Share 10 Hal Penting Seputar Kanker Ini, Lebih Berguna daripada Berita Gosip!

Kanker adalah salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Di seluruh dunia, kanker adalah penyakit pembunuh nomor 2 setelah kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah). Bahkan bagi wanita, kanker payudara adalah penyakit mematikan nomor 1 di dunia!

 

Nah, dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia yang jatuh di tanggal 4 Februari, yuk, kita turut sebarkan informasi berguna seputar penyakit ganas ini. Penting loh, karena bisa ikut andil dalam:

  • Membantu mereka yang berjuang melawan kanker.
  • Meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ini.
  • Menghormati para penderita kanker sedunia.

 

Enggak semua orang tahu informasi ini. Daripada share berita-berita gosip atau fitnah di medsos, mendingan kita sebarluaskan 10 hal berguna berikut ini:

 

1. YKI Beri Obat Kanker Non-BPJS

Yayasan Kanker Indonesia (YKI) punya sejumlah program yang membantu penderita kanker di Indonesia. BPJS belum mampu meng-cover segala jenis obat kanker. Untungnya, penderita kanker yang obatnya enggak ditanggung BPJS bisa dapat bantuan dari YKI.

 

Salah satunya lewat program beli 1 dapat 2. Jadi, biaya obat kanker yang harus rutin diminum lebih ringan. Syarat buat dapat bantuan ini gampang:

  • Diagnosis kanker dan resep asli dari dokter onkologi
  • Surat keterangan tidak mampu
  • Mengisi formulir dari YKI

 

Oiya, selain memberi  bantuan dana, YKI juga membantu secara moril. Jadi, penderita kanker jangan ragu datang minta bantuan ke YKI (www.yayasankankerindonesia.org).

 

2. Kuku Jempol Kaki Deteksi Kanker Paru

Peneliti dari Amerika Serikat menemukan bahwa kuku jempol kaki dapat dipakai buat mengetahui apakah seseorang mengidap kanker paru-paru. Hasil riset yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology itu menyebutkan kuku perokok aktif maupun pasif mengandung nikotin yang dapat diukur.

 

Hasil pengukuran itulah yang dilihat buat nentuin risiko kanker paru. Enggak main-main, peneliti bikin riset ini selama 12 tahun. Caranya, 850 pria diminta menyimpan potongan kuku jempolnya untuk diukur.

 

Hasilnya, pemilik kuku jempol yang mengandung banyak nikotin lebih berisiko menderita kanker paru. Yang gawat, dalam riset itu, 10 persen pria yang kuku jempolnya punya banyak nikotin ternyata enggak pernah merokok alias perokok pasif!

 

3. Program Bantuan Swasta

yayasan kanker
Kanker itu menyakitkan, baik secara emosional, fisik, maupun materiil. Beruntung banyak orang yang peduli akan penyakit ganas ini.

 

 

Penderita kanker juga bisa memperoleh bantuan dari perusahaan atau yayasan swasta selain dari pemerintah. Contohya dari Tahir Foundation for Children yang pernah memberi bantuan obat kanker gratis kepada pengidap kanker berusia di bawah 12 tahun.

 

Sejumlah pihak swasta lain juga punya program seperti ini, misalnya Novartis Indonesia, Yayasan Dharmais, dan PT Roche. Novartis Indonesia khusus membantu penderita kanker darah alias leukimia kronis serta kanker saluran pencernaan.

 

4. Mitos Kanker

Dokter Agus Purwadianto dari Kementerian Kesehatan menyatakan ada 4 mitos kanker:

  • Kita tidak perlu tahu tentang kanker
  • Tidak ada tanda atau gejala kanker
  • Tidak ada yang bisa diperbuat terhadap kanker
  • Tidak ada hak khusus dalam pelayanan kanker

Menurut dokter yang juga bergelar profesor itu, 4 mitos tersebut menyesatkan. Faktanya, kanker dapat diketahui sedari dini dan memiliki gejala/tanda. Dan, jika kita tahu lebih awal bahwa kita menderita kanker, pengobatan berpotensi besar berujung kesembuhan!

 

Orang yang kena kanker bukanlah orang terkutuk dan pantas dijahui. Penderita kanker mutlak mendapatkan hak pelayanan dan hak untuk sembuh.

 

5. Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara Gratis

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS menjamin deteksi dini kanker leher rahim (serviks) dan payudara. Buat para Kartini Indonesia, ayo, daftar ke BPJS dan gunakan fasilitas ini.

 

BPJS Kesehatan menjamin pemeriksaan IVA, papsmear, dan cyrotherapy. Pemeriksaan ini dilakukan satu kali dalam kurun lima tahun.

 

Lebih baik kita berjaga-jaga dengan melakukan pemeriksaan ini. Soalnya, biaya pengobatan kanker, khususnya serviks dan payudara, bisa bikin rekening tabungan kita terkuras. Apalagi jika kita enggak punya asuransi kesehatan.

 

6. Ada 10 Zat Kanker di Rokok Elektrik

rokok elektrik
Rokok elektrik lagi booming, menjadi alternatif rokok biasa. Tapi, ada kontradiksinya juga.

 

Kamu suka ngerokok? Hati-hati, nikotin di dalam rokok kretek/filter adalah karsinogen alias zat pemicu kanker. Tapi ternyata rokok elektrik yang lebih modern dan dianggap lebih aman enggak lebih baik dibanding rokok jadul.

 

Direktur Departemen Kesehatan Masyarakat California, Amerika Serikat, Ron Chapman, bersama koleganya menemukan bahwa rokok elektrik mengandung 10 jenis karsinogen!

 

Para pengguna rokok elektrik menganggap bahwa uap mereka tidak menggangu, tidak seperti asap rokok biasanya. Namun, uap rokok elektrik justru disebut mengandung formadelhida.

 

Formadelhida adalah zat pemicu kanker mematikan. Riset itu mengungkap bahwa hanya dalam 10 kali hisapan rokok elektrik, si penghisap memiliki risiko terhadap formadelhida 2,5 kali lebih banyak – daripada orang yang menghabiskan satu pak rokok filter/kretek. Mengerikan ya?

 

7. Kanker Payudara juga Serang Pria

Anggapan umum yang selama ini beredar bahwa kanker payudara hanya menyerang kaum wanita adalah salah besar. Pada 2013, America Cancer Society mengatakan sekitar 2.240 pria dari seluruh dunia didiagnosis menderita kanker payudara dan 410 di antaranya meninggal karena penyakit itu.

 

Tingkat penderita kanker payudara dari kaum Adam di Indonesia memang kecil, tapi bukan berarti penyakit itu bisa dipandang sebelah mata. Gejala kanker payudara pada pria antara lain:

  • Ada benjolan di sekitar payudara
  • Kulit di sekitar payudara mengerut, memerah, bersisik, atau terdapat lesung
  • Putting susu memerah, bersisik, atau masuk ke dalam
  • Putting susu mengeluarkan cairan

 

Sebagian besar kasus kanker payudara pada pria terjadi dalam rentang usia 60-70 tahun. Tapi tidak tertutup kemungkinan bahwa kanker itu menyerang pria berusia lebih muda.

 

8. Teh Hijau Lokal Sembuhkan Kanker

Prof Dr Djoko Purwanto Apt MS, pengajar di Universita Airlangga, Surabaya, melakukan penelitan terhadap manfaat teh hijau lokal untuk mengobati kanker. Obyek uji cobanya bukan main: istrinya sendiri!

 

Istrinya yang sebelumnya menderita kanker paru kronis berhasil sembuh setelah meminum teh hijau ramuan sang suami dengan dosis yang tepat. Teh mengandung komponen aktif bernama Epigallocatechin gallate yang bisa menyembuhkan kanker. Di antara banyak jenis teh, teh hijau lah yang paling banyak mengandung komponen itu.

 

Profesor Djoko berupaya berbagi keberhasilan dengan penderita kanker lain. Dia dan rekan-rekannya di Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga berencana memproduksi ekstrak teh hijau lokal dengan memperbanyak kandungan Epigallocatechin gallate.

 

9. Jenis Kanker Paling Banyak di Indonesia

Di dunia ini ada 15 jenis kanker yang paling umum menyerang manusia. Di Indonesia, kanker yang paling banyak ditemui adalah kanker payudara dan kanker serviks. Kedua jenis kanker ini umumnya menyerang wanita.

 

Sedangkan kaum pria Indonesia seringnya terkena kanker paru dan kanker usus. Tapi jumlah penderitanya lebih sedikit daripada wanita penderita kanker. Sementara itu, anak-anak Nusantara rentan terkena leukimia.

 

10. Donasi Bisa Lewat Mana Saja

Yayasan Kanker Indonesia mengaku tak bisa hidup tanpa donasi. Setiap hari, yayasan yang menolong banyak pengidap kanker itu berharap donasi dari siapa pun yang peduli.

 

Situasi yang sama dihadapi oleh yayasan serupa, juga individu-individu yang terkena kanker dan hidup susah. Kini, cara pengiriman donasi lebih beragam seiring dengan majunya kehidupan manusia.

 

Yayasan Kanker Indonesia, misalnya, membuka pengiriman donasi lewat kartu kredit. Tim teledonasi YKI tersedia untuk membantu pengguna kartu kredit yang hendak meringankan sesama yang terkena kanker dan tidak mampu mengobatinya. Coba saja kunjungi situsnya yang disebut di atas untuk mencari tahu program teledonasinya.

 

stop share gosip
Biar Indonesia making pintar, stop sharing berita gosip. Mulai lah menyebarluaskan berita bermanfaat saja!

 

 

Kanker adalah salah satu penyakit yang “misterius” hingga saat ini. Soalnya, jenisnya ada banyak tapi penyebab utamanya belum diketahui. Yang bisa kita lakukan hanya mendeteksi sejak dini lewat pemeriksaan medis dan menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit mau tersebut.

 

Semoga informasi ini disebarluaskan dan dapat bermanfaat. All the best for cancer fighters!

 

 

Image credit:

  • http://s.hswstatic.com/gif/e-cigs-rev-5.jpg