Sering Diremehin, Ini Nih 6 Denda yang Sering Bikin Dompet Kebobolan

Denda adalah momok buat yang gak pengin hidupnya terbebani hutang. Tapi beberapa orang malah ketiban sial kena denda yang aslinya gampang banget dihindari.

Biasanya penyebab orang kena denda adalah lupa. Kebiasaan lupa seperti ini jelas bisa amat membahayakan kondisi finansial kita.

Berikut ini contoh enam denda yang aslinya gampang dihindari.

1. Tilang

Parkir sembarangan, naik sepeda motor tanpa helm, melanggar lampu lalu lintas, dan lupa membawa surat-surat termasuk di antara pelanggaran yang kerap dilakukan dan berujung tilang. Padahal segala hal soal kepatuhan berlalu lintas udah jelas manfaat dan konsekuensinya ketika gak ditaati.

Di beberapa daerah, denda karena parkir mobil sembarangan bisa sampai Rp 500 ribu. Mobil bakal diderek dan gak bisa dibawa pulang sampai denda dibayarkan.

Makanya selalu taati rambu lalu lintas. Selain itu, pastikan surat-surat udah dibawa lengkap sebelum menjalankan kendaraan.

2. Bayar PBB

denda
Punya rumah, harus siap bayar pajaknya dong (Wikimedia Commons)

Bayar pajak bumi dan bangungan (PBB) itu cuma setahun sekali. Simpel, tapi hal itu yang juga sering bikin orang lupa.

Jumlahnya mungkin gak seberapa. Namun kalau lupa bayar, ada denda dua persen dari nominal PBB tiap bulan. Tinggal hitung aja berapa bulan lupanya.

Umumnya orang lupa bayar PBB karena terus menunda-nunda pelunasan. buat menghindari kena denda. Jadi sebaiknya sih langsung bayar waktu Pak RT memberikan surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) PBB.

Bila gak dapat SPPT, mintalah kepada pengurus RT setempat atau ke kelurahan.

Pembayaran PBB juga bisa dilakukan secara online jika dinas pendapatan daerah setempat udah bekerja sama dengan pihak bank. Kemudahan itu seharusnya bisa bikin kita menghindari denda dan pengeluaran gak terduga akibat telat bayar.

3. Lapor SPT

Denda ini mirip dengan poin sebelumnya. Semua cuma perlu dilakukan setahun sekali, tapi kerap lupa sehingga kena denda. Laporan bisa disampaikan secara online, gak perlu repot datang langsung ke kantor pajak.

Namun kenyataannya karena terlalu gampang itu malah banyak yang menyepelekannya. Jarak datangnya SPT hingga batas waktu pelaporan yang panjang malah bikin orang terus menunda-nunda pelaporan.

Ada yang sengaja menunggu hingga hari terakhir buat melaporkan. Pas tenggat, malah sistem pelaporan pajak error karena terlalu banyak yang mengakses. Akhirnya gak jadi lapor, denda pun menyapa.

Makanya sebaiknya gak menunda apa pun yang bisa dilakukan saat itu juga. Bila udah kejadian kena denda, baru deh menyesal.

4. Perpanjang SIM

denda
Perpanjang SIM juga mesti cepet diurus kalau gak mau kena denda (moneysmart)

Surat izin mengemudi (SIM) kini gak bisa diperpanjang jika udah terlanjur mati. Bahkan telat memperpanjang masa berlaku sehari aja harus bikin yang baru.

Padahal di satu sisi ujian SIM gak bisa dibilang mudah. Terutama ujian praktik ya. Banyak yang mesti mengulang berkali-kali buat bisa lulus.

Gak jarang orang menempuh jalur ilegal dengan menyuap polisi biar SIM bisa terbit meski ujian praktik gagal melulu. Di Bekasi bahkan kepala satuan lalu lintasnya ditangkap karena melakukan pungli.

Membuat SIM mungkin gak mahal buat beberapa orang. Tapi waktu yang terbuang buat ikut ujian itu yang bikin segalanya jadi mahal.

Waktu yang seharusnya bisa dipakai buat kegiatan produktif malah buat ujian SIM yang terus berujung gagal. Pengin nembak? Harus keluarkan dana hingga tiga kali lipat dan hadapi risiko pidana yang kerugiannya gak main-main.

5. Perpanjang STNK

Emang sih, STNK gak otomatis mati ketika lupa diperpanjang. Namun tetap ada denda yang mesti dibayarkan.

Jumlah denda yang gak seberapa itu bisa mengakibatkan risiko finansial yang lebih tinggi ketika kena tilang di jalan.

Ya, STNK yang mati bisa menjadi alasan polisi buat mengeluarkan surat tilang. Nominalnya tentu besar, bisa sampai ratusan ribu.

Daripada buat bayar tilang, mending duit itu dibelikan emas atau reksa dana. Bener, kan?

6. Tagihan kartu kredit

denda
Hati-hati juga pakai kartu kredit ya, jangan nunggak! (Wikimedia Commons)

Kartu kredit adalah benda keramat yang gak semua orang layak mendapatkannya. Cuma mereka yang bisa disiplin bayar tagihan yang layak.

Sanksi finansial akibat lupa bayar tagihan gak main-main lho, sampai tiga persen dari total tagihan.

Kalau tagihan Rp 1 juta, misalnya, berarti dendanya  Rp 30 ribu. Sementara kalau tagihan Rp 10 juta, dendanya berarti Rp 300 ribu.

Makanya, buat menghindari pengeluaran tambahan ini, langsung bayar tagihan kartu kredit waktu udah dikirim.

Jangan sampai menunda-nundanya bayar tagihan karena ujungnya bisa malah lupa. Pastikan membayar maksimal tiga hari sebelum jatuh tempo karena pihak bank butuh waktu buat memproses pembayaran, apalagi bila dilakukan lewat pihak ketiga seperti bank lain atau melalui marketplace.

Denda itu ada sebagai hukuman buat yang gak tepat waktu. Kalau pengin menghindarinya, yuk hidup dengan budaya disiplin. Gak pengin rencana keuangan jadi amburadul akibat pengeluaran yang sebenarnya bisa dicegah, bukan?