semua item yang sudah telanjur dibeli

Setelah menghubungi vendor dan meminta refund, bikin daftar lagi vendor mana saja yang gak bisa dibatalkan. Misalnya suvenir.

Biasanya suvenir dipesan sejak jauh hari, dan karena itu disiapkan juga sejak jauh hari. Saat kabar batal menikah datang mendadak, bisa saja suvenir ternyata udah siap.

saat batal menikah
Jangan panik jangan bete ya, kalau sudah ada namanya ya udah bagi-bagi aja deh, amal! (Souvenir Pernikahan / souvenirnikah)

Ya sudah, pasrah saja terima keadaan. Tapi tanyakan, apakah suvenir itu udah komplet atau belum. Kalau belum, mintalah suvenir dibuat tanpa nama.

Misalnya berupa gelas, bisa dijual deh itu gelas sebagai tempat minum atau suvenir lain. Intinya adalah meminimalkan risiko kerugian dana lebih besar.

3. Kalkulasi pengeluaran

Pengeluaran mesti dicatat semua untuk menghitung total kerugian dana. Misalnya sudah bayar suvenir dan katering.

Gunanya adalah menjadi dasar untuk menyusun rencana keuangan selanjutnya. Bila dana itu total dari pihak keluargamu, tentunya gak mau kecolongan ternyata ada pos pengeluaran yang belum lunas.

Mungkin keluarga si dia mau kasih reimburse karena pihak mereka yang membatalkan pernikahan. Seharusnya sih gitu ya aturannya. Siapin saja nota-nota dan kuitansi, siapa tahu betulan dikasih ganti rugi.

4. Masuk rekening

Sisa bujet pernikahan langsung saja masukkan kembali ke rekening tabungan. Syukur-syukur dana itu bisa diolah jadi investasi, sehingga bisa lebih cepat balik modal. Ketimbang tabungan, imbal hasil investasi jelas lebih besar. Misalnya reksa dana atau yang paling simpel deposito.

saat batal menikah
Udah paling benar tuh duit sisa atau lebih ya disetor tunai alias ditabunga aja bro! (Setor Tunai / seputarforex)

Asal gak tergiur iming-iming investasi dengan return gede saja ya. Apalagi dijanjiin return pasti sampai 10 persen per bulan. Itu hil yang mustahal. Gak mungkin.

5. Susun rencana liburan

Liburan bisa meredakan kesedihan. Kalau udah beli tiket bulan madu, bisa saja kalau mau ke sana sendiri atau bareng sahabat dekat. Asal jangan baper dan nangis aja pas udah di destinasi honeymoon.

Sebaiknya sih minta refund, dan cari destinasi lain biar bisa move on. Otak butuh refreshing kan setelah stres nyiapin pernikahan yang gatot.

Orang boleh berencana, tapi bagaimana jadinya kelak gak bisa ditebak. So, kalau memang batal menikah, gak perlu sampai tertekan dan kehilangan gairah hidup.

Hidup masih bisa dilanjutkan. Mungkin memang jodohmu bukan orang itu. Nanti kalau dipaksakan menikah malah bercerai di tengah jalan. Siapa tahu jodohmu masih di luar sana, menunggu, dan siap membahagiakanmu. Aih.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: 4 Hal Soal Keuangan Rumah Tangga yang Perlu Dibicarakan Sebelum Menikah]

[Baca: Menikah Bisa Bikin Lebih Makmur, Asal Kamu Lakukan 9 Cara Mengelola Keuangan Pasangan ini]

[Baca: Cerai Itu Mahal! Udah Dipikirin Soal Biaya-Biaya yang Bakal Dikeluarkan?]