Start Up Kasir Digital Jual Saham ke Publik

Perusahaan start up kasir digital, PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) berencana menawarkan saham perdananya ke publik. Anak perusahaan dari PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN), akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 November 2018 mendatang.

DIVA akan menawarkan sebanyak-banyaknya 214.285.700 lembar saham baru, atau setara dengan 30 persen dari modal disetor perseroan. Perusahaan menjual sahamnya ke publik dengan harga penawaran Rp 2.800 sampai Rp 3.750 per lembar.

Dengan penawaran harga dikisaran Rp 2.800 dan Rp 3.750 per lembar saham, perseroan berpotensi meraup dana Rp 599 – 803,57 miliar.

Start up ini menunjuk PT Kresna Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi saham.

“Kami percaya bahwa IPO hanya merupakan awal dari apa yang DIVA dapat lakukan untuk memberdayakan UKM Indonesia. Perusahaan ingin UKM dapat bersaing dalam ekonomi digital yang sekarang kita tuju. Hingga Mei 2018, Perseroan berhasil mencetak laba bersih Rp 3,3 miliar,” ujar Presiden Direktur DIVA, Raymond Loho, Selasa (30/10/2018).

Pihaknya berharap, dengan IPO DIVA, maka kinerja perusahaan akan semakin meningkat di masa mendatang.

Modal kerja dan investasi (shutterstock)

Perusahaan start up ini berencana untuk menggunakan 55 persen dari hasil IPO untuk modal kerja. Sementara 40 persen untuk belanja modal, dan 5 persen akan diarahkan ke investasi dalam Sumber Daya Manusia.

Sementara itu, melalui platform digital yakni DIVA Smart Outlet (SO) dan DIVA Intelligent Instant Messaging (IIM). DIVA juga memperkenalkan open infrastructure, atau platform plug and play yang diberdayakan dengan kemampuan distribusi multiproduk dan multi channel. Program ini untuk mendukung para retail atau distributor dalam mengelola bisnis mereka.

DIVA SO merupakan perangkat multi payment terpadu yang dapat memproses berbagai opsi pembayaran tunai dan non-tunai sebagai “point of sale” (POS), dan menawarkan berbagai varian produk digital.

Sementara, DIVA IIM adalah sistem platform terintegrasi, yang didukung oleh teknologi chatbot dan Artificial Intelligence (AI), yang memanfaatkan berbagai aplikasi Instant Messaging populer seperti WhatsApp, Telegram, dan LINE.

Dengan hampir 17.000 UKM yang saat ini terhubung dengan DIVA, perseroan menawarkan produk paket bundling, melalui kolaborasi dengan berbagai industri.

“Kami percaya bahwa kami akan membuka potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pertumbuhan eksponensial bagi ekonomi Indonesia melalui UKM,” ujar Direktur DIVA Dian Kurniadi.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah