Sri Mulyani: 181 Juta Penduduk Indonesia Generasi Millenial

 

Table Of Content [ Close ]

Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan Indonesia mengemukakan jika saat ini perkembangan generasi produktif tinggi. Pemerintah perlu untuk berkembang dan maju. Salah satunya melalui perusahaan rintisan atau startup.

“Pemerintah sekarang perlu open minded. Kemenkeu sendiri 60 persen itu generasi millenial. Birokrat dan birokrasi itu harus diubah kulturnya agar lebih maju,” kata Sri Mulyani, Rabu (31/10/2018).

Sri Mulyani, mengatakan ada pelaku startup atau perusahaan rintisan yang bercerita kepada dirinya terkait soal perpajakan. Sebab saat ini dunia startup di Indonesia masih sedang dalam masa pertumbuhan.

“Kami masih connect dengan mereka-mereka ini (startup). Mereka bercerita, Bu jangan dipajakin dahulu. Kasih kami space,” cerita Sri Mulyani.

181 Juta Usia Produktif

TEMPO/ Wahyu Setiawan
Sri Mulyani (TEMPO/ Wahyu Setiawan)

Berdasarkan data pemerintah, saat ini Indonesia memiliki populasi penduduk sebanyak 261 juta orang, dengan 181 juta penduduk adalah usia produktif.

Akan tetapi, jumlah penduduk yang besar bisa menjadi tantangan dan peluang. Sebab produktivitas negara perlu ditingkatkan dengan besarnya populasi penduduk.

Sebaliknya jika produktivitas negara tak didorong dengan baik, maka angka pengangguran akan semakin meningkat.

“Kelompok yang tadinya millenial ini nantinya akan jadi senior citizen juga, dan pada saat itu mereka membutuhkan fasilitas kesehatan, dan lain-lain. Jadi sebelum mereka menjadi tua bagaimana Indonesia mampu menciptakan jaminan sosial yang sustainable. Ini tantangan-tantangan yang harus kita jawab bersama,” tegasnya.

Berdasarkan proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia akan menempati urutan ke-4 dunia dengan pendapatan tertinggi pada tahun 2045.

“Populasi di Indonesia terdiri dari usia yang relatif muda. Kalau kita membuat proyeksi berdasarkan tingkat pertumbuhan penduduk, kita tahu Indonesia akan terus menjadi negara dengan komposisi generasi muda dominan. Ini yang disebut bonus demografi,” kata Sri Mulyani.

Dengan itu, saat ini pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memprioritaskan pembangunan manusia atau pendidikan dan kesehatan.

Hal itu dipaparkan Sri Mulyani ketika menjadi pembiacara utama pada Dialog Lintas Generasi Peringatan Hari Oeang ke-72. Dialog tersebut mengangkat tema Melanjutkan Estafet Pembangunan Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045.

Hadir dalam dialog itu mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti. Kemudian ada CEO Tokopedia William Tanuwijaya dan Co Founder Ruang Guru Iman Usman.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah