Siapa Cepat Dia Dapat! MRT Siapkan 5 Stasiun Buat UKM Jualan

PT MRT Jakarta menyiapkan lima stasiun strategis untuk ditempati oleh 16 gerai UMKM. Kelima stasiun tersebut adalah Stasiun Lebak Bulus dengan enam gerai UMKM.

Table Of Content [ Close ]

Lalu ada stasiun Fatmawati dengan enam gerai UMKM, stasiun Haji Nawi dengan satu gerai UMKM, stasiun Blok A dengan satu gerai UMKM. Terakhir ada stasiun Dukuh Atas dengan dua gerai UMKM.

Bagi pengusaha skala UMKM tentu menjadi peluang yang sangat bagus dong ya. Sebab kedepan MRT bakalan jadi transportasi andalan nih buat ngatasin kemacetan di Jakarta yang pasti penumpangnya banyak.

Nah dengan ini bisa menjadi peluang dan target pangsa pasar baru bagi pelaku usaha UMKM.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis PT MRT Jakarta, Ghamal Peris. Dirinya mengatakan disediakannya tempat untuk UMKM berjualan bukan tanpa alasan, sebab MRT Jakarta ingin mendukung dan mengembangkan UMKM.

Adapun ke 16 gerai UMKM yang disediakan, terbagi atas kategori, yakni delapan gerai untuk kuliner, lima gerai untuk fashion, dan tiga gerai untuk kerajinan tangan.

“Dimensi gerai yang disediakan adalah 8 m2 (4×2 meter) dengan dikenakan biaya sewa sebesar Rp 1.360.000 per bulan serta bebas biaya pelayanan (service charge). Mereka juga tidak dikenakan biaya deposito dan bagi hasil. Biaya sewa gerai per bulan tersebut adalah 50 persen lebih murah dari biaya sewa retail regular (non-UMKM),” ucap Ghamal.

Syarat bagi UMKM

Namun demikian, MRT Jakarta telah menetapkan beberapa persyaratan bagi pelaku usaha UMKM yang berminat membuka gerai di stasiun MRT.

“Secara umum, kriteria umum yang ditetapkan adalah UMKM yang belum memiliki waralaba. Hanya dari sektor kuliner, fesyen, dan kriya milik Warga Negara Indonesia. Gak punya toko di pusat perbelanjaan kategori A, tidak menggunakan peralatan membahayakan area stasiun seperti kompor,” ungkap Ghamal.

Selain itu, dapat menyediakan laporan keuangan toko atau jenama (brand) selama satu tahun terakhir (termasuk penjualan di media sosial), dan siap membuka gerai sejak pukul 05.00 pagi hingga 22.00 malam.

Sementara itu, Deputi Joshua menyampaikan apresiasinya atas pelibatan BEKRAF dalam pengembangan UMKM di stasiun MRT jakarta.

“BEKRAF menyambut positif tawaran diadakannya retail UMKM di dalam stasiun MRT Jakarta. Sebagai bagian dari sejarah perubahan bagi warga Jakarta, stasiun MRT Jakarta hadir mendukung UMKM,” ujar Joshua.

Menurutnya, UMKM yang membuka gerai di Stasiun MRT Jakarta dalam satu tahun akan diamati pertumbuhan bisnisnya dengan adanya traffic yang ada di stasiun. Karena pihak perusahaan akan memberikan akses terhadap pasar, penambahan publikasi produk dan jasa yang lebih luas.

“Setiap UMKM akan mendapat kesempatan untuk dibina,” lanjutnya.

Adapun penentuan UMKM dilakukan melalui proses kurasi oleh tim ahli dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) RI.

Tahapan pengumuman dan pendaftaran telah dimulai sejak 24 Januari 2019 dan diharapkan pada 18 Februari 2019 seluruh UMKM yang akan menempati stasiun yang ada di Jakarta telah ditetapkan dan ketika MRT Jakarta beroperasi pada Maret 2019, gerai ini pun telah beroperasi.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah