Stadion Persija Bernilai Rp 5 T Kembali Tersandung Sengketa Lahan

Setelah sekian lama, akhirnya Persija bakal memiliki stadion sendiri yaitu Stadion BMW. Eits, tapi BMW di sini bukan merek mobil Eropa lho, melainkan singkatan dari Bersih, Manusiawi, dan Wibawa. Stadion tersebut akan dibangun di daerah bekas rawa-rawa yang ada di Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dikutip dari Tempo, stadion ini telah dijanjikan pada masa Gubernur Joko Widodo pada tahun 2014 silam. Saat itu Jokowi menjanjikan akan membangun stadion bertaraf internasional dalam kurun waktu 2 tahun. Dana yang digelontorkan untuk rencana itu pun gak sedikit, yaitu sekitar Rp 1,2 triliun untuk membangun stadion berkapasitas 50.000 penonton.  

Tanpa berlama-lama, Jokowi langsung melakukan pemadatan di area itu. Karena memang area itu bekas rawa yang artinya tekstur tanahnya sangat rapuh. Namun sayangnya, proyek pembangunan itu dibatalkan karena terkendala masalah sengketa lahan. Pupuslah harapan para Jakmania, sebutan untuk pendukung Persija Jakarta.

Tapi harapan kembali mencuat di tahun 2017. Saat kampanye, Anies Baswedan menjanjikan akan melanjutkan pembangunan Stadion BMW. Ketika hendak merealisasikannya, polemik sengketa itu kembali datang lagi. Bagaimana perjalanan calon stadion Persija?

Baca juga: Ini Fakta Kekayaan Bos Leicester City yang Merupakan Orang Terkaya di Thailand

Masuk dalam janji politik Anies Baswedan

stadion bmw
Lahan yang akan dibangun stadion. (Instagram/@bmw_stadium)

Mantan Mendikbud, Anies Baswedan memutuskan untuk melaju ke Pilkada DKI Jakarta bersama Sandiaga Uno pada tahun 2017 silam. Pendekatan secara humanis pun ia lakukan ke warga dan berbagai komunitas di DKI Jakarta, salah satunya adalah ke klub sepakbola Persija Jakarta dan pendukungnya Jakmania. Dalam dialog bersama pendukun Macan Kemayoran itu, Anies pun berjanji untuk kembali membangun Stadion BMW, bahkan dengan kualitas yang sangat mewah, setara stadion Manchester United Old Trafford.

Baca juga: Disebut-Sebut Super Megah, Nih 5 Stadion Paling Mahal Buat Piala Dunia 2018

Menggelontorkan dana APBD Rp 5 triliunan

stadion bmw
Alat berat bekerja di lahan. (Instagram/@bmw_stadium)

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pun terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Mereka pun berkomitmen untuk kembali melanjutkan pembangunan stadion BMW, namun namanya berganti menjadi Jakarta International Stadium.

Rancangan stadion itu telah dipublikasikan pada Maret 2019 lalu. Dari rancangan itu bisa terlihat arsitekturnya yang mewah dengan beragam sarana penunjang di pinggir-pinggirnya.

Gak cuma lapangan bola saja, tapi nantinya Jakarta International Stadium juga bakal punya lapangan atletik layaknya stadion-stadion modern masa kini. Keunggulan lainnya, stadion ini digadang-gadang mampu menampung sekitar 82 ribu penonton. Jumlah tersebut hampir sama dengan kapasitas stadion Real Madrid, Santiago Bernabeu.

Pembangunanya diperkirakan akan memakan dana Rp 5 triliun dan ditargetkan rampung pada tahun 2021 mendatang.

Baca juga: Intip Venue Final Liga Champions Bernilai Rp 3,3 T yang Super Canggih

Terbentur sengketa lahan yang gak kelar-kelar

stadion bmw
Terbentur sengketa lahan. (Instagram/@bmw_stadium)

Lahan Stadion BMW ini sejatinya tengah mengalami sengketa hak pakai. Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara telah telah menerbitkan dua sertifikat hak pakai untuk area ini. Hak tersebut pertama untuk Pemprov DKI Jakarta, dan yang kedua untuk PT Buana Permata Hijau.

Kasus ini telah terjadi sejak era Gubernur Jokowi. Kala itu, Jokowi pun memutuskan untuk tidak melanjutkan pembangunan sampai sengketa selesai.

Sengketa kini belum usai, namun Anies Baswedan tetap bertahan untuk membangun stadion di lahan tersebut. Merasa sama-sama memiliki hak atas tanah tersebut, PT Buana Permata Hijau mengajukan gugatan ke PTUN DKI Jakarta. Hasilnya pada tanggal 14 Mei 2019, PTUN resmi memenangkan gugatan PT Buana Permata Hijau.

Apakah pembangunannya batal?

Pemprov tetap akan melanjutkan pembangunan Stadion BMW

stadion bmw
Pembangunan dilanjutkan. (Instagram/@bmw_stadium)

Dikutip dari CNN, putusan PTUN itu tidak menyurutkan komitmen Anies Baswedan untuk membangun Jakarta International Stadium. Menurut Anies, secara materil tanah tersebut sepenuhnya milik Pemprov DKI, dan permasalahannya hanya terletak pada masalah administrasi.

Sebagai pihak tergugat, Pemprov tidak akan tinggal diam saja terkait sengketa lahan Stadion BMW ini, mereka akan melakukan langkah banding. Surat banding pun juga telah mereka kirimkan ke PTUN. Kita tunggu saja ya. (Editor: Ruben Setiawan)