Sukses Dalam Pekerjaan, Kenapa Masih Merasa Tidak Puas Ya?

Konon, manusia “dikutuk” untuk tidak pernah merasa puas. Kerjaan sudah mantap, keluarga mapan, tapi kok rasanya masih ada yang kurang. Itu contohnya.

Sebetulnya, kepuasan itu adalah soal rasa. Adapun rasa bisa dibuat oleh pribadi. Jadi, kita sendiri yang memutuskan apakah mau puas atau tidak.

Masalahnya adalah keputusan itu bisa dipengaruhi oleh faktor eksternal, dalam hal ini kebiasaan dan lingkungan. Kebiasaan dan lingkungan yang buruk bakal lebih sering membuat kita merasa tidak puas.

Yang perlu kita lakukan adalah menyingkirkan faktor tersebut agar merasa bahagia, terutama di tempat kerja. Berikut ini caranya:

1. Gaul dengan yang positif

Orang-orang yang pikirannya positif dan terbuka lebih bisa membawa kepuasan bagi kita. Saat bergaul dengan mereka, kita akan terlibat dalam komunikasi yang positif dan optimis. Selain itu, mereka bisa menjadi inspirasi agar kita bisa melangkah lebih maju.

sukses dalam pekerjaan
Biar selalu punya optimisme, gaul sama yang positif aja deh! (Anak Muda Tersenyum / Suara)

Ini berbeda dengan pergaulan bareng para penggerutu dan sukanya negatif thinking. Apalagi jika mereka hanya menggerutu tanpa aksi nyata mencari solusi permasalahan. Bisa-bisa kita tertular oleh aura negatif mereka.

2. Stop mengira yang di medsos itu betul semua

Ada orang yang langsung bad mood ketika melihat teman sekelasnya dulu pasang foto dengan mobil baru di Facebook. Dia membandingkan hal itu dengan kondisinya, yang gak punya mobil. Padahal temannya itu dulu gak pernah serius di kelas.

Sekilas memang kondisinya njomplang. Tapi siapa yang tahu kondisi nyata teman itu? Siapa tahu dia beli mobil dengan cara kredit dan lagi macet cicilannya. Atau itu mobil orang yang cuma dijadikan properti foto biar keren. Woles aja main media sosial.

3. Move on

Ketika terjadi kesalahan, orang cenderung mencari kambing hitam. Jika ini yang kita lakukan, potensi bad mood ada di depan mata. Kesalahan itu semestinya ditinggalkan dan diperbaiki, bukan dicarikan korban.

sukses dalam pekerjaan
Idih si adek jangan manyun terus dong hehehe (Anak Kecil Cemberut / Pinimg)

Saat berusaha memperbaiki dan hasilnya bagus, akan ada perasaan puas di sana. Ini berbeda dengan sikap nyalahin orang. Habis nyalahin udah. Masalah gak selesai, malah nambah masalah karena dipandang negatif oleh si kambing hitam.

4. Pasang target

Gimana sih rasanya ketika pasang target dan berhasil meraihnya? Puas dan bangga, tentu saja. Ini gak akan dirasakan mereka yang gak punya target dalam kehidupan.

Tiap langkah yang berhasil dalam upaya mencapai target itu akan membawa kepuasan. Hingga akhirnya rasa puas itu terkumpul ketika target utama sudah tercapai, misalnya sukses mendapat promosi sebagai manajer pada usia tertentu.

5. Berani berbahagia

Orang gak bakal bisa maju kalau takut dan khawatir melangkah. Perasaan negatif itu bakal berdampak buruk buat suasana batin kita. Contohnya sudah pegang kendali kepala divisi, lalu sehari-hari takut jabatan itu direbut kolega yang juga mengincarnya.

Mending liputi suasana batin dengan kebahagiaan karena sudah pegang jabatan tersebut. Dengan begitu, kebijakan yang dibuat akan dilandasi optimisme dan niat untuk maju bersama. Bukan untuk menjatuhkan orang lain, yang mungkin malah bisa bikin kita sendiri yang nyungsep.

sukses dalam pekerjaan
Buat apa susah, bahagia aja yuk! (Melompat Bahagia / Solusisupersukses)

Menjadi puas adalah soal pilihan. Namun mesti diingat, ketika merasa puas, bukan berarti itu saatnya untuk beristirahat.

Kepuasan dalam satu bidang bukan berarti di bidang lain kita telah berhasil pula. Justru rasa puas itu mesti dijadikan tonggak untuk meraih kepuasan lainnya.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Masalah Kredit Macet di Indonesia: Bukan Cuma Bikin Kamu di Blacklist, Bukan Cuma Ngerugiin Bank, Tapi Bisa Pengaruhi Orang Satu Negeri!]

[Baca: Sukses Setelah Umur 40 Tahun. Ga Percaya? 9 Orang Ini Buktinya!]

[Baca: 5 Cara Karyawan Meningkatkan Karisma dan Mempengaruhi Orang Lain]