Siapkan 5 Hal Ini Kalau Mau Sukses Berkarier di Luar Negeri

Berkarier di negeri sendiri itu soal gampang. Apalagi jika prestasi di kampus atau sekolah terbilang mentereng.

Bagaimana kalau mencoba meniti karier di kancah internasional? Bisa memupuk kurs asing yang nilainya lebih gede ketimbang rupiah, lho!

Berkarier di negeri orang sebetulnya hampir sama dengan di Tanah Air. Kecakapan dalam bidang yang ditekuni mutlak dimiliki agar dilirik perusahaan. Namun ada sedikit yang berbeda dalam hal atmosfer kerja.

Ada tantangan tersendiri ketika ingin sukses berkarier di kancah internasional. Sebab, kondisi masyarakat di tiap negara berbeda.

Otomatis kita mesti menyesuaikan diri agar diterima sekaligus bersaing dalam masyarakat tersebut. Jadi, gak peduli duit segunung dan IPK 4,00 di ijazah, kalau gagal beradaptasi dan bersaing, ya bye bye.

Berikut ini tips berkarier di kancah internasional, karena uang dan ijazah saja gak cukup untuk meraih kesuksesan:

1. “Cas cis cus” Inggris

berkarier di luar negeri
Kalo Bahasa Inggris masih blepotan ya kursus dulu sampai TOEFL nya 600 (speak english / youtube)

Mau di mana pun negara yang dituju, setidaknya bahasa Inggris dikuasai. Bahasa ini sudah jadi bahasa resmi internasional.

Jadi, lebih aman kalau bisa “cas cis cus” Inggris. Paling gak, bisa komunikasi dengan rekan kerja dan bos biar kerjaan lancar.

Hari gini, belajar bahasa Inggris gak cuma bisa dilakukan di sekolah formal atau kursus. Coba juga yang simpel dan murah. Misalnya banyak nonton film dengan subtitle Inggris atau mendengarkan lagu berlirik Inggris biar tahu pelafalannya.

2. Do it yourself

Mental do it yourself (DIY) atau mandiri ala komunitas punk mesti diterapkan di negeri orang. Jangan sampai banyak bergantung pada orang lain.

Misalnya, masih sering bermanja-manja dengan orang tua minta dibelikan macam-macam. Mending nabung atau kerja sambilan, biar bisa merasakan susahnya mengumpulkan rupiah.

Kemandirian ini akan membentuk etos kerja yang kuat. Namun mandiri bukan berarti gak mau terima saran dan kritik orang lain. Justru masukan dari luar dijadikan bahan untuk introspeksi ke arah lebih baik.

3. Maju tak gentar

Mental harus digembleng biar gak gampang menyerah di negeri orang. Terutama di negeri yang terkenal punya kedisiplinan tingkat tinggi seperti Singapura atau Jepang.

berkarier di luar negeri
Gak boleh patah semagat ya! Maju tak gentar! (mad dog / knowyourmeme)

Sebagai pekerja migran, apalagi dari Indonesia, bukan mustahil kita dipandang remeh. Namun justru itulah yang mesti dijadikan pelecut semangat.

Buktikan bahwa orang Indonesia juga bisa tekun bekerja dan sukses. Meski banyak hadangan di depan, teruslah maju tak gentar, pantang menyerah.

4. Membaur

Ini ada hubungannya dengan penguasaan bahasa di atas. Salah satu kunci agar bisa membaur dengan masyarakat beda negara tentunya menguasai bahasa negara tersebut.

Setidaknya bahasa Inggris dikuasai. Jika bahasa sehari-hari yang dipakai di sana non-Inggris, bisa belajar bahasa tersebut sambil jalan.

Selain itu, mesti proaktif dan percaya diri. Kalau gak menonjolkan diri, misalnya aktif dalam diskusi, bagaimana orang bisa tahu kemampuan kita.

5. Melek teknologi

Jangan sampai berkarier di dunia internasional tapi masih gagap teknologi alias gaptek. Saat ini dunia digital begitu mendominasi.

berkarier di luar negeri
Kalo gaptek ya susah, harus update dong (penggila teknologi / redorbit)

Tapi di sini kita gak hanya bicara soal media sosial, ya. Melek teknologi di sini mencakup pengetahuan tentang program komputer, setidaknya Microsoft.

Kita juga mesti tahu bagaimana memanfaatkan Mbah Google untuk memudahkan hidup. Banyak informasi tersedia di situ, dari hoax sampai bocoran dokumen negara.

Jangan lupa juga besarnya manfaat aplikasi Maps saat di negeri orang. Gak mau dong telat datang meeting lantaran kesasar dan gak ngerti cara baca Maps.

Info-info itu bisa kita akses untuk menyokong karier. Sebagai generasi modern, buktikan bahwa kita lebih melek teknologi daripada generasi sebelumnya.

Lima poin di atas diperlukan untuk bisa berkarier di kancah internasional dan meraup kesuksesan. Namun jangan lupa, fondasi dasarnya tetaplah prestasi di kampus atau sekolah, dan juga dana.

Soal dana keberangkatan, mungkin ditanggung perusahaan. Namun dana hidup sebulan pertama sebelum gajian tetap mesti disiapkan sendiri.

Makanya, ketika berburu karier di luar negeri, jangan lupa persiapkan rencana keuangan yang mumpuni. Nabung, harus.

Baik dana maupun skill pribadi, mesti sungguh disiapkan. Gak mau dong sudah capek-capek ke negeri orang untuk kemudian ditendang karena dianggap gak sanggup bersaing.

 

 

Yang terkait artikel ini

[Baca: 6 Hal Sepele Tapi Justru Bisa Bikin Karier Hancur]

[Baca: Karir Itu Pencapaian Diri, Bukan Tentang Siapa yang Paling Tinggi]

[Baca: Nabung Masih Sebatas Niat? Simak Nih Trik Menabung Uang untuk Si Boros]