Siasat Puas Belanja di Musim Obral Diskon Akhir Tahun Tanpa Rusak Isi Kocek

Ada satu hal yang tak bisa dilewatkan saat liburan akhir tahun tiba. Belanja. Yup, sudah menjadi ritual tahunan kalau liburan akhir tahun itu identik dengan taburan diskon. Itulah fakta di Indonesia di mana musim obralan itu berlangsung jelang lebaran dan akhir tahun.

 

Silakan dicek mana ada pusat perbelanjaan yang absen kasih diskon belanja akhir tahun. Kalau pun ada, itu tega dan kebangetan!

 

Yang bikin hati kebat-kebit, diskon akhir tahun pasti gede-gedean. Apalagi pas midnight sale. Aneka produk fashion mulai dari baju, tas, sandal, sepatu, hingga perlengkapan rumah tangga dipasangi  iklan diskon yang menggiurkan. Rata-rata di atas 50% atau sampai ada yang berani kasih potongan 90%.

 

[Baca: 7 Alasan Mommies Berburu Barang Diskon]

 

 

Musim obral inilah yang jadi alasan orang berbelanja dalam ‘kadar’ yang tak biasa. Ada rasa puas banget bisa dapatkan barang dengan harga supermiring. Toh, belanja barang-barang yang lagi didiskon itu manusiawi kok.

 

Cuma jangan sampai gelap mata. Tetap kedepankan logika saat beraksi berbelanja di musim obral kali ini. Pendek kata, bijaklah dalam menyikapi diskon. Berikut ini indikator seseorang bijak dalam berbelanja barang diskonan akhir tahun.

 

Benar diskon atau semu

diskon akhir tahun

Diskon yang bertaburan emang menggoda iman, tapi lebih jeli deh memilah mana yang cuma diskon semu

 

 

Siapa yang tak tergoda melihat merek fashion tertentu dipasangi pengumuman diskon 80%. Tapi jangan buru-buru masukkan dalam keranjang. Pastikan dulu kebenaran diskon itu. caranya dengan tahu lebih dulu harga normalnya.

 

Di Indonesia, obralan kadangkala semu. Banderolnya kerap dikatrol naik terlebih dulu sebelum didiskon. Nah, ini jadi tantangan sehingga penting riset kecil-kecilan dulu apakah barang itu benar-benar didiskon atau sekadar gimmick penjualan saja.

 

Barang yang diincar memang dibutuhkan

Kadang susah membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan. Justru di momen belanja akhir tahun inilah kemampuan membedakan dua hal itu diuji. Jangan sampai kejadian lupa diri melihat barang didiskon lalu membelinya. Padahal di kemudian hari barang itu tak terpakai.

 

[Baca: Please, Tahan Dulu Beli Sepatu Meski Hobi Koleksi Alas Kaki]

 

 

Kualitas barang

Sudah jadi rahasia umum kalau barang didiskon itu adalah ‘sisa’ atau ‘cuci gudang’. Penting untuk memerhatikan kualitas barangnya sehingga jangan asal murah saja langsung kepincut beli.

 

diskon akhir tahun

Mentang-mentang diskon jangan lupa kalau kualitas itu tetap penting

 

Cek dengan seksama apakah ada cacat. Mungkin kalau cacat minor masih bisa dimaklumi, beda kalau cacatnya terbilang parah. Maka itu, pastikan dulu nilai uang yang dikeluarkan sesuai dengan nilai barangnya.

 

Gunakan uang tunai

Disarankan bertransaksi dengan uang tunai. Maksudnya bukan berarti bawa duit banyak ke mall. Cukup persenjatai diri saja dengan kartu debit. Cara ini akan membuat lebih berhati-hati menggunakan uang karena saldo langsung terpotong.

 

[Baca: Perbedaan Komplet antara Kartu Debit dan Secure Credit Card]

 

 

Beberapa poin itu adalah cara bijak berbelanja di musim obralan. Langkah berikutnya adalah mempersiapkan dananya. Ya jelas dong, belanja itu mensyaratkan modal. Pertanyaan paling dasar adalah seberapa kuat kemampuan menghabiskan duit untuk belanja?

 

Jangan asbun jawabnya. Biar tahu jawabannya valid, lakukan financial check up. Dari situ akan ketahuan kondisi isi kantong apakah memungkinkan ikut dalam hingar-bingar belanja akhir tahun.

 

Bikin rencana keuangan khusus belanja akhir tahun

Biar hati plong saat belanja tanpa was-was dengan kondisi keuangan, sebaiknya modal belanja akhir tahun direncanakan jauh-jauh hari. Toh, musim diskonan itu sifatnya pasti di akhir tahun. Dengan begitu, tak ada salahnya menyusun rencana keuangan jauh-jauh hari.

 

Rencana keuangan harus punya tujuan spesifik, target dana yang jelas, dan target waktu penggunaan dana. Misalnya tujuannya ‘belanja akhir tahun’. Target dana yang terkumpul Rp 10 juta dan target penggunaannya selama musim belanja akhir tahun.

 

diskon akhir tahun

Kalau memang hobi belanja, masukkan deh agenda belanja akhir tahun ke dalam rencana keuangan kamu

 

Sebagai contoh, tahun depan bertekad belanja barang diskonan dengan total nilai Rp 10 juta. Tentu saja target penggunaan dana termasuk jangka pendek (akhir tahun) sehingga tak perlu instrumen investasi.   Cukup dengan menyisihkan dana tiap bulannya Rp 850 ribu ke tabungan dengan asumsi digunakan belanja di musim liburan akhir tahun 2016.

 

Cara ini tidak akan membuat arus kas keuangan keluarga terganggu saat eksekusi pembelian barang-barang diskonan. Tak perlu khawatir lagi utang konsumtif gagal terbayar, biaya pendidikan anak terbengkalai, atau cicilan mobil tertunda pembayarannya. Dengan perencanaan, hasrat belanja akhir tahun bisa terpenuhi tanpa merusak kocek.

 

 

 

Image Credit:

  • http://www.solopos.com/dokumen/2014/01/240114_DPE_BISNIS_16DISKON-IMLEK-_2_.jpg
  • http://www.akarpadinews.com/uploads/788.jpg
  • http://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/sebelum-berusia-30-tahun-lakukan-perencanaan-keuangan-yang-matang-_141209141017-538.jpg