Simak Nih 7 Solusi Buat Konflik Keuangan Keluarga

Artikel Ini dipersembahkan oleh Mitra Perencana Keuangan

Kami Finansialku.com

logo finansialku

Suami istri mana sih yang kehidupan rumah tangganya sempurna tanpa konflik? Jawabannya pasti gak ada. Yang namanya ribut atau adu argumentasi antara suami dan istri itu pasti terjadi. Bukan aib kok, melainkan bumbu dalam hidup berkeluarga.

Bukan rahasia lagi kalau keributan yang sering terjadi dalam keluarga didominasi oleh masalah keuangan. Seperti quote dari David Woods yang mengatakan bahwa uang adalah penyebab terjadinya friksi, perbedaan atau keributan dalam pernikahan.

Eits, jangan salah. Gak cuma orang Indonesia saja yang suka ribut soal duit, keluarga di Amerika juga kok.

Biar konflik keuangan keluarga gak sering terjadi, simak nih 7 solusinya.

1. Pemahaman yang Sama: Saling Mendengar dan Memahami

Tahu gak sih kalau keributan dalam keluarga yang sebenarnya ujung-ujungnya duit sering terjadi karena kesalahpahaman. Sebenarnya solusi paling sederhana adalah mau mendengar dan mau saling memahami.

[Baca: Istri Kerja Buat Bantu Keuangan Keluarga Eh Kok Masih Kurang Aja]

Dengarkan dan pahami dong harapan, keberatan, pertimbangan dari pasangan kita. Jangan pernah merasa sok hebat, karena kita lulusan bidang keuangan atau bekerja di sektor keuangan.

konflik keuangan keluarga
Nah kan enak suami istri akur begini ciyeeee (Pasangan / pedulisehat)

2. Sama-Sama Meningkatkan Pengetahuan Finansial

Masalah keuangan yang berujung pada duit terjadi saat sepasang kekasih sama-sama gak memiliki pengetahuan finansial. Dalam bahasa kerennya literasi keuangannya masih buruk. Oleh sebab itu terkadang ada rasa gak percaya diri atau saling menyalahkan atas ketidaktahuan terebut.

3. Punya Gambaran yang Sama dengan Kondisi Keuangan

Melihat kondisi keuangan keluarga dengan sudut pandang yang berbeda juga menjadi pemicu keributan suami dan istri.

Contoh Suami dapat gaji bulanan, langsung diserahkan ke istri. Suami beranggapan harusnya uang segitu cukup dong untuk biaya bulanan. Tiba-tiba sang istri bilang ke suami, kalau uangnya sudah habis dan malah kurang. Akibatnya suami marah dan cenderung berkata kasar.

Nah, agar hal-hal buruk tersebut gak terjadi, kita dan pasangan harus melihat gambar yang sama tentang kondisi keuangan keluarga. Solusinya bisa dengan menggunakan anggaran dan catatan keuangan keluarga.

4. Satu Visi dalam Menentukan Tujuan Keuangan Keluarga

Visi dan misi gak hanya digunakan dalam dunia bisnis, dalam keluarga juga. Harus ada tuh gambaran atau pandangan mau di bawa kemana. Dengan kata lain harus ada tujuan keuangan keluarga.

Semisal istri ingin punya rumah tapi suami ingin traveling. Bisa juga istri berharap anak mereka mengenyam pendidikan di luar negeri sementara suami mau di dalam negeri saja dan lainnya.

konflik keuangan keluarga
Sayang kaan dong kita punya rumah sendiri? (Pasangan / artiartimimpi)

Sebaiknya buatlah prioritas tujuan keuangan bersama, antara kita dan pasangan. Jadi kita dan pasangan akan tahu, mana yang harus diwujudkan terlebih dahulu. Kemudian lakukan perencanaan keuangan dan berinvestasi dengan cara yang efektif.

[Baca: Simak Tips Buka Bisnis Bareng Keluarga dan Kerabat]

5. Kompak dan Bahu Membahu dalam Menjalankan Keuangan Keluarga

Coba deh kamu lihat kreasi seorang vlogger anak-anak bernama Evan (channel Youtube: Evantube). Keluarga ini kompak sekali dalam menjalankan bisnis online.

Mulai dari papa yang merekam, mama yang mengarahkan gaya dan anak-anak menjadi artisnya. Penghasilan yang didapat juga termasuk fantastis loh.

6. Menghindari Kecerobohan atau Kesalahan Gak Penting

Sebisa mungkin hindari kecerobohan atau kesalahan-kesalahan gak penting. Pernah dengar kan kejadian di mana istri protes ke suami karena terlambat bayar tagihan telepon, listrik, air.

Bukan karena gak ada uangnya, tapi gara-gara si suami menunda-nunda pembayaran. Sampai kelewat tanggal dan terkena denda. Urusan uang tuh jangan sampai ditunda deh. Kalau bisa lakukan sekarang, lakukan sekarang juga. Kalau belum bisa lakukan sekarang, lakukan segera. Ingat jangan tunda.

7. Saling Mengingatkan dan Menguatkan

Pasangan suami istri perlu saling bantu dalam mengelola keuangan. Umumnya dalam sebuah keluarga ada masa-masa kesulitan keuangan. Cara melewati kondisi kesulitan keuangan adalah dengan kompak. Ketika keluarga kita kompak, gak menutup kemungkinan kita bisa mencapai fase kebebasan keuangan.

konflik keuangan keluarga
Kalau lagi ada masalah, harus saling mendukung ya (Berpegangan tangan / reps)

Satu hal yang perlu kamu ingat, bahwa pasangan suami istri wajib bekerja sama sebagai sebuah tim. Harus mau bahu membahu dan bekerja sama untuk mengurus keuangan keluarga. Jangan ada lagi namanya suami cuma cari uang, istri yang urus uang.

[Baca: Zaman Sekarang Saatnya Menambah Penghasilan Keluarga]

Tantangan yang dihadapi sekarang makin banyak, ada investasi, ada asuransi, ada keperluan yang membutuhkan biaya besar. Semuanya tentu bakal lebih baik jika dipikirkan dan dihadapi bersama.