Sudah Lulus Kuliah tapi Masih Sulit Dapet Kerja? Gak Ada Salahnya Magang Dulu Kok, Asal…

Siklus manusia yang ideal adalah bekerja setelah lulus kuliah. Namun seringkali kenyataan tak seindah impian. Lihat saja berapa banyak pengangguran yang bertitel Sarjana di ibukota.

Banyak faktor yang memengaruhi hal ini sih, mulai dari kurangnya lapangan pekerjaan, persaingan dunia kerja yang ketat, kurangnya kompetensi dari si pencari kerja sendiri, hingga masalah selektif alias pilih-pilih soal kerjaan.

Saat sudah lulus dan belum memperoleh kesempatan berkarier, pernah gak terpikir untuk mengambil kesempatan magang yang ada di depan mata?

Daripada nganggur gak ada juntrungan atau menghabiskan waktu sia-sia, sambil menunggu kesempatan berkarier itu datang, ambil deh kesempatan jadi karyawan magang. Punya status anak magang juga ada untungnya kok, asalkan milihnya yang kayak begini:

1, Sesuai atau sejalan dengan minat karier

Mengambil kesempatan magang yang sejalan dengan minat karier pastinya bisa memberi manfaat besar.

Walau belum dapat kesempatan untuk menjalani profesi yang diinginkan, dengan magang sesuai minat karier, kita jadi bisa memperpanjang masa belajar sekaligus mulai belajar mengimplementasikannya sedikit demi sedikit. Ini juga bakal bikin CV kamu lebih “menjual” pas apply kerja ke depannya.

sulit dapet kerja
Ayo semangat ya mbak magangnya (Kerja Magang / ubaya)

Misalnya, punya impian untuk berkarier sebagai seorang diplomat. Kamu bisa ambil kesempatan magang di Kementerian Luar Negeri. Atau ingin jadi public relation (PR)? Pilih kesempatan magang di perusahaan konsultan PR.

2. Lingkungan kerja mendukung untuk peningkatan skill

Walaupun baru magang, tapi kita bakalan masuk lima hari seminggu, dengan delapan jam kerja juga lho. Pastikan lingkungan kerjamu nanti bisa membangkitkan energi yang positif dan mendorong peningkatan skill kamu.

Hindari deh lingkungan kerja yang feodal dan senioritasnya kental banget. Pilihlah perusahaan yang karyawannya dengan senang hati mengajari banyak hal dan memberi kesempatan buat kita menunjukkan kemampuan yang selama ini sudah dipelajari di bangku kuliah.

Gak mau kan ambil kesempatan magang yang sesuai minat karier tapi ternyata setiap hari hanya ditugaskan foto kopi dokumen dan bikin teh buat tamu?

3. Beban kerjaan masih masuk akal

Emang sih yang namanya dunia kerja itu pasti harus kerja keras. Tapi ingat ya, kita mau magang, bukan mau menyiksa diri sendiri. So, pastikan beban pekerjaan yang diberikan nantinya juga masih masuk akal.

Kalau masih magang tapi setiap hari harus lembur sampai lewat tengah malam dan bikin jadi sakit-sakitan, berarti ada yang gak beres tuh. Tandanya jasamu udah disalahgunakan sama perusahaan.

sulit dapet kerja
Kerjaan kalau cuma dipelototin gak bakalan selesai lho! (Kerjaan Numpuk / femina)

Meski begitu, jangan jadi alasan buat cari kerjaan magang yang enak dan bisa malas-malasan juga ya. Tetap kerja keras, tapi yang masih dalam batas wajar.

4. Lokasi gak terlalu jauh dari rumah dan akses gak susah

Soal lokasi kantor tempat magang juga perlu jadi pertimbangan. Pastikan akses jalan dan transportasinya sudah kita kuasai dan gak terlalu jauh dari tempat tinggal kita.

Dengan demikian selain menghemat pengeluaran transportasi, kita juga jadi lebih bisa hemat energi dan mengatur waktu biar gak terlambat datang ke kantor. Ingat, magang itu gak dibayar selayaknya pekerja full-time. Paling mentok dapat uang makan atau transportasi aja.

Oleh karena itu, pilih lokasi magang yang gak bikin kantong kamu terkuras. Emang sih pengalaman kerja itu penting. Tapi kalau ongkos yang dikeluarkan lebih besar dibanding manfaatnya, coba pertimbangkan lagi.

5. Ada uang makan dan transportasi

Beberapa perusahaan memang ada yang gak memberi kompensasi buat karyawan magang, tapi sekarang sudah banyak kok yang memberi upah. Minimal pilih perusahaan yang menyediakan pengganti uang makan dan transportasi deh. Jadi gak terasa miris-miris amat ya, bekerja 8 jam sehari setiap hari.

Upah magang bisa jadi pemecut semangat sebagai hasil jerih payah pertama. Usahakan dipakai sehemat mungkin. Kalau emang bisa bawa bekal dari rumah buat makan siang, lebih baik daripada jajan setiap hari. Kan lumayan uang makan dari perusahaan jadi bisa ditabung.

6. Ada kesempatan buat diangkat jadi karyawan

Penting juga nih buat mempertimbangkan kesempatan diangkat jadi karyawan di perusahaan tempat kita magang. Bukan gak mungkin kok sebuah perusahaan mau merekrut karyawan tetap dari anak-anak magang.

sulit dapet kerja
Selamat ya sudah diangkat jadi karyawan tetap (Karyawan Tetap / okezone)

Ada perusahaan yang menjelaskan di awal rekrutmen bahwa kita berkesempatan untuk diangkat jadi karyawan tetap kalau memang performa selama magang dinilai baik oleh perusahaan.

Jadi, gunakan kesempatan magang untuk menunjukkan semua kualitas kerja terbaik kita. Keluarkan semua kemampuan terbaik kita yang dianggap layak buat diperhitungkan sebagai karyawan tetap.

Nah, gimana? Gak perlu galau dan kecewa berkepanjangan dong saat sudah lulus kuliah namun masih sulit mendapatkan pekerjaan?

Menjadi karyawan magang sejujurnya mungkin terdengar gak menarik dibandingkan kesempatan jadi karyawan tetap, terlebih bagi mereka yang sudah selesai mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Maunya ya pasti langsung berstatus karyawan tetap.

Tapi, jika ternyata di depan mata kesempatan jadi karyawan magang yang tersedia dan menawarkan keenam hal di atas, kenapa gak? Ya hitung-hitung latihan sebelum terjun jadi karyawan yang sesungguhnya.

Percayalah bahwa hasil gak akan mengkhianati proses. Jadi, jangan patah semangat dan teruslah berusaha melakukan yang terbaik!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Jawab 5 Pertanyaan Ini Sebelum Memutuskan Berhenti Kuliah]

[Baca: Jauhi 5 Hal Gak Penting Ini Biar Karier Makin Baik]

[Baca: Kejar Karier Baru Cinta Karena Waktu Gak Bisa Diulang]